Category: What’s On

  • The Balvenie Bersama Studio Lianggono Persembahkan The Makers Project di Bali

    The Balvenie Bersama Studio Lianggono Persembahkan The Makers Project di Bali

    Sebagai partner utama Jia CURATED 2025, The Balvenie menghadirkan The Makers Project di Bali, berkolaborasi dengan seniman multidisipliner Indonesia, Lianggono dari Studio Lianggono. Berakar pada wujud apresiasi akan craftsmanship yang telah teruji oleh waktu, kolaborasi istimewa ini menghadirkan Wang Sinawang. Sebuah instalasi penuh makna yang terinspirasi dari Five Rare Crafts The Balvenie, di antaranya Home Grown Barley dan Malting Floor.

    Berlokasi di pusat kreatif Bali Festival Park dari tanggal 14 hingga 18 Agustus, kolaborasi ini membuka perspektif baru akan pembuatan whisky terbaik yang direpresentasikan melalui kreativitas dan craftsmanship dari industri seni dan desain di Indonesia.

    Melanjutkan komitmennya terhadap tradisi, The Balvenie terus mengumandangkan Five Rare Crafts melalui kampanye tahunannya, The Makers Project. Sebagai satu-satunya distillery di Skotlandia yang menerapkan Five Rare Crafts dalam pembuatan whisky—Home Grown Barley, Malting Floor, Copper Stills, Cooperage, dan bimbingan dari Malt Master. Setiap botol menjadi cerminan dari waktu, ketelitian, dan tangan-tangan terampil yang membentuknya.

    “Wang Sinawang merupakan sebuah istilah Jawa yang bercerita akan keindahan waktu berproses. Mengajak kita untuk menunggu tanpa terburu, melihat, merasakan, dan mengapresiasi. Keindahan tidak hanya terletak pada apa yang diciptakan, tetapi juga pada bagaimana sesuatu itu dibuat—dibentuk oleh proses, oleh waktu, dan oleh keterampilan tangan manusia yang tidak dapat tergantikan oleh mesin. Melalui repetisi dan dedikasi, menjadi sebuah wujud cinta,” ungkap Lianggono dari Studio Lianggono, saat menceritakan karyanya untuk The Makers Project bersama The Balvenie.

    Seperti whisky, seperti ingatan—beberapa hal terbentuk bukan karena kecepatan, tetapi karena kehadiran. Justru dengan menunggu, kita belajar untuk benar-benar melihat. Di instalasi ini, para tamu diajak untuk melambat sejenak dan meresapi lingkungan imersif yang dipenuhi tekstur alami, ritme suara, dan visual berlapis. Setiap elemen menggemakan ritme berulang yang tenang, ketekunan, dan keterampilan yang membentuk setiap langkah dalam pembuatan whisky.

    Untuk menandai peluncuran The Makers Project di Bali, sebuah acara whisky dinner yang intim digelar pada tanggal 13 Agustus di area The Balvenie, khusus bagi tamu undangan terkurasi. Malam tersebut menampilkan menu khas Nusantara yang dikreasikan oleh Chef Wayan Kresna Yasa dari Kaum Restaurant, dipadukan dengan rangkaian single malt terbaik dari The Balvenie. Dipandu oleh Jyri Pylkkänen, South East Asia Regional Malts Brand Ambassador dari William Grant & Sons, sesi tasting dimulai dengan The Balvenie DoubleWood 12 Year Old, yang dikenal dengan cita rasa manis, nutty flavor, dan rempah yang lembut. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Studio Lianggono)

     

  • ILF & IGT Expo 2025 Hadirkan Inovasi Terbaru untuk Industri Kulit dan Alas Kaki

    ILF & IGT Expo 2025 Hadirkan Inovasi Terbaru untuk Industri Kulit dan Alas Kaki

    Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025, yang memasuki tahun ke-18, kembali hadir sebagai pameran internasional terkemuka dan ajang strategis bagi industri kulit dan alas kaki. Digelar pada 14–16 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, pameran ini bersamaan dengan Indo Garment Textile (IGT) Expo 2025, menampilkan lebih dari 280 peserta termasuk 70 UMKM, serta diikuti pelaku industri dari 11 negara: China, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Swiss, Taiwan, dan Vietnam. Ajang ini menargetkan 15.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri.

    Indo Leather & Footwear (ILF) dan Indo Garment Textile (IGT) Expo 2025 siap menjadi panggung bergengsi yang memamerkan inovasi terbaik di industri alas kaki, produk kulit, garment, tekstil dan teknologi manufaktur terkini. Beragam produk unggulan mulai dari mesin jahit modern, mesin cetak sepatu, mesin pengolahan bahan baku, fabric dan tekstil premium, sol sepatu, aksesori fashion, sneakers, boots, flat shoes, sandal, hingga kulit eksotik untuk fashion, furnitur, dan garment semua hadir dalam satu ajang bisnis yang penuh inspirasi dan peluang kolaborasi.

    Pameran ini akan diresmikan oleh Menteri Perindustrian yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri, Bapak Adie Rochmanto Pandiangan, serta oleh Deputi Bidang Wisata Kementerian Pariwisata, Bapak Drs. Vinsensius Jemadu.

    Dalam sambutannya pada pembukaan pameran, Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions, menyampaikan: “Indo Leather & Footwear (ILF) dan Indo Garment Textile (IGT) Expo 2025 hadir sebagai wadah yang menyatukan ide kreatif, kemajuan teknologi, dan potensi kerja sama bisnis untuk menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan industri. Di sinilah para pelaku industri dapat saling menginspirasi, menjalin kemitraan, dan menemukan terobosan yang relevan dengan tren global.

    Indonesia memiliki potensi besar di sektor kulit dan alas kaki, dan kami ingin memastikan potensi ini berkembang menjadi kekuatan yang diakui dunia.Daud D. Salim menambahkan, “Melalui ILF dan IGT Expo 2025, kami berharap tercipta kolaborasi yang memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, mendorong inovasi berkelanjutan, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Pameran ini adalah wujud komitmen kami untuk mengangkat industri dalam negeri agar semakin kompetitif di kancah internasional. Karena itu, kami mengundang seluruh pelaku usaha, pembeli, desainer, dan pecinta produk kulit serta alas kaki untuk hadir dan menjadi bagian dari momentum penting ini.”

    Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 sekaligus melestarikan kebudayaan batik dan kebaya, Indo Leather & Footwear (ILF) dan Indo Garment Textile (IGT) Expo 2025 menghadirkan berbagai acara unggulan, salah satunya Kontes Busana Hari Kemerdekaan: Kebaya & Batik. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara PERWANTI, Krista Exhibitions, dan PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), didukung oleh Sekar Ayu Jiwanta, serta menampilkan fashion show eksklusif dari BRUTUS & BURGO. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • Monkey Shoulder Hadirkan Make It Monkey di The Newsroom Membuat Nightouts Semakin Seru

    Monkey Shoulder Hadirkan Make It Monkey di The Newsroom Membuat Nightouts Semakin Seru

    Setelah menghidupkan terowongan Blok M dengan underground party yang tidak terduga, Monkey Shoulder kembali hadir dengan kejutan yang lebih bold, yaitu kali ini Monkey Shoulder mengambil alih sebuah coffee shop di Kemang.

    The Newsroom menjadi lokasi kedua, di mana kopi berpadu dengan whisky, dan para partygoers menikmati kejutan yang tidak terduga. Mulai dari tuangan kopi sampai dentuman bass, Make It Monkey kedua mempertemukan para pencinta dan pemburu pengalaman seru di Jakarta untuk malam yang penuh dengan rasa berani dan energi yang seru.

    Monkey Shoulder berkolaborasi dengan Radio Rumah Oma untuk secret DJ set dengan line-up kejutan yang mengubah The Newsroom menjadi dance floor yang paling tidak terduga di Jakarta.

    “Sebagai salah satu kota favorit saya untuk dikunjungi, Jakarta mempunyai kehidupan malam yang luar biasa. Jadi, bagaimana caranya membuat malam di kota sekeren ini semakin seru? Tentu saja dengan Monkey Shoulder! Tidak perlu repot-repot merencanakan malammu, cukup datang, dan kami akan urus sisanya. Monkey Shoulder memang dibuat untuk mixing dan itulah yang kami lakukan untuk membuat nightouts semakin seru”, ujar Brendon Khoo, Brand Ambassador Monkey Shoulder untuk Asia Tenggara.

    Monkey Shoulder hadir meleburkan segala elemen yang membawa keseruan dan diciptakan untuk cocktails dan mengundang kita untuk menikmatinya dengan cara masing-masing, tidak ada aturan, hanya keseruan. Brendon berkolaborasi dengan Niko Saputra, Head Barista The Newsroom, dan Wawan Kurniawan, Indonesia Brand Ambassador for Monkey Shoulder, menyajikan kolaborasi racikan kopi dan whisky menjadi menu cocktails yang pas di setiap rasa. Lengkap dengan Secret DJ Set dari Radio Rumah Oma, Custom Garment Station, dan Spin the Wheel dengan tantangan seru dan merchandise eksklusif. Tanpa skenario, hanya keseruan yang spontan, khas Monkey Shoulder.

    Dari party di terowongan bawah tanah di Blok M hingga takeover coffee shop di Kemang, Monkey Shoulder membuktikan bahwa real fun tidak butuh aturan, begitu pula dengan whisky yang berkualitas. Kampanye Make It Monkey menjadi bukti, whisky ini hadir untuk generasi yang menghargai momen autentik dibandingkan yang dibuat-buat, koneksi yang real dibandingkan pencitraan, dan keseruan yang tidak dipaksakan dibanding sekadar “gaya”. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Monkey Shoulder)

  • Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 Tampilkan Ragam Inovasi dari Sektor Kulit dan Alas Kaki

    Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 Tampilkan Ragam Inovasi dari Sektor Kulit dan Alas Kaki

    Dalam semangat mendukung pertumbuhan industri kulit dan alas kaki serta memperkuat daya saing pelaku usaha nasional, Krista Exhibitions kembali menghadirkan Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025. Memasuki edisi ke-18, pameran berskala internasional ini akan digelar pada 14–16 Agustus 2025 dan secara khusus menampilkan ragam inovasi dari sektor kulit dan alas kaki. ILF Expo 2025 menjadi ajang strategis yang mempertemukan para pelaku industri dengan penyedia teknologi manufaktur, mesin industri terkini, bahan baku berkualitas, serta berbagai layanan pendukung yang terintegrasi sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis di tingkat nasional maupun global.

    Daud D Salim, CEO Krista Exhibitions dalam sambutannya di konferensi pers menyampaikan, “Industri sepatu dan alas kaki Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Produk-produk kita kini tidak hanya diterima, tetapi juga diakui secara global karena kualitas dan daya saingnya yang semakin kuat. Ini menjadi bukti bahwa pelaku industri dalam negeri mampu menjawab kebutuhan pasar dunia dengan inovasi dan ketangguhan.”

    Lebih lanjut, dia menambahkan, “Melalui Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025, kami berkomitmen menyediakan wadah strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari produsen, penyedia teknologi, hingga pembeli dari dalam dan luar negeri. Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga motor penggerak transformasi industri, memperluas jejaring global, dan membuka jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan bagi para pelaku usaha nasional.”

    Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 menghadirkan lebih dari 280 peserta, termasuk 50 UMKM dan diikuti oleh pelaku industri dari 11 negara yakni China, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Switzerland, Taiwan dan Vietnam. Dan menargetkan 15.000 pengunjung. Produk yang ditampilkan sangat beragam, meliputi alas kaki (sepatu fashion, boots, flat shoes, sandal), produk kulit (untuk fashion, furnitur, aksesori, dan kulit eksotik), serta mesin-mesin pengolahan bahan baku, tekstil, sneakers, dan layanan pendukung industri.

    Sebagai bagian dari rangkaian Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 menghadirkan berbagai acara unggulan, salah satunya adalah Kontes Busana Hari Kemerdekaan: Kebaya & Batik. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara PERWANTI, Krista Exhibitions, dan PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), serta didukung oleh Sekar Ayu Jiwanta dan juga fashion show eksklusif dari BRUTUS & BURGO.

    Pameran ini juga akan menjadi momen spesial dengan perayaan Anniversary APRISINDO. Talk Show eksklusif akan turut digelar dengan menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh seperti Poppy Dharsono selaku (Ketua Umum Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan juga Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Eddy Widjanarko selaku (Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), serta Bayu Wicaksono dari Kementerian Perdagangan dengan tema “ Merajut Kolaborasi Fashion dan Manufaktur: Masa Depan Industri Alas Kaki dan Kulit Indonesia”. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • McDonald’s Indonesia Sambut HUT ke-80 Republik Indonesia dengan Persembahkan Kembali Menu Favorit Rendang

    McDonald’s Indonesia Sambut HUT ke-80 Republik Indonesia dengan Persembahkan Kembali Menu Favorit Rendang

    Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan menandai satu dekade kampanye ‘Ini Rasa Kita’, McDonald’s Indonesia kembali mempersembahkan menu spesial yang terinspirasi dari kekayaan kuliner khas Nusantara. Tahun ini, menu favorit bercita rasa Rendang kembali diluncurkan atas permintaan dan antusiasme yang tinggi dari para pelanggan.

    Tersedia selama bulan Agustus hingga 7 September 2025, pelanggan dapat menikmati rangkaian menu rendang khas McDonald’s Indonesia yang diracik dengan rempah lokal pilihan untuk memperkuat komitmen menghadirkan cita rasa kebanggaan Indonesia di setiap gigitannya. Menyempurnakan pengalaman bersantap, McDonald’s Indonesia juga memperkenalkan Es Kopi Gula Aren sebagai pelengkap cita rasa khas Tanah Air.

    “Sejak pertama kali diluncurkan pada 2015, kampanye ‘Ini Rasa Kita’ selalu menjadi bagian penting bagi McDonald’s Indonesia dalam merayakan momen kemerdekaan RI bersama masyarakat. Tahun ini, kami menghadirkan kembali cita rasa kebanggaan Indonesia melalui inovasi menu rendang dan pelengkapnya Es Kopi Gula Aren, sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan kuliner Indonesia,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.

    Adapun menu yang ditawarkan dalam ‘Ini Rasa Kita’ tahun ini mencakup Burger Rendang, termasuk varian spesial dengan tambahan telur, dan Ayam McD Rendang dengan pilihan varian Krispy atau Spicy. Semua menu disajikan dengan saus Rendang yang kaya rempah dan bisa dinikmati dengan nasi atau kentang goreng. Sementara untuk Es Kopi Gula Aren, pelanggan bisa memilih dengan opsi topping jelly atau float untuk menambah kenikmatan.

    “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang relevan dengan selera masyarakat Indonesia. Rendang adalah simbol kekayaan rasa dan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia, kami bangga menyajikannya dalam format khas McDonald’s Indonesia yang praktis, modern, dan tetap kaya rasa,” terang Eko Purwanto, Menu Development Manager McDonald’s Indonesia.

    Tidak hanya menawarkan rangkaian menu spesial, McDonald’s Indonesia juga menghadirkan berbagai aktivitas seru. Dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme yang melibatkan pelanggan dan masyarakat sekitar untuk merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia di berbagai lokasi restoran yang berpartisipasi.  Salah satu yang paling dinantikan adalah Parade Drive Thru yang akan kembali hadir di 41 restoran pilihan dengan kendaraan hias bertema kemerdekaan. Selain itu, ada juga lomba menghias gapura di restoran McDonald’s Indonesia dengan komunitas sekitar untuk menciptakan dekorasi terbaik bernuansa merah putih.

    Untuk menambah semarak perayaan, seluruh restoran McDonald’s Indonesia juga akan didekorasi dengan nuansa kemerdekaan, dan pada 17 Agustus 2025 seluruh karyawan restoran akan turut mengenakan busana bernuansa merah putih. (Red.Elmediora | Foto: Dok. McDonald’s Indonesia)

     

  • IndoBeauty Expo 2025 Pertemukan Lebih dari 120 Perusahaan Jadi Barometer Industri Kosmetik Indonesia

    IndoBeauty Expo 2025 Pertemukan Lebih dari 120 Perusahaan Jadi Barometer Industri Kosmetik Indonesia

    Pertumbuhan industri kecantikan dan perawatan diri di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi pasar dari Statista, industri kosmetik nasional diperkirakan akan mencapai nilai USD 9,7 miliar pada tahun 2025. Dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 4,33% hingga tahun 2030.

    Sejalan dengan dinamika tersebut, Krista Exhibitions akan menyelenggarakan IndoBeauty Expo 2025, sebuah pameran internasional yang secara konsisten menjadi barometer pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-15, pameran ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 7–9 Agustus 2025 di Hall C1 dan C2, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. IndoBeauty Expo 2025 akan menjadi panggung internasional yang mempertemukan lebih dari 120 perusahaan dari dalam dan luar negeri yang bergerak di industri kosmetik, perawatan diri, dan inovasi kecantikan.

    Dalam sambutannya, Daud D Salim, CEO Krista Exhibitions, menyampaikan bahwa IndoBeauty Expo terus mendapat kepercayaan sebagai platform utama dalam memperkenalkan berbagai inovasi produk, teknologi mutakhir, dan layanan terbaru dari pelaku industri kecantikan global.

    “Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan juga menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari produsen, supplier, eksportir, importir, hingga pemilik merek dalam satu ekosistem bisnis yang dinamis dan kolaboratif. IndoBeauty Expo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri secara menyeluruh, membuka peluang kemitraan baru, serta memperluas akses pasar baik secara regional maupun internasional” ungkap Daud.

    Solihin Sofian selaku Ketua Umum Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia), menyoroti bahwa industri kecantikan di Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan signifikan, termasuk perubahan cepat tren konsumen, kewajiban akan halal di tahun 2026 dan kebutuhan untuk berinovasi, agar bisa bersaing di pasar global dan menempatkan kosmetika Indonesia sebagai icon kosmetik halal dunia. Industri kecantikan di Tanah Air menghadapi berbagai tantangan mulai dari dinamika tren konsumen, persaingan pasar yang semakin ketat, hingga kebutuhan inovasi produk yang cepat dan berkelanjutan.

    Dia menambahkan, “Kami dari PPAK melihat bahwa pameran IndoBeauty Expo menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Pameran ini bukan hanya sebagai ajang showcase produk, tetapi juga ruang kolaborasi yang menghubungkan para pelaku usaha dari berbagai segmen industri kecantikan, pertumbuhan industri kosmetika nasional pasti akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Kami berharap IndoBeauty Expo dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem industri kecantikan nasional, mendorong inovasi, serta membuka kesempatan pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 Hadirkan Teknologi dan Inovasi Terkini di Sektor Kesehatan

    Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 Hadirkan Teknologi dan Inovasi Terkini di Sektor Kesehatan

    Peran industri alat kesehatan nasional kini semakin strategis. Tercermin  dari pertumbuhan ekosistem industri secara signifikan, tercatat sebanyak 812  produsen alat kesehatan lokal dan 5661 distributor resmi telah aktif beroperasi dan menjalankan bisnisnya di Indonesia. Tingkat penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri juga mengalami peningkatan signifikan, dari hanya 12% pada tahun 2019 menjadi sekitar 48% pada 2024. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri alat kesehatan di Indonesia juga menunjukkan daya saing di pasar global, dengan nilai ekspor alat kesehatan mencapai lebih dari Rp4,6 triliun atau sekitar USD 273 juta pada 2024.

    Seiring dengan hal tersebut, pasar teknologi kesehatan terhubung di Indonesia juga mencatat pertumbuhan pesat. Diperkirakan dapat mencapai USD880 juta pada tahun 2025, pasar ini tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 28%. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang efisien dan mudah diakses. Terutama melalui pemanfaatan teknologi digital, telehealth, dan pemantauan jarak jauh. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan industri alat kesehatan nasional sebesar 8% pada tahun 2025. Mencerminkan komitmen kuat untuk menjadikan sektor ini sebagai bagian penting dari ketahanan dan kemandirian sistem kesehatan Indonesia.

    Mendukung langkah tersebut, Krista Exhibitions bekerja sama dengan Perkumpulan Organisasi Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (GAKESLAB INDONESIA) akan menyelenggarakan Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 pada tanggal 6–8 Agustus 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

    Pameran internasional ini merupakan ajang penting yang menghadirkan teknologi dan inovasi terkini di sektor kesehatan, termasuk alat-alat kesehatan yang dibutuhkan fasilitas layanan kesehatan di bawah naungan pemerintah maupun swasta. Tahun ini, pameran Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 menghadirkan lebih dari 60 perusahaan dari 12 negara. Seperti China, Egypt, Hongkong, Jepang, Jerman, Taiwan, Turkey, USA dan lainnya, menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung dalam tiga hari penyelenggaraan.

    CEO Krista Exhibitions Daud D Salim beserta Ketua Umum GAKESLAB INDONESIA Rd. Kartono Dwidjosewojo, menyampaikan Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 berkomitmen berikan ruang strategis aktivitas Business Matching dan Business Networking. Melalui pendekatan kolaboratif seperti Business to Business (B2B), Business to Hospital (B2H), hingga Business to Academy (B2A). Pameran ini juga akan mempertemukan pelaku industri dengan akademisi, rumah sakit, distributor, importir, serta lembaga keuangan untuk mendorong tumbuhnya ekosistem industri kesehatan nasional yang tangguh dan berdaya saing global” ungkap Daud D Salim Ketua Umum GAKESLAB INDONESIA.

    Rd. Kartono Dwidjosewojo menyampaikan “Dalam Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 diselenggarakan pula RAKERNAS GAKESLAB INDONESIA 2025, yang merupakan wadah rapat/pertemuan nasional Pengurus Pusat, Pengurus Provinsi, dan Anggota GAKESLAB INDONESIA. Selain itu juga diselenggarakan Seminar Nasional, Workshop dan juga Desk Consult terkait hal-hal terkini di bidang Alat Kesehatan di Indonesia yang terbuka untuk seluruh pengunjung dan exhibitor Indohealthcare Gakeslab Expo 2025” ungkap Rd. Kartono Dwidjosewojo. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • Resmi Jalin Kolaborasi JF3 X Busan Fashion Week Menjadi Jembatan Budaya Berkelanjutan di Kancah Mode Asia

    Resmi Jalin Kolaborasi JF3 X Busan Fashion Week Menjadi Jembatan Budaya Berkelanjutan di Kancah Mode Asia

    Untuk memperkuat industri fashion dan membuka peluang internasional bagi desainer muda antara Indonesia dan Korea Selatan, JF3 Fashion Festival resmi menjalin kerja sama dengan Busan Textile & Fashion Industries Association dari Korea Selatan. Kolaborasi itu ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara JF3 dan Busan Fashion Week. Salah satu kesepakatan penting dalam MoU tersebut adalah terpilihnya tiga desainer terbaik dari masing-masing negara setiap tahun untuk tampil di panggung fashion mitra. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan budaya yang berkelanjutan di kancah mode Asia.

    Chairman JF3 Soegianto Nagaria, mengatakan kolaborasi ini tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga bertujuan mempererat hubungan antar pelaku fashion, institusi, dan budaya. “Kerjasama ini kami harapkan memberi dampak positif bagi pengembangan desainer dan brand dari Indonesia maupun Korea,” ujar Soegianto di Gafoy, Sumarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada Sabtu (26/7).

    Sebagai langkah awal, tiga desainer Korea, Junebok Rhee (RE RHEE), Choi Chung-hoon (DOUCAN), dan Baek Juhee (REONVE), telah hadir di JF3 2025, menyuguhkan koleksi dengan karakter kuat dan pesan budaya mendalam. Pihak Busan juga menunjukkan antusiasme serupa. Park Dong Seok, perwakilan dari Busan Metropolitan City, menyampaikan rencana untuk mengundang desainer Indonesia berpartisipasi dalam ajang besar di Korea, seperti Busan International Film Festival (BIFF) Oktober mendatang. Dia berkata, “Kami ingin desainer Indonesia juga terlibat dan berbagi pengetahuan dalam semangat keberlanjutan dan budaya.”

    Kerjasama ini juga membawa misi penting lainnya, yakni mengangkat kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam industri fashion. Para desainer muda bisa lebih terdorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik dari sisi estetika, tetapi juga memperhatikan aspek ramah lingkungan.

    Dengan berbagai langkah strategis ini, JF3 semakin menunjukkan posisi pentingnya sebagai panggung mode yang tak hanya mengutamakan kreativitas, tetapi juga menjadi penghubung budaya dan platform diplomasi kreatif. Kehadiran desainer Korea di Jakarta dan potensi keterlibatan desainer Indonesia di Busan membuktikan bahwa dunia fashion bisa menjadi ruang kolaboratif yang luas dan inklusif. (Red. Elmediora | Foto: Dok. JF3)

  • Dukungan Uni Eropa dan Program Beasiswa Erasmus+ Perkuat Hubungan Lintas Masyarakat Indonesia dan Eropa

    Dukungan Uni Eropa dan Program Beasiswa Erasmus+ Perkuat Hubungan Lintas Masyarakat Indonesia dan Eropa

    Kabar menggembirakan sebanyak 260 mahasiswa dan dosen asal Indonesia berhasil meraih beasiswa bergengsi Erasmus+ untuk tahun akademik 2025, yang didanai oleh Uni Eropa. Para penerima beasiswa ini akan bergabung dengan para pelajar lain dari berbagai negara di dunia untuk menempuh pendidikan pascasarjana maupun mengikuti pertukaran mahasiswa dan dosen jangka pendek di  berbagai universitas di Eropa.

    Dari jumlah tersebut, 73 diantaranya adalah penerima beasiswa Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM), yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 sebagai penerima beasiswa EMJM terbanyak di dunia. Para mahasiswa ini akan menempuh program pascasarjana hingga dua tahun di dua negara anggota Uni Eropa atau lebih, untuk belajar berbagai bidang studi akademik.

    Selain EMJM, 187 mahasiswa dan dosen memperoleh beasiswa pertukaran Erasmus+ jangka  pendek untuk belajar, mengajar, atau mengikuti pelatihan di universitas-universitas Eropa. Sebaliknya, 75 mahasiswa dan akademisi asal Eropa juga datang ke Indonesia untuk belajar dan mengajar dengan beasiswa yang sama. Sejak diluncurkan pada tahun 2004, hampir 3000 mahasiswa dan dosen Indonesia berhasil meraih beasiswa Erasmus+.

    “Pendidikan tingkat tinggi dan penelitian merupakan salah satu prioritas  kerjasama Uni Eropa dalam Strategi Global Gateway untuk menggerakkan investasi infrastruktur dan memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra. Saya mengucapkan selamat kepada semua mahasiswa yang menerima beasiswa ini. Melalui Program Erasmus+, kami bangga berinvestasi untuk masa depan Indonesia,” ujar Thibaut Portevin, Counsellor/Head of Cooperation, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia (26-07-2025).

    Para penerima beasiswa ini adalah pemimpin masa depan yang akan membantu mewujudkan dunia yang lebih hijau, inklusif, dan terdigitalisasi, sekaligus memperkuat hubungan dan kolaborasi antara Eropa dan Indonesia. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan tinggal di berbagai universitas di negara-negara anggota Uni Eropa. Beasiswa ini menjadi pengalaman unik yang meningkatkan pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperluas jaringan internasional.”

    Dr Yulita Priyoningsih, Subkoordinator Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Pembelajaran Internasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyampaikan, “Dukungan dari Uni Eropa dan Program Erasmus+ memperkuat hubungan lintas masyarakat antara Indonesia dan Eropa untuk mendorong internasionalisasi dan meningkatkan mobilitas akademik di lanskap Pendidikan tinggi kami.”

     

    Mewakili rekan-rekan penerima beasiswa lainnya, Noer Risky Ramadhani mengungkapkan antusiasmenya menjelang studinya di Eropa, “Kami akan segera memulai pengalaman sekali seumur hidup lintas negara, budaya, dan disiplin ilmu. Seiring kami melangkah ke lingkungan akademik dan budaya yang baru, mari kita bawa identitas kita sebagai mahasiswa Indonesia dengan penuh kebanggaan. Mari kita bawa kehangatan, rasa hormat, dan semangat Indonesia ke setiap ruang kelas dan dalam setiap percakapan. Kami berkomitmen tidak hanya mencapai keunggulan akademik tetapi juga bertekad untuk membangun jembatan antarbudaya, mempromosikan pemahaman kolektif, dan kembali sebagai agen perubahan untuk komunitas dan negara kita.”

    Acara Pra-Keberangkatan Penerima Beasiswa Erasmus+ tahun ini mempertemukan para penerima beasiswa Erasmus+, alumni Erasmus, serta perwakilan Uni Eropa dan Negara Anggota Uni Eropa. Pada acara tersebut, Erasmus Mundus Student and Alumni Association (EMA) Indonesia (Asosiasi Mahasiswa dan Alumni Erasmus Mundus Indonesia), organisasi resmi alumni Erasmus+ di Indonesia, memberikan sesi pengenalan tentang EMA Indonesia. Termasuk, berbagi pengalaman kepada para penerima beasiswa baru agar lebih siap ketika memulai program studi Erasmus+. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Uni Eropa)

  • Rayakan HUT ke-66, Bakmi GM X MIIWA Pattern Hadirkan ‘Double Happiness’ Bersama Anak Penyandang CdLS

    Rayakan HUT ke-66, Bakmi GM X MIIWA Pattern Hadirkan ‘Double Happiness’ Bersama Anak Penyandang CdLS

    Bakmi GM berkolaborasi dengan desainer Mira Hoeng, Founder dan CEO MIWA Pattern, meluncurkan motif unik mengedepankan semangat berbagi kebahagiaan, di tengah rangkaian kegiatan perayaan HUT Bakmi GM ke-66. Motif yang bertajuk “Double Happiness” ini dibuat berdasarkan menu andalan Bakmi GM seperti Pangsit Goreng, Bakmi Special GM, dan banyak menu lainnya.

    Tingkat kebahagiaan di Indonesia saat ini menduduki peringkat 83 dari total 147 negara yang menjadi bagian dari Laporan World Happiness 2025. Laporan ini diluncurkan Wellbeing Research Centre di Universitas Oxford bekerjasama dengan Gallup, dan jaringan UN Sustainable Development Solutions1. Peringkat kebahagiaan Indonesia ini turun tiga peringkat dari tahun sebelumnya. Sedangkan negara tetangga Indonesia, seperti Singapura ada di peringkat 34, Thailand di peringkat 49, dan Malaysia di peringkat 64.

    Tammy Tanumihardja, Business Development Director Bakmi GM, mengatakan, “Setelah lebih dari 6 dekade melayani masyarakat Indonesia, kami senantiasa terus berkomitmen untuk menghadirkan kelezatan menu yang bisa menyatukan keluarga dan membawa kebahagiaan bagi mereka.  Semangat berbagi kebahagiaan inilah yang kami kedepankan melalui kolaborasi unik dengan desainer Mira Hoeng. Besar harapan kami motif dari lini busana MIWA Pattern ini bisa mewakili aspirasi kami untuk membawa kebahagiaan bagi konsumen kami.”

    Sementara, Desainer Mira Hoeng, Founder dan CEO MIWA Pattern, melihat kolaborasi ini sebagai upaya menyampaikan kebahagiaan melalui kebaikan spiritual. “Saya melihat Bakmi GM memiliki kesamaan visi khususnya dalam hal menebar kebahagiaan. Karena itu, saya berniat untuk memancarkan kebahagiaan yang dirasakan pelanggan Bakmi GM saat menyantap menu favoritnya melalui motif yang saya rancang ini. Tentunya dengan harapan pancaran kebahagiaan melalui produk tekstil seperti gaun, tas dan, aksesoris juga bisa diterima masyarakat luas,” kata Mira.

    Seiring dengan rekam jejaknya sebagai pegiat sosial, Mira juga mengikutsertakan Yayasan CdLS Indonesia sebagai upaya menebar kebahagiaan lebih jauh dalam kolaborasi ini. Yayasan CdLS lIndonesia bertujuan untuk membantu penyintas Cornelia de Lange Sindrom (CdLS) agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya dengan dukungan keluarga dan komunitas. Cornelia de Lange Sindrom merupakan suatu kondisi genetik langka yang mempengaruhi perkembangan anak seperti motorik, tulang, dan sendi hingga kognitif. Namun, tantangan utamanya adalah kemiripannya dengan autisme.

    Dian Kurniati, Direktur Yayasan CdLS Indonesia, mengatakan “Penyintas CdLS membutuhkan perawatan medis yang intensif untuk mengatasi berbagai komplikasi kesehatan yang dideritanya. Inilah yang membedakan CdLS dengan autisme. Kami percaya bahwa kualiats hidup penyintas CdLS bisa ditingkatkan melalui dukungan penuh dari keluarga mereka sehingga mereka bisa tumbuh kembang  secara optimal.”

    Nantinya sebagian hasil penjualan merchandise dari motif karya desainer Mira Hoeng yang terinspirasi dari menu favorit Bakmi GM akan didedikasikan untuk mendukung layanan bagi anak-anak penyandang CdLS. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Bakmi GM)