Category: Uncategorized

  • Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 Hadirkan Teknologi dan Inovasi Terkini di Sektor Kesehatan

    Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 Hadirkan Teknologi dan Inovasi Terkini di Sektor Kesehatan

    Peran industri alat kesehatan nasional kini semakin strategis. Tercermin  dari pertumbuhan ekosistem industri secara signifikan, tercatat sebanyak 812  produsen alat kesehatan lokal dan 5661 distributor resmi telah aktif beroperasi dan menjalankan bisnisnya di Indonesia. Tingkat penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri juga mengalami peningkatan signifikan, dari hanya 12% pada tahun 2019 menjadi sekitar 48% pada 2024. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri alat kesehatan di Indonesia juga menunjukkan daya saing di pasar global, dengan nilai ekspor alat kesehatan mencapai lebih dari Rp4,6 triliun atau sekitar USD 273 juta pada 2024.

    Seiring dengan hal tersebut, pasar teknologi kesehatan terhubung di Indonesia juga mencatat pertumbuhan pesat. Diperkirakan dapat mencapai USD880 juta pada tahun 2025, pasar ini tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 28%. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang efisien dan mudah diakses. Terutama melalui pemanfaatan teknologi digital, telehealth, dan pemantauan jarak jauh. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan industri alat kesehatan nasional sebesar 8% pada tahun 2025. Mencerminkan komitmen kuat untuk menjadikan sektor ini sebagai bagian penting dari ketahanan dan kemandirian sistem kesehatan Indonesia.

    Mendukung langkah tersebut, Krista Exhibitions bekerja sama dengan Perkumpulan Organisasi Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (GAKESLAB INDONESIA) akan menyelenggarakan Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 pada tanggal 6–8 Agustus 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

    Pameran internasional ini merupakan ajang penting yang menghadirkan teknologi dan inovasi terkini di sektor kesehatan, termasuk alat-alat kesehatan yang dibutuhkan fasilitas layanan kesehatan di bawah naungan pemerintah maupun swasta. Tahun ini, pameran Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 menghadirkan lebih dari 60 perusahaan dari 12 negara. Seperti China, Egypt, Hongkong, Jepang, Jerman, Taiwan, Turkey, USA dan lainnya, menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung dalam tiga hari penyelenggaraan.

    CEO Krista Exhibitions Daud D Salim beserta Ketua Umum GAKESLAB INDONESIA Rd. Kartono Dwidjosewojo, menyampaikan Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 berkomitmen berikan ruang strategis aktivitas Business Matching dan Business Networking. Melalui pendekatan kolaboratif seperti Business to Business (B2B), Business to Hospital (B2H), hingga Business to Academy (B2A). Pameran ini juga akan mempertemukan pelaku industri dengan akademisi, rumah sakit, distributor, importir, serta lembaga keuangan untuk mendorong tumbuhnya ekosistem industri kesehatan nasional yang tangguh dan berdaya saing global” ungkap Daud D Salim Ketua Umum GAKESLAB INDONESIA.

    Rd. Kartono Dwidjosewojo menyampaikan “Dalam Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 diselenggarakan pula RAKERNAS GAKESLAB INDONESIA 2025, yang merupakan wadah rapat/pertemuan nasional Pengurus Pusat, Pengurus Provinsi, dan Anggota GAKESLAB INDONESIA. Selain itu juga diselenggarakan Seminar Nasional, Workshop dan juga Desk Consult terkait hal-hal terkini di bidang Alat Kesehatan di Indonesia yang terbuka untuk seluruh pengunjung dan exhibitor Indohealthcare Gakeslab Expo 2025” ungkap Rd. Kartono Dwidjosewojo. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • Resmi Jalin Kolaborasi JF3 X Busan Fashion Week Menjadi Jembatan Budaya Berkelanjutan di Kancah Mode Asia

    Resmi Jalin Kolaborasi JF3 X Busan Fashion Week Menjadi Jembatan Budaya Berkelanjutan di Kancah Mode Asia

    Untuk memperkuat industri fashion dan membuka peluang internasional bagi desainer muda antara Indonesia dan Korea Selatan, JF3 Fashion Festival resmi menjalin kerja sama dengan Busan Textile & Fashion Industries Association dari Korea Selatan. Kolaborasi itu ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara JF3 dan Busan Fashion Week. Salah satu kesepakatan penting dalam MoU tersebut adalah terpilihnya tiga desainer terbaik dari masing-masing negara setiap tahun untuk tampil di panggung fashion mitra. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan budaya yang berkelanjutan di kancah mode Asia.

    Chairman JF3 Soegianto Nagaria, mengatakan kolaborasi ini tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga bertujuan mempererat hubungan antar pelaku fashion, institusi, dan budaya. “Kerjasama ini kami harapkan memberi dampak positif bagi pengembangan desainer dan brand dari Indonesia maupun Korea,” ujar Soegianto di Gafoy, Sumarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada Sabtu (26/7).

    Sebagai langkah awal, tiga desainer Korea, Junebok Rhee (RE RHEE), Choi Chung-hoon (DOUCAN), dan Baek Juhee (REONVE), telah hadir di JF3 2025, menyuguhkan koleksi dengan karakter kuat dan pesan budaya mendalam. Pihak Busan juga menunjukkan antusiasme serupa. Park Dong Seok, perwakilan dari Busan Metropolitan City, menyampaikan rencana untuk mengundang desainer Indonesia berpartisipasi dalam ajang besar di Korea, seperti Busan International Film Festival (BIFF) Oktober mendatang. Dia berkata, “Kami ingin desainer Indonesia juga terlibat dan berbagi pengetahuan dalam semangat keberlanjutan dan budaya.”

    Kerjasama ini juga membawa misi penting lainnya, yakni mengangkat kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam industri fashion. Para desainer muda bisa lebih terdorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik dari sisi estetika, tetapi juga memperhatikan aspek ramah lingkungan.

    Dengan berbagai langkah strategis ini, JF3 semakin menunjukkan posisi pentingnya sebagai panggung mode yang tak hanya mengutamakan kreativitas, tetapi juga menjadi penghubung budaya dan platform diplomasi kreatif. Kehadiran desainer Korea di Jakarta dan potensi keterlibatan desainer Indonesia di Busan membuktikan bahwa dunia fashion bisa menjadi ruang kolaboratif yang luas dan inklusif. (Red. Elmediora | Foto: Dok. JF3)

  • Tiga Produk Terbaru RAVELLE Solusi Inovatif untuk Hunian Sehat dan Nyaman

    Tiga Produk Terbaru RAVELLE Solusi Inovatif untuk Hunian Sehat dan Nyaman

    Berdasarkan laporan pada 13 Mei 2025, di Jakarta, indeks kualitas udara (AQI) mencapai angka 107, yang berarti “tidak sehat untuk kelompok sensitif” seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Kualitas udara yang buruk telah menyebabkan peningkatan kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan lebih dari 100.000 kasus di Jakarta. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan udara bersih saat ini sangat mendesak, terutama di kota-kota besar. Sebagaimana polusi udara telah menjadi masalah serius, virus dan bakteri juga terus berevolusi yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kualitas hidup.

    Melihat kondisi ini, penyedia peralatan rumah tangga yang inovatif dan modern RAVELLE memberikan solusi untuk kualitas udara yang lebih baik di dalam rumah. Brand yang berkomitmen dalam menghadirkan solusi rumah tangga yang fungsional dan estetis ini resmi meluncurkan tiga produk terbarunya, yakni Air Purifier, Dehumidifier, dan Vacuum Cleaner. Peluncuran ini menandai langkah besar RAVELLE dalam mendukung gaya hidup urban yang lebih sehat dan nyaman, melalui perangkat berkualitas tinggi yang tetap terjangkau.

    “Kami percaya bahwa semua orang berhak untuk hidup dalam hunian yang aman dan nyaman. Hunian yang sehat tidak harus mahal atau rumit, karena produk RAVELLE lahir dari kebutuhan nyata masyarakat urban yang menginginkan efisiensi, desain modern, dan fitur canggih dalam satu paket yang terjangkau. Produk yang ada di pasaran sering terlalu besar, mahal, atau tidak praktis. Kami menghadirkan produk yang lebih ringkas, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna rumahan di Indonesia,” ungkap Chief Executive Officer RAVELLE Wei Li.

    Dengan desain ringkas dan efisiensi daya tinggi, ketiga perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian modern di Indonesia yang sering menghadapi tantangan kualitas udara dan ruang terbatas. Tidak sekadar mengikuti tren pasar, RAVELLE menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Gaya hidup sehat makin menjadi prioritas banyak orang. Udara bersih, kelembaban ideal, dan rumah bebas debu jadi kebutuhan dasar di hunian modern masa kini. Produk-produknya tidak hanya hadir dengan teknologi terbaru, tetapi juga menggabungkan fungsi ganda dan nilai tambah yang jarang ditemukan di pasaran.

    Produk yang diluncurkan terdiri dari Air Purifier yang menghadirkan udara bersih dari bakteri dan polusi, sekaligus memberikan efek relaksasi melalui aromaterapi bawaan. Dehumidifier untuk mengatur kelembaban udara ideal dan mencegah tumbuhnya jamur dan lumut, 2-in-1 Dehumidifier + Air Purifier sebagai solusi hemat ruang dan biaya yang menggabungkan dua fungsi penting dalam satu perangkat ramping. Lalu,  Airflex Vacuum Cleaner & MOP yang dapat menghemat waktu, karena bisa menyedot debu sekaligus mengepel dalam satu alat yang dilengkapi Sofa Brush + Nozzle tambahan untuk membersihkan sofa, sela-sela, dan permukaan sempit lebih maksimal.(Red. Elmediora | Foto: Dok. RAVELLE)

  • Perlindungan Tepat Marina SPF Expert Saat Aktif Bergerak dalam Rangkaian Event Marina Suntastic Run 2025

    Perlindungan Tepat Marina SPF Expert Saat Aktif Bergerak dalam Rangkaian Event Marina Suntastic Run 2025

    Berkegiatan di luar rumah tanpa khawatir terhadap dampak buruk paparan sinar matahari merupakan keinginan setiap perempuan. Tetapi, fakta bahwa tinggal di negara tropis terkadang membuat perempuan Indonesia merasa dibatasi oleh matahari, karena khawatir kulitnya menjadi lebih gelap, kulit terbakar ataupun masalah serius lainnya, seperti meningkatnya resiko kanker kulit. Mengambil semangat women empowerment, Marina mengajak perempuan Indonesia untuk tetap aktif saat beraktivitas di bawah sinar matahari, melalui kegiatan fun run bertajuk “Road to Marina Suntastic Run 2025: Sun, Pace, Fun” Minggu (27/4) di area Car Free Day, FX Senayan.

    Elfia Rahmi sebagai Senior General Manager Brand Investment & Consumer Engagement Cosmetics & Consumer Marina menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian pembuka menuju acara puncak Marina Suntastic Run 2025, yang merupakan event Fun Run 5K yang akan dilaksanakan pada 25 Mei 2025 mendatang di area Plaza Sudirman Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

    “Perempuan masa kini harus bisa tampil percaya diri dan berani menginspirasi. Jadi, jangan biarkan sinar matahari membatasi aktivitasmu, karena banyak kesempatan maupun peluang yang bisa diraih dengan beraktivitas di luar ruang. Marina mengajak semua perempuan untuk tampil percaya diri di bawah sinar matahari dengan mengikuti rangkaian acara Marina Suntastic Run 2025, persembahan dari Marina untuk perempuan Indonesia,” jelas Elfia.

    Marina Suntastic Run 2025 sendiri merupakan event fun run pertama dari Marina, yang menargetkan 1300 partisipasi perempuan dari berbagai usia dan profesi, namun memiliki semangat yang sama ingin tetap aktif melalui kegiatan lari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para perempuan untuk tetap aktif berkegiatan di luar rumah tanpa rasa khawatir. Karena kulit mereka terlindungi dari sinar matahari dengan rangkaian produk dari Marina SPF Expert yang terdiri dari Marina Hand Body Lotion Extra SPF 30, Marina Sunblock dan Marina Expert White & Glow Face Sunscreen untuk perlindungan kulit mulai dari wajah sampai tubuh.

    Marina juga menghadirkan sesi edukasi bersama dermatologist guna membangun pemahaman akan pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar matahari berlebihan dan mencegah resiko kanker kulit dalam jangka panjang. Dokter Spesialis Kulit, Dr. Margaretha Indah Maharani, SpDVE, FINSDV, FAADV yang menjadi narasumber pada sesi edukasi kali ini turut menekankan pentingnya sunscreen bagi perempuan aktif yang sering beraktivitas di luar ruangan. Karena paparan sinar UV berlebihan tidak hanya berisiko merusak sel DNA kulit, namun dalam jangka panjang juga dapat memicu kanker kulit. (Red. Elmediora | Foto: Dok: Marina)

  • Tak Sekadar Panggung Mode, JF3 2025 Fokus Bangun Ekosistem Fashion Lebih Dinamis & Berkelanjutan

    Tak Sekadar Panggung Mode, JF3 2025 Fokus Bangun Ekosistem Fashion Lebih Dinamis & Berkelanjutan

    Memasuki dekade ketiga, JF3 Fashion Festival kembali hadir dan berkomitmen lebih dari sekadar panggung mode. Tahun 2025 fokus diperluas untuk membangun ekosistem fashion Indonesia yang lebih dinamis dan berkelanjutan. Dengan melibatkan desainer muda, model, jurnalis, hingga kreator, JF3 hadir untuk memberdayakan generasi penerus yang akan membawa industri mode Indonesia ke masa depan.

    Diselenggarakan oleh Summarecon dengan dukungan penuh dari pemerintah, pelaku industri fashion, mitra strategis nasional dan internasional, JF3 2025 akan berlangsung di dua lokasi utama. Di Summarecon Mall Kelapa Gading, fashion show akan digelar pada 24–27 Juli 2025, disusul oleh Niwasana by Fashion Village, sebuah pameran mode yang berlangsung hingga 3 Agustus. Sementara itu, Summarecon Mall Serpong akan menggelar fashion show pada 30 Juli–3 Agustus 2025, dengan pameran DRP Jakarta hingga 10 Agustus 2025.

    Recrafted a New Vision: Redefining Indonesia’s Competitive Edge in the Global Market. 

    JF3 Talk 2025 (Vol.1) yang berlangsung di Teras Lakon Summarecon Serpong pada 7 Mei 2025 menjadi bagian penting dalam membahas tema besar JF3 untuk tahun 2025: Recrafted a New Vision: Redefining Indonesia’s Competitive Edge in the Global Market. Diskusi ini menjadi langkah awal untuk mendorong seluruh pelaku industri untuk terus berperan aktif dalam membentuk ekosistem fashion Indonesia yang lebih matang, kolaboratif, dan kompetitif di pasar global.

    Merupakan ajakan untuk melihat kembali keterampilan kita dan menyusunnya ulang dengan visi yang lebih kuat, bukan hanya dari sisi artistik, tapi juga strategis. Keahlian yang tinggi dibutuhkan untuk pengembangannya, sehingga tidak terjebak dalam pengulangan yang membuat kita berjalan di tempat. “Saat ini kita tidak lagi perlu bertanya mengenai pandangan dunia, yang paling kita butuhkan. Sejak dulu adalah sejauh mana kita bisa melangkah dengan visi yang kita miliki. Kami mengajak semua kreator untuk melakukan perubahan. Mendorong batas dan mewujudkan apa yang tidak terlihat menjadi sebuah kenyataan. Membawa semua keterampilan yang kita miliki menjadi sebuah visi baru,” ujar Thresia Mareta, Founder Lakon Indonesia dan Advisor JF3.

    Tantangan Para Desainer Dalam Negeri Dalam Berkarya dan Pertahankan Bisnis

    Moderator JF3 Talk Vol.1 Dino Augusto berpendapat sekarang ini daya beli masyarakat terhadap produk lokal masih rendah, sementara produk impor justru kian membanjiri pasar. Diperlukan strategi yang lebih kuat dalam mengangkat brand lokal, agar mampu bersaing secara sehat di dalam negeri.

    Elok dari Brand Dola’ap Kebaya berterus terang dunia mode sekarang ini tengah menghadapi tantangan ekonomi. “Termasuk penerapan produk sustainable atau upcycle seperti seni cenderung sulit meyakinkan konsumen untuk membeli barang berbahan bekas. Diperlukan brand image yang kuat dan strategi komunikasi yang tepat, mengingat konsumen saat ini cenderung price-sensitive, sehingga sulit menjual produk sustainable dengan harga premium, karena kesadaran konsumen masih rendah terhadap nilai keberlanjutan,” ungkap Elok.

    Sementara, bagi Afif dari Brand ControlNew yang berdiri sejak 2018 masalah SDM menjadi kendala tersendiri dan baru dapat membentuk tim produksi setelah menghadapi tantangan besar dalam hal keterbatasan SDM. Dia berkata, “Awalnya, dia memanfaatkan tukang vermak sebagai pelaku upcycle, kemudian berkembang menjadi tim produksi yang lebih solid. Baginya, permasalahan  utama adalah keterbatasan bahan baku dan SDM dan tidak semua jenis kain dapat diolah untuk produksi upcycle. Itulah sebabnya, fokus utama brand tidak hanya pada upcycling denim, tapi juga menciptakan artikel baru yang memiliki nilai tambah dan dapat dijual dengan harga lebih tinggi.”

    Selain itu, Dalam proses desain, Afif menemukan dilema antara menciptakan desain simpel yang lebih mudah diproduksi dari kain sisa dan kebutuhan pasar akan desain yang unik dan menarik. “Target market harus ditentukan sejak awal dan keberhasilan strategi sangat bergantung pada ketajaman market intelligence. Anak muda saat ini mulai peduli pada desain dan harga, namun belum sepenuhnya sadar atau memperhatikan nilai di balik produk, misalnya proses upcycle. Itulah sebabnya, pendekatan branding yang dilakukan adalah menarik perhatian pasar melalui desain dan harga terlebih dahulu, lalu baru kita mengedukasi soal nilai dan proses upcycle,” tambahnya.

    Tantangan terbesar yang harus dihadapi para pelaku di dunia fashion menurut Astrela dari brand Bespoke adalah perubahan tren yang sangat cepat. Industri mode dituntut untuk memahami keinginan pasar, sambil tetap mempertahankan DNA brand dan forecast trend menjadi penting, agar bisa menggabungkan konsep brand dengan keinginan pasar. Sementara, Laura Muljadi berpendapat, “Masyarakat luar negeri bisa menghargai produk natural, tapi pengrajin lokal justru kurang mendapatkan spotlight di negeri sendiri.  Kebutuhan ekonomi mendesak membuat pengrajin kadang beralih ke bahan non-natural atau bahkan berhenti menenun, karena produk kreasinya tidak laku dan adanya ketimpangan akses pasar antara Jakarta dan daerah.”

    Sulawesi Selatan memiliki kekayaan motif seperti aksara Lontara, namun belum berhasil dikenal secara nasional dan hingga saat ini belum ada produsen batik yang secara konsisten mengangkat motif khas tersebut. Pasar lokal di Sulsel lebih didominasi oleh peminat tenun, sementara dia  ingin memperkenalkan batik sebagai bagian dari identitas budaya Sulsel dengan menggali motif-motif yang berbeda.

    “Saat ini, sistem penjualan kami masih terbatas melalui e-commerce dan WhatsApp, jadi belum ada penetrasi signifikan ke pasar nasional karena terbatasnya eksposur. Kami membutuhkan pentingnya dukungan dan sorotan lebih besar terhadap brand-brand dari luar Jawa agar bisa bersaing dan dikenal luas. Selain itu, tantangan lainnya adalah minimnya pengolahan limbah dan kesiapan SDM untuk mendukung produksi dalam skala besar,” ujar Ayu Gani dari brand Batik Sulawesi menerangkan permasalahannya.

     


    Berkolaborasi Bersama dan Berkarya dengan Produk Berkualitas

    JF3 pun berharap seluruh pelaku industri dapat berperan aktif secara bersama-sama agar lebih semangat lagi dalam membangun ekosistem fesyen Indonesia untuk kolaborasi, bertukar pikiran, dan terus berkarya dengan kualitas yang lebih matang. Ke depan, Theresa akan semakin fokus untuk menjalin hubungan internasional demi mendukung kemajuan industri fesyen lokal dan berharap endapat dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk pemerintah. Tahun ini, JF3 mengundang salah satu desainer dari Korea Selatan sebagai bagian dari kolaborasi dua arah. Jadi, tidak hanya mereka yang datang ke Indonesia, tapi partisipan festival yang sudah terselenggara sejak 2004 itu juga akan bertandang ke Negeri Ginseng. Berkolaborasi secara nasional dan internasional akan memperkuat dan memajukan dunia fashion di Tanah Air tetap eksis, sekaligus berujung menunjang perekonomian bangsa yang diwujudkan secara gotong royong. (Ells | Foto: Dok. JF3)

  • Menikmati Masa Pensiun di Kapal Pesiar

    Menikmati Masa Pensiun di Kapal Pesiar

    Menikmati masa pensiun di sebuah kapal pesiar bisa menjadi pilihan yang sangat menarik dan menyenangkan. Meskipun, tentu saja akan menelan anggaran hidup yang sangat mahal, namun tetap menjadi alternatif liburan bagi para pensiunan yang menyukai perjalanan panjang ke berbagai negara, dan berkesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru, yang bisa membantu para pensiunan merasa lebih berarti dan tidak merasa kesepian.

    Dengan suasana yang santai, pemandangan laut yang indah, serta berbagai fasilitas hiburan dan relaksasi, para pensiunan bisa merasakan sedang menikmati liburan yang tidak ada habisnya. Apakah Anda tertarik untuk melakukan perjalanan panjang dengan kapal pesiar, atau mungkin hanya ingin menikmati beberapa perjalanan singkat di sepanjang pantai?

    Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan jika Anda ingin menikmati masa pensiun dengan liburan di sebuah kapal pesiar:

    Kelebihan:

    1. Liburan yang Terus-Menerus

    Hidup di kapal pesiar memungkinkan Anda menikmati perjalanan ke berbagai destinasi tanpa perlu repot berpindah-pindah tempat. Ada kesempatan untuk mengekplorasi banyak tempat baru secara terus-menerus.

    1. Fasilitas Lengkap

    Kapal pesiar biasanya dilengkapin dengan berbagai fasilitas hiburan, restoran, spa, kolam renang, dan kegiatan sosial. Ini bisa sangat menyenangkan dan memudahkan pensiunan yang ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang bervariasi.

    1. Mudah Bersosialisasi

    Banyak kapal pesiar menawarkan berbagai kesempatan untuk bertemu orang-orang baru, yang bisa membantu para pensiunan merasa lebih terhubung  dan tidak merasa kesepian.

    1. Perawatan dan Layanan

    Kapal pesiar menyediakan layanan penuh, termasuk makanan, kebersihan, dan kegiatan hiburan. Ini membuat pensiunan tidak perlu khawatir tentang perawatan rumah atau tugas sehari-hari.

    1. Tidak Perlu Pindah Rumah

    Bagi mereka yang ingin tetap berkeliling dan menikmati kenyamanan tanpa harus berpindah-pindah rumah, kapal pesiar menjadi solusi praktis.

    Kekurangan:

    1. Biaya Tinggi

    Menikmati masa pensiun di sebuah kapal pesiar bisa sangat mahal. Biaya untuk kabin, kegiatan, dan fasilitas lainnya sering kali tinggi, dan biaya ini bisa bertambah seiring waktu.

    1. Keterbatasan Ruang

    Kabin di kapal pesiar umumnya lebih kecil daripada rumah atau apartemen, yang bisa membuat Anda merasa terbatas dalam hal ruang pribadi.

    1. Tidak Stabil

    Kapal pesiar sering berpindah tempat, yang mungkin tidak cocok bagi mereka yang lebih suka rutinitas tetap atau merasa pusing dengan pergerakan kapal.

    1. Masalah Kesehatan

    Meskipun ada layanan medis di kapal pesiar, masalah kesehatan bisa lebih rumit jika terjadi di tengah laut, terutama jika ada kondisi medis yang serius.

    1. Kurang Privasi

    Kehidupan di kapal pesiar bisa terasa lebih ramai, dengan interaksi sosial yang intens, yang mungkin tidak sesuai bagi mereka yang mencari kedamaian dan privasi lebih banyak.

    1. Kehilangan Hubungan Lokal

    Meskipun ada kesempatan untuk bertemu orang baru, para pensiunan mungkin merasa kehilangan ikatan yang lebih dalam dengan komunitas lokal, seperti teman dekat atau keluarga.

    Mengingat berbagai kelebihan dan kekurangan ini, keputusan terbaik untuk menikmati masa pensiun di sebuah kapal pesiar perlu disesuaikan dengan preferensi pribadi dan anggaran (klik: Estimasi Budget Liburan Di Kapal Pesiar) masing-masing. (Tims07)