Category: Profile

  • James Dyson Luncurkan Produk Inovatif Canggih Terbaru Dyson di Berlin

    James Dyson Luncurkan Produk Inovatif Canggih Terbaru Dyson di Berlin

    James Dyson tiba di Dyson Demo Store Berlin, pada 4 September 2025 dengan mengendarai Mini klasik – mobil yang telah ia kagumi sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1959.

    Ia sangat terinspirasi oleh Sir Alex Issigonis, pencipta Mini yang merevolusi desain mobil ini dari dalam ke luar, dengan pendekatan desain dan teknik yang inovatif. Mini menjadi mobil pertama yang menggunakan mesin melintang dengan penggerak roda depan, sehingga bodinya lebih ringkas namun tetap memaksimalkan ruang interior. Roda kecilnya menghilangkan lengkungan roda belakang yang biasanya mengurangi kenyamanan penumpang, sementara kualitas pengendalian mobil meningkat karena peletakan roda di sudut-sudut mobil dipadukan dengan penggerak roda depan.

    Saat memperkenalkan produk terbaru Dyson PencilVac™ di panggung, James Dyson, Pendiri Dyson, menyampaikan, “Dengan mengembangkan motor, pemanas, sistem pemisahan, dan aerodinamika baru, kami mampu merevolusi format produk sekaligus menghadirkan performa tinggi. Kami menciptakan penyedot debu siklon tanpa kehilangan daya hisap, motor berkecepatan tinggi, format penyedot debu tanpa kabel, navigasi visi robotik, kipas tanpa baling-baling, pengering tangan Airblade, serta pengering rambut digital Supersonic ultracepat. Hari ini kami memperkenalkan format baru sekaligus produk Dyson yang telah direkayasa ulang.”

    James Dyson memperkenalkan 11 produk terbaru, sebagian sudah tersedia sekarang dan sebagian akan segera hadir antara lain penyedot debu tertipis di dunia, Dyson PencilVac™. Dengan diameter 38mm meluncur dengan mudah di lantai serta membersihkan ke segala arah, termasuk menyamping dan di bawah furnitur rendah. Alat ini digerakkan oleh motor Hyperdymium™ 140k baru yang bertenaga dan kompak, dengan diameter kurang lebih seukuran koin 500 rupiah.

    Lalu, ada pengering rambut paling bertenaga Dyson Supersonic r™. Pengering rambut ini lebih ringan, lebih kecil, dan lebih bertenaga dibanding pendahulunya. Pengering udara ini dilengkapi dengan pemanas aliran laminar, aksesori cerdas dengan sensor RFID yang menyesuaikan aliran udara dan suhu, serta motor Hyperdymium™ canggih dari Dyson. Pemanas foil yang kecil dan ringan menjaga aliran udara laminar agar udara mengalir mulus di rambut Anda, meminimalkan turbulensi pada rambut.

    Kemudian, dirancang untuk performa pembersihan tertinggi untuk seluruh sisi rumah, hadir Dyson V16 Piston Animal menghadirkan rasa bersih mendalam di berbagai jenis lantai dan bisa membersihkan rambut panjang tanpa kusut. Ditenagai oleh motor Hyperdymium™ 900W ultra cepat generasi terbaru dari Dyson, alat ini menghasilkan daya hisap 315 air watt yang tidak berkurang untuk menghadapi debu dan kotoran membandel.

    Sementara, format baru yang belum pernah ada sebelumnya memperluas rangkaian pemurni udara Dyson. Dyson HushJet™ Purifier Compact adalah pemurni udara format kecil baru dengan aliran udara yang sangat tinggi namun sangat senyap, dan dirancang untuk menghasilkan pemurnian udara di seluruh ruangan. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Dyson)

  • Cara Prilly Latuconsina “Me Time” di tengah Rutinitas Padat Dimulai dari Menyikat Gigi

    Cara Prilly Latuconsina “Me Time” di tengah Rutinitas Padat Dimulai dari Menyikat Gigi

    Menjalani peran sebagai aktris, entrepreneur, content creator, serta kesibukan lainnya secara sekaligus tentu membuat hari-hari Prilly Latuconsina selalu penuh agenda. Meski demikian, menjaga kesehatan diri, mulai dari kulit, pola makan, hingga kebersihan gigi, adalah sesuatu yang tidak ia kompromikan. “Bagi aku, self-care itu bukan kemewahan, tapi justru penunjang stamina supaya tetap produktif,” tutur Prilly saat berbagi rutinitas paginya.

    Di sela persiapan syuting dan rapat daring, Prilly menekankan pentingnya meluangkan waktu untuk me-time singkat dan itu dimulai dari ritual dipagi hari yaitu menyikat gigi. “Buat aku menyikat gigi itu penting banget dan aku enjoy aktifitas ini setiap pagi. Tapi, dulu aku sempat bingung dengan masalah-masalah gigi. Aku paling tidak mau gigi berlubang, tapi aku juga punya masalah gigi sensitif. Paling bad mood kalau lagi makan atau minum kesukaan, terus ngilu padahal rajin sikat gigi. Makanya dulu aku suka bingung mau fokus yang mana,” ujarnya.

    Berdasarkan pengalamannya, berikut merupakan tiga kebiasaan sederhana Prilly yang bisa ditiru siapa saja untuk menjaga senyum sehat:

    1. Morning Routine yang Terstruktur: Meski harus bangun jam tiga pagi, Prilly selalu menyempatkan sarapan seimbang dan menyikat gigi sebelum memulai aktivitas. “Biasanya aku minum air hangat dulu, lalu sarapan supaya ada energi. Setelahnya, aku sikat gigi dengan pasta gigi yang bisa menjawab seluruh kebutuhan kesehatan gigi dan mulut secara bersamaan,” katanya.

    Menariknya, Prilly sengaja menjauh dari gadget saat menyikat gigi.  “Beberapa menit itu aku anggap kayak momen me time kecil. Tak ada handphone, cuma aku dan cermin di kamar mandi. Itu waktu yang tenang banget sebelum memulai kegiatan.”

    2. Double Protectiondalam Merawat Gigi: Rutin dan Konsisten: Di sela aktivitasnya yang padat, Prilly selalu disiplin menjaga kesehatan giginya. Ia menyikat gigi dua kali sehari, masing-masing selama dua menit, dan menyempatkan kunjungan ke dokter gigi minimal dua kali setahun.

    “Kita biasanya sudah niat jaga penampilan—dari skincare, rambut, sampai outfit. Sayang banget kalau senyum nggak ikut dijaga. Masalah kayak gigi ngilu atau bolong bisa langsung turunkan rasa percaya diri. Makanya, aku selalu pilih produk yang bisa jawab dua-duanya sekaligus. Sekarang aku pakai pasta gigi Sensodyne Cegah Gigi Berlubang dan Sensitif yang bisa bantu lindungi dari gigi berlubang sekaligus ngilu. Dipakai rutin, hasilnya terasa nyaman sepanjang hari,” tambahnya.

    3. Rutinitas Malam Yang Tidak Pernah Dilewatkan: Walau pulang larut malam, ia tetap disiplin soal rutinitas malam. “Seberapa capek pun aku, aku tak pernah tidur tanpa sikat gigi dan flossing. Itu sudah jadi kebiasaan sejak kecil. Mama yangajarkan dan sampai sekarang aku bersyukur sekali.”

    Setelahnya, Prilly menutup hari dengan serangkaian skin care sebelum tidur. “Buat aku, menjaga kesehatan gigi itu bukan sesuatu yang bisa ditawar, dan oleh karenanya aku selalu jadikan perawatan gigi sebagai bagian dari keseharian, bukan tambahan kalau aku lagi sempat.”

    “Kesehatan gigi itu menjadi bagian tidak terpisahkan dari penampilan yang menyeluruh untuk aku. Jadi aku jaga kesehatan gigi. Cukup rajin sikat gigi pagi dan malam pakai pasta gigi yang bisa cegah bolong dan gigi ngilu—simple, tapi dampaknya luar biasa untuk tingkatkan percaya diri seharian plus bisa makan atau minum tanpa takut ngilu.”

    Sebagai penutup, Prilly berharap kebiasaan kecil yang ia jalani bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai peduli pada kesehatan gigi sejak dini. Menurutnya, banyak orang baru menyadari pentingnya perawatan gigi saat sudah muncul masalah. Padahal, dengan rutinitas yang tepat, menjaga senyum sehat bisa menjadi bagian dari keseharian yang ringan dan menyenangkan.

    Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif kini sudah tersedia di berbagai toko dan e-commerce, termasuk Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop. Jangan lewatkan promo peluncurannya selama periode terbatas! Yuk, dapatkan perlindungan ganda untuk gigi sensitif dan berlubang dengan harga spesial! (Red. Elmediora | Foto: Dok. Istimewa)

  • Berhubungan Erat dengan Masyarakat Adat, Brigjen Pardosi Tuai Apresiasi dari Tokoh Papua

    Berhubungan Erat dengan Masyarakat Adat, Brigjen Pardosi Tuai Apresiasi dari Tokoh Papua

    Kinerja Brigjen TNI Marinir F.J.H Pardosi sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) X/Jayapura menuai pujian dari berbagai elemen masyarakat Papua. Kepemimpinannya dinilai membawa pendekatan baru yang lebih humanis, terbuka, dan berakar pada kearifan lokal. Mulai dari sinergi dengan masyarakat adat, partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, hingga menjaga stabilitas kawasan maritim dengan pendekatan budaya dan edukatif.

    Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, Nerlince Wamuar, SE., M.Pd., menyebut hubungan Lantamal X dengan masyarakat adat berjalan sangat baik. Bahkan, menurutnya, Brigjen Pardosi adalah pemimpin yang tidak berjarak. “Beliau hebat, sebagai orang nomor satu di Lantamal X, mau datang langsung ke kantor MRP. Itu suatu kehormatan bagi kami. Hubungan kami jadi sangat baik sejak saat itu,” ujar Nerlince (09-07-2025).

    Dekat dengan Masyarakat Adat

    Ia menambahkan, Brigjen Pardosi sangat dekat dengan masyarakat adat, tidak hanya dalam bentuk komunikasi, tapi juga keterlibatan langsung dalam kegiatan seperti penanaman mangrove, penanaman jagung, serta aksi bersih sungai dan pantai. Paling membanggakan, kata Nerlince, adalah inisiatif Brigjen Pardosi yang mengusulkan penggunaan nama lokal untuk Lantamal Jayapura, menggantikan istilah berbahasa Sanskerta.

    “Itu sangat luar biasa. Beliau punya keberpihakan pada kearifan lokal,” tambahnya. Apresiasi serupa disampaikan oleh tokoh adat Papua, Melly Auwy. Ia menilai Brigjen Pardosi pantas diberi penghargaan atas kedekatannya dengan masyarakat adat.

    “Saya sendiri ikut melihat bagaimana beliau duduk bersama para-para adat, berdiskusi dan mendengarkan dengan hati. Itu bukan hal yang biasa dilakukan pemimpin militer,” ungkap Melly. Ia menambahkan, masyarakat adat merasa lebih dihargai dan dilibatkan. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin terus dipertahankan dan diperkuat untuk masa depan yang lebih baik.

    “Kehadiran Brigjen Pardosi diterima alam Papua, para leluhur, dan diberkati Tuhan,” pungkasnya. Sementara itu, dari sisi analisis strategis, Dr. Laus Rumayon, Ketua Analisis Papua Strategis dan dosen FISIP Universitas Cenderawasih, menilai pendekatan Brigjen Pardosi dalam menjaga stabilitas kawasan maritim sangat tepat.

    “Pendekatan beliau tidak hanya bersifat kewilayahan, tapi juga menyentuh sisi antropologis dan sosiologis. Ia membangun stabilitas melalui pemberdayaan masyarakat pesisir dan budaya maritim,” jelasnya.

    Menurut Laus, pendekatan yang digunakan Lantamal X mencerminkan sinergi antara kekuatan militer dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga menyoroti peningkatan kerja sama antara Lantamal X dan masyarakat sipil serta lembaga pendidikan, termasuk dalam edukasi lingkungan dan pelestarian laut. “Kepemimpinan Brigjen Pardosi termasuk dalam kategori partisipatif. Ia bukan tipe pemimpin yang hanya memberi perintah, tapi mau mendengar dan melibatkan semua pihak dalam mencari solusi bersama,” ujarnya.

    Mendukung Program Pemerintah Daerah dan Nasional

    Dalam konteks mendukung program pemerintah daerah di Kota Jayapura, Brigjen Pardosi telah menginisiasi sejumlah program kolaboratif antara Lantamal X dan Pemda, seperti: Kampung Pelangi, bagian dari gerakan Kampung Bahari Nasional, yang meningkatkan potensi wisata Kampung Tobati, Enggros, dan Kayu Pulo. Edukasi publik melalui seminar kemaritiman dan kesehatan laut, bekerja sama dengan para pakar bidang kesehatan.

    Festival budaya dan olahraga perairan seperti renang laut, lomba perahu tradisional, festival kuliner laut, serta lomba foto bawah laut, yang semuanya bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir Teluk Humbolt. Tidak hanya itu, Lantamal X di bawah komando Brigjen Pardosi juga menjalin kerja sama dengan Duta Besar Seychelles untuk ASEAN, Bapak Nico Barito, dalam mengintegrasikan program Kampung Bahari Nusantara (KBN) dengan konsep Blue Natural Capital yang menjadi bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Program ini mencakup:

    Perekonomian: Budidaya ikan laut dan air tawar melalui sistem keramba jaring apung. Ketahanan lingkungan: Edukasi dan praktik pelestarian ekosistem bahari, sejalan dengan konsep pertahanan non-militer. Seluruh inisiatif ini sejalan dengan arahan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, serta merupakan bagian dari pelaksanaan program ASTA CITA Presiden RI Prabowo Subianto: Memantapkan Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara serta Mendorong Kemandirian Bangsa melalui Swasembada Pangan, Energi, Air, serta Penguatan Ekonomi Biru dan Hijau.

    Dengan pendekatan menyeluruh ini, Brigjen TNI Marinir F.J.H Pardosi dinilai tidak hanya menjalankan peran sebagai pemimpin militer, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat dan penggerak perubahan sosial di tanah Papua.

    Harapan Masyarakat Papua: Tetaplah Lebih Lama

    Seiring dengan pujian yang diberikan, masyarakat adat dan tokoh Papua juga menyuarakan harapan agar Brigjen Pardosi dapat bertugas lebih lama di Bumi Cenderawasih. “Kami belum puas dengan kepemimpinan beliau. Baru sebentar, tapi dampaknya sudah begitu besar. Kalau bisa, jangan cepat dipindahkan,” ujar Melly Auwy.

    Hal senada diungkapkan Nerlince Wamuar yang menilai kehadiran Brigjen Pardosi telah menciptakan iklim saling percaya antara institusi militer dan masyarakat. “Kalau semua pemimpin seperti beliau, Papua akan damai dan maju. Kami berharap negara memberi waktu lebih lama bagi beliau untuk menuntaskan semua program baik ini,” tutupnya. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Istimewa)

  • Tak Pernah Daki Gunung, Usia 57 Rara Wilis Kencana Sukses Capai Puncak Tertinggi Tujuh Gunung dalam 18 Hari!

    Tak Pernah Daki Gunung, Usia 57 Rara Wilis Kencana Sukses Capai Puncak Tertinggi Tujuh Gunung dalam 18 Hari!

    Aktivitas mendaki gunung saat usia kita tidak lagi muda tampak begitu menantang, tetapi sosok-sosok pantang mundur bisa membuktikan bahwa itu adalah hal yang bisa diwujudkan dan bahkan bermanfaat bagi kesehatan kita. Kuncinya adalah persiapan yang matang, memilih medan yang sesuai, dan ‘mendengarkan’ tubuh serta tidak memaksakan diri atau sering beristirahat saat pendakian. Dengan perencanaan dan persiapan yang tepat, pendakian gunung bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, sekaligus memperkaya pengalaman kehidupan kita, seperti yang dialami Rara Wilis Kencana.

    Alumni SMA 12 Jakarta Tahun 1987 dan Akademi Sekretaris LPK Tarakanita Tahun 1990 ini adalah salah satu sosok pendaki gunung perempuan yang sukses melakukannya. Di tengah kesibukan kerja sebagai personal assistant seorang pengusaha ternama di Indonesia, ia berhasil melakukan satu pencapaian tertinggi yang dapat menginspirasi kaum Hawa di Indonesia. Pada 28 Juni 2025 yang baru lalu Alice, panggilan akrab perempuan berdarah campuran Jawa dan Belanda ini, sukses menyelesaikan pendakian ketujuh di Puncak Gunung Rinjani sekaligus merayakan hari ulang tahunnya yang ke-57 tahun di ketinggian 3726 mdpl (meter di atas permukaan laut).

    Pendakian ke Gunung Rinjani, gunung berapi aktif tertinggi kedua di Indonesia ini, merupakan pendakian pamungkas dari program Alice 7 Summits 2025 yang ia rancang sebagai terapi penyembuhan telapak kaki kanannya yang cidera.

    Alhamdulillah, saya sungguh bersyukur akhirnya sukses menyelesaikan program Alice 7 Summits 2025, melakukan pendakian di puncak tertinggi tujuh gunung di Indonesia. Dari tujuh gunung itu tiga di antaranya merupakan gunung tertinggi di tiga provinsi. Yaitu, Gunung Ciremai 3.078 mdpl yang disebut Atap Jawa Barat pada pendakian pertama. Gunung Slamet 3.428 mdpl Atap Jawa Tengah pada pendakian kelima, dan Gunung Rinjani 3.726 mdpl Atap Nusa Tenggara Barat pada pendakian ketujuh,” papar Alice, yang tetap terlihat cantik dan sama sekali tidak menunjukkan rasa kelelahan, meski baru sepekan lalu kembali dari Gunung Rinjani. Dia begitu semangat saat berbagi pengalaman sembari makan siang dengan para insan media di sebuah restoran di Jakarta (05-07-2025).

    Tidak Ada yang Mustahil dalam Meraih Mimpi

    Pendakian pamungkas ke Gunung Rinjani merupakan pendakian paling berat dan menegangkan selama pelaksanaan Alice 7 Summits 2025. Alice dan seluruh anggota tim mulai melakukan pendakian ke Gunung Rinjani pada Jumat 27 Juni 2025, dua hari setelah Tim Rescue Gunung Rinjani mengevakuasi jenazah Juliana Marins. Warga negara Brasil berusia 26 tahun yang jatuh terperosok ke dalam jurang di jalur pendakian Cemoro Tunggal pada Sabtu dua pekan lalu. Suasana duka masih terasa di Gunung Rinjani. Alice dan seluruh anggota tim diliputi rasa cemas dan waswas.

    “Dari keberhasilan program Alice 7 Summits ini saya ingin menyatakan bahwa kita kaum perempuan dapat meraih sesuatu yang kita inginkan, sesuatu pencapaian tertinggi yang menjadi mimpi kita. Dengan kerja keras, perencanaan matang, mengetahui kekurangan dan kelemahan sendiri, kesiapan fisik dan mental, dan didukung tim yang bersatu untuk  mewujudkan mimpi kita menjadi kenyataan,” ungkap Alice yang memimpin langsung Tim Alice 7 Summits 2025.

    Di awal pendakian ke Puncak Gunung Rinjani, setelah melintasi sabana dari Pos 2 menuju Pos 3, Alice sempat berhenti dan bertanya kepada seluruh anggota timnya. Mau terus naik sampai Puncak Gunung Rinjani atau balik badan kembali ke Basecamp Sembalun.

    Hal yang sama Alice sampaikan kepada seluruh anggota Tim Pendaki Alice 7 Summits 2025 saat berada di Letter E, jalur pendakian sangat panjang dan melelahkan yang brutal dan ekstrim dengan medan batu berpasir yang mudah longsor. Lalu, di kiri kanan berbatasan langsung jurang terbuka menganga yang sangat curam seperti yang tampak pada insiden yang dialami Juliana Marins. Alice kembali bertanya apakah tetap mau summit ke Puncak Gunung Rinjani sekitar tigapuluh menit lagi atau balik turun ke Camp Site 2 Pelawangan Sembalun.

    Semua Serentak Menjawab: Summit!

    “Saya ingin mencapai Puncak Gunung Rinjani bersama seluruh anggota tim pendakian saya. Kalau saja ada satu orang yang tidak sanggup saya tidak akan memaksa sampai ke Puncak Gunung Rinjani. Alhamdulillah, akhirnya semua sampai ke Puncak Gunung Rinjani. Bahagia sekali dapat merayakan hari ulang tahun saya yang ke-57 tahun bersama seluruh anggota tim Alice 7 Summits 2025. Impian saya jadi kenyataan,” jelas Alice dengan mata berbinar dan senyum bahagia.

    Seperti kita ketahui ia melakukan pendakian dalam program Alice 7 Summits 2025 dalam 18 hari pendakian selama rentang waktu lima bulan pada Januari hingga Juni 2025. Alice memang tidak melakukan kegiatan pendakian pada bulan Maret 2025, karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Ia mewujudkan pendakian ke tujuh puncak gunung di Indonesia sebagai salah satu terapi penyembuhan telapak kaki kanannya yang cidera. Alice merancang program Alice 7 Summits di tujuh gunung dengan ketinggian di atas 3.000 mdpl. Enam gunung di Pulau Jawa dan satu gunung di Pulau Lombok.

    Sebelum melakukan summit ke Gunung Rinjani 3.726 mdpl pada 27 – 29 Juni 2025, Alice sudah menyelesaikan pendakian ke Gunung Ciremai (3.078 mdpl) pada 18 – 19 Januari 2025. Gunung Sumbing (3.371 mdpl) pada 26 – 28 Januari 2025, Gunung Sindoro (3.153 mdpl) pada 22 – 23 Februari 2025, Gunung Lawu (3.265 mdpl) pada 2 – 4 April 2025, Gunung Slamet (3.428 mdpl) pada 11 – 13 Mei 2025, dan Gunung Merbabu (3.145 mdpl) pada 29 – 30 Mei 2025.

    Mencapai puncak tertinggi tujuh gunung dengan ketinggian di atas 3.000 mdpl dalam 18 hari. Dilakukan seorang perempuan pekerja kantoran yang sebelumnya tidak pernah sama sekali mendaki gunung manapun adalah sebuah keajaiban dan mimpi yang jadi nyata untuk Alice.

    “Saya bersyukur dan sungguh berbahagia dengan keberhasilan pencapaian tertinggi dalam Alice 7 Summits 2025 ini. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya dapat berada di puncak tertinggi tujuh gunung di Indonesia dan ternyata saya sudah berhasil mencapai puncak Gunung Ciremai, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Lawu, Gunung Slamet, Gunung Merbabu, dan Gunung Rinjani yang menjadi impian para pendaki gunung dalam 15 hari pendakian. Saya bangga dengan pencapaian tertinggi ini. Saya berharap kaum perempuan di Indonesia dapat terinspirasi dengan apa yang sudah saya lakukan dalam Alice 7 Summits 2025,” kata Alice, nenek seorang orang cucu yang baru saja diperpanjang masa pensiunnya selama lima belas tahun.

    Perempuan yang tetap berdandan di atas gunung dan membawa perangkat internet satelit buatan Elon Musk supaya tetap terhubung dengan Big Boss ini berbagi cerita pendakian langsung dari gunung kepada masyarakat luas, seperti yang ia lakukan di Gunung Slamet dan Gunung Rinjani. Pengalaman berharga ini tidak hanya disimpan untuk dirinya sendiri, tapi di-sharing ke banyak orang dan menjadi cerita berguna yang bermanfaat dan menginspirasi… (Elly | Foto: Dok. Alice)

  • Sang CEO Stellantis Antonio Filosa Umumkan Struktur Organisasi Baru dari Berbagai Belahan Dunia

    Sang CEO Stellantis Antonio Filosa Umumkan Struktur Organisasi Baru dari Berbagai Belahan Dunia

    Antonio Filosa telah resmi menjabat sebagai Chief Executive Officer Stellantis dan mengumumkan struktur manajemen baru, yang berlaku efektif mulai 23 Juni 2025. Tim tersebut dibentuk dengan mengandalkan pengalaman dan keahlian Stellantis di industri otomotif dari berbagai belahan dunia.

    “Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk memimpin Stellantis, sebuah perusahaan global yang memiliki eksistensi kuat di berbagai wilayah. Kami memiliki keunggulan dengan sumber daya manusia yang ahli di bidangnya, jajaran merk ikonik dibawah naungan Stellantis, dan jutaan pelanggan setia dan produk-produk yang inovatif. Hal tersebut menjadi sumber inspirasi bagi kami untuk meraih pencapaian-pencapaian baru di masa depan,” ujar CEO Antonio Filosa.

    Struktur organisasi terbaru Stellantis dibentuk dengan mempertimbangkan talenta setiap individu dan pengambilan keputusan strategis. Menyesuaikan dengan kondisi wilayah operasional dan berorientasi untuk kepuasan pelanggan di seluruh dunia. Struktur manajemen Stellantis yang diumumkan hari ini adalah sebagai berikut:

    • Antonio Filosa, CEO, tetap menjalankan perannya sebagai kepala wilayah Amerika Utara dan merek-merek Amerika.
    • Doug Ostermann, CFO, kini juga bertanggung jawab atas kegiatan merger dan akuisisi serta joint venture.
    • Jean-Philippe Imparato tetap menjabat sebagai kepala wilayah Eropa dan diperluas ke beberapa merek Eropa, yang mencakup Maserati.
    • Emanuele Cappellano bergabung sebagai kepala wilayah Amerika Selatan dan bertanggung jawab atas Stellantis Pro One, unit bisnis kendaraan niaga perusahaan.
    • Philippe de Rovira ditunjuk untuk memimpin wilayah di luar Amerika dan Eropa, serta tetap memegang tanggung jawab atas Stellantis Financial Services.
    • Davide Mele bergabung untuk memimpin Perencanaan Produk.
    • Ned Curic tetap memimpin Pengembangan Produk & Teknologi.
    • Sébastien Jacquet, yang ditunjuk sebagai kepala Kualitas pada awal bulan ini, kini bergabung dalam tim Stellantis.
    • Monica Genovese ditunjuk sebagai kepala Pengadaan.
    • Scott Thiele mengemban peran baru sebagai kepala Rantai Pasok dan bergabung dalam Stellantis, menyatukan aktivitas yang sebelumnya berada di bawah Perencanaan dan Manufaktur.
    • Arnaud Deboeuf tetap memimpin bidang Manufaktur.
    • Xavier Chéreau tetap memimpin bidang Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan.
    • Clara Ingen-Housz bergabung dengan Stellantis sebagai kepala Urusan Korporat & Komunikasi.

    “Seiring kita memasuki babak baru dalam perjalanan Stellantis, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Maxime Picat dan Béatrice Foucher atas kontribusi yang luar biasa selama bertahun-tahun pengabdian mereka di Stellantis. Kami semua mendoakan yang terbaik untuk langkah mereka selanjutnya,” tutup Antonio. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Stellantis)

  • Menpar Widiyanti Dampingi Brigitte Macron dalam Spouse Program ke Museum Nasional dan Borobudur

    Menpar Widiyanti Dampingi Brigitte Macron dalam Spouse Program ke Museum Nasional dan Borobudur

    Kementerian Pariwisata (Kemenpar) turut mendukung pelaksanaan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron ke Indonesia pada 27-29 Mei 2025 yang diharapkan semakin meningkatkan kemitraan kedua negara, termasuk di sektor pariwisata.

    “Saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan acara yang tidak hanya menunjukkan hubungan kuat antara Indonesia dan Prancis, tetapi juga mengedepankan hospitality dan pariwisata dalam membangun kedekatan antarnegara,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

    Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia, Kementerian Pariwisata terlibat dalam dua agenda penting yang akan mempererat hubungan budaya dan pariwisata kedua negara. Yakni perumusan “Joint Visions 2050 Indonesia” dan Prancis serta Cultural Declaration.

    Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana turut menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Negara, termasuk menemani Ibu Negara Prancis dalam dua spouse program di Museum Nasional dan Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, serta makan malam kenegaraan di Istana Negara.

    Joint Vision 2050

    Kementerian Pariwisata juga ikut mendukung terbentuknya “Joint Vision 2050” antara Indonesia dan Prancis yang disepakati dalam pertemuan bilateral kedua negara. “Joint Vision 2050” tidak hanya mencakup penguatan kerja sama ekonomi, tetapi juga pariwisata dan kebudayaan, dengan harapan dapat membuka lebih banyak peluang untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan dan saling mendukung dalam bidang budaya antara kedua negara.

    Pemerintah Indonesia dan Prancis bersepakat meningkatkan pertukaran wisatawan bilateral melalui konektivitas, promosi pariwisata berkualitas tinggi, guna mendorong peningkatan people-to-people contact di antara penduduk kedua negara. Prancis dan Indonesia juga akan memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia pariwisata berstandar kompetensi industri pariwisata internasional, peningkatan investasi pariwisata, serta pengembangan transformasi digital.

    Cultural Declaration

    Sebagai bagian dari pertemuan, kepala negara dari kedua negara juga menandatangani cultural declaration yang bertujuan meningkatkan pertukaran budaya dan memperkuat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Prancis. Meskipun tidak  ada penandatanganan MoU, visi bersama ini menjadi fondasi penting untuk langkah-langkah strategis lebih lanjut dalam memperkuat sektor pariwisata, seni, dan budaya di masa depan.

    Dalam Cultural Declaration ini, Kementerian Pariwisata secara khusus berperan dalam pengembangan gastronomi. Pemerintah Indonesia dan Prancis sama-sama berkomitmen terhadap ragam gastronomi yang mencerminkan kekayaan dan keragaman tradisi kuliner daerah masing-masing, dan keinginan agar warisan gastronomi lebih dikenal di masing-masing negara.

    Spouse Program: Partisipasi Menteri Pariwisata Mendampingi Ibu Negara Brigitte Macron

    Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga mendampingi Ibu Negara Brigitte Macron dalam acara spouse program yang digelar di Museum Nasional, Jakarta. Kepada Ibu Negara Brigitte Macron, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menjelaskan 20 display wastra atau kain tradisional, yang dikurasi langsung oleh Menteri Pariwisata dari seniman batik Nur Cahyo.

    Masih dalam rangkaian spouse program, pada tanggal 29 Mei 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri juga akan mendampingi Brigitte Macron dalam jamuan makan siang di Manohara, sebuah resort yang terletak di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Megalang, Jawa Tengah. Dalam acara itu Brigitte Macron juga akan disuguhi pameran seni dan budaya.

    Museum Nasional Diubah Menjadi Galeri L’Art Botanique du Paradis oleh Didit Hediprasetyo

    Museum Nasional selama kunjungan Ibu Negara Prancis didesain dengan sentuhan elegan dan bernilai seni tinggi (haute couture). Hal ini dikarenakan Kunjungan Presiden Macron dan Ibu Negara ke Indonesia dilakukan dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomasi Indonesia dan Prancis.

    Dalam perayaan ini, Yayasan Didit Hediprasetyo mengadakan L’Art Botanique du Paradis, sebuah pameran imersif desain interior, mode, dan seni kontemporer oleh seniman dan desainer terbaik Indonesia seniman dan desainer terbaik.  Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, pameran unik ini mengubah  tempat bersejarah menjadi lima ruangan yang berbeda, dikuratori secara artistik dengan menampilkan kerajinan Indonesia yang beragam kerajinan, kekayaan botani, dan kepekaan desain. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)

  • 10 Atlet Voli Tercantik Dunia

    10 Atlet Voli Tercantik Dunia

    1.Arina Fedorovtseva, Russia

    2. Tatyana Demyanova, Russia

    3. Rosamaria Montibeller, Brazil

    4. Zehra Günes, Turki

    5. Klara Peric, Kroasia 

    6. Dana Rettke, USA 

    7. Hande Baladin, Turki

    9. Magdalena Stysiak, Polandia

    10. Dilay Özdemir, turki