Category: Lifestyle

  • Pagelaran Sabang Merauke Hikayat Nusantara Mengapresiasi Budaya dan  Menyatukan Bangsa

    Pagelaran Sabang Merauke Hikayat Nusantara Mengapresiasi Budaya dan Menyatukan Bangsa

    iForte dan BCA kembali menghadirkan Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway 2025, sebuah pertunjukan teatrikal kolosal bertema “Hikayat Nusantara”, yang sukses digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Malam Premiere Show pada 22 Agustus ini menjadi momen pertama bagi penonton untuk menyaksikan panggung dua kali lebih besar dibandingkan pertunjukan tahun lalu. Lengkap dengan tata lampu dramatis, visual spektakuler, dan tata panggung yang menghadirkan pengalaman teatrikal broadway kolosal yang belum pernah terlihat sebelumnya.

    Premiere Show ini menjadi bukti kolaborasi lintas generasi dan lintas bidang, menggabungkan musik, tarian, teater, dan kostum dalam satu pertunjukan yang memukau. Kisah-kisah rakyat Nusantara dihidupkan kembali, mulai dari Hikayat Yuyu Kangkang & Malin Kundang, Hikayat Si Tumang, Mahadewi, hingga Hikayat Calon Arang, divisualkan melalui 31 lagu, lebih dari 100 koreografi, dan lebih dari 800 kostum penari serta 40 tampilan khusus penyanyi, menghadirkan nuansa teatrikal dan edukatif yang lengkap.

    Cerita dibuka dengan kemunculan Bagong (Indra Bekti) dan Petruk (Risang Janur Wendo), dua Punakawan yang memandu jalannya cerita dengan humor dan interaksi. Mereka melapor pada Semar bahwa misi mengenalkan pahlawan telah selesai, namun Semar memberi amanat baru: ada bahaya laten yang mengancam seni tradisi dan budaya Nusantara. Mereka ditemani Zee (Zahara Christie), generasi muda penuh semangat, serta istri Semar, Kanastren (Sruti Respati), yang menambahkan dimensi emosional dan segar dalam alur cerita.

    Kemegahan panggung langsung terasa lewat lagu “Padang Wulan” dari Jawa Tengah yang dibawakan Nino Prabowo, memperkenalkan sosok mitologi Yuyu Kangkang sebagai pembuka Hikayat Nusantara.

    Dari Aceh, Yuyun Arfah, Gabriel Harvianto, dan Christine Tambunan menyanyikan “Bungong Jeumpa” dengan penuh penghayatan. Disusul dengan suasana syahdu dari tanah Batak melalui “Butet” dan “Rambadia” oleh Alsant Nababan bersama Yuyun Arfah dan Christine Tambunan. Nuansa riang pun hadir dari Jambi lewat “Injit-Injit Semut” oleh Yura Yunita bersama paduan suara anak The Resonanz Children’s Choir (TRCC) membawa keceriaan yang membangkitkan semangat penonton.

    Dari Lampung, lagu “Pang Lipang Dang” dibawakan dengan penuh keceriaan oleh The Resonanz Children’s Choir yang beranggotakan anak-anak berusia 8–13 tahun. Penampilan ini semakin istimewa karena turut menampilkan Tari Tuping, tarian tradisional dengan topeng khas Lampung yang untuk pertama kalinya dihadirkan di panggung Pagelaran Sabang Merauke, menambah warna baru dalam perjalanan budaya Nusantara.

    Sorak penonton semakin menggema saat dari Sumatera Selatan, Christine Tambunan dan Gabriel Harvianto membawakan “Gending Sriwijaya” dengan megah, diperkaya atraksi Barongsai kelas dunia dari Kong Ha Hong yang membuat panggung bergemuruh oleh atraksi energiknya.

    Dari tanah Sunda, legenda Si Tumang dihidupkan kembali dengan “Manuk Dadali” yang dibawakan Roland Rogers, menampilkan simbol kekuatan dan pengorbanan. Puncak dramatik di Yogyakarta hadir melalui kisah Mahadewi, dibawakan PADI Reborn dan Yura Yunita. Lagu “Mahadewi” diperkuat efek teatrikal yang spektakuler: Yura Yunita terbang menggunakan sling di atas naga raksasa, menjadi momen spektakuler yang membuat seluruh Indonesia Arena bergetar oleh decak kagum penonton.

    Dari timur Nusantara, Christine Tambunan dan Alsant Nababan menghadirkan keceriaan lewat lagu “Lulo” dari Sulawesi Tenggara, yang sukses mengajak penonton turun ke panggung untuk menari dan bernyanyi bersama. Energi berlanjut ke Maluku, ketika Mirabeth Sonia dan Swain Mahisa membawakan “Ayo Mama”, disusul kolaborasi hangat bersama Roland Rogers lewat “Hai Rame-Rame” yang membuat seluruh arena bergemuruh dalam sukacita.

    Bali menghadirkan “Tembang Calon Arang” oleh Pradnya Larasati, menghadirkan nuansa mistis dan teatrikal, sementara Papua menutup rangkaian dengan “Sajojo”, dibawakan Gabriel Harvianto, Roland Rogers, Yuyun Arfah, dan Christine Tambunan, ditutup atraksi marching band dan koreografi perang spektakuler.

    Seluruh panggung hidup berkat lebih dari 800 kostum penari dan 40 tampilan khusus penyanyi, karya Jember Fashion Carnaval, Pesona Gondanglegi, Priyo Oktaviano, Anggoro Kancil, serta 19 desainer ternama Indonesia. Aksesoris berhias emas asli dan ornamen autentik menegaskan kualitas panggung kelas dunia, sementara tata lampu dan visual yang belum pernah dilihat sebelumnya memperkuat setiap adegan, termasuk momen puncak naga Mahadewi. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Soe Mid San)

  • Suguhan Kuliner Legendaris Nusantara di JF3 Food Festival 2025  Selama 45 Hari di La Piazza

    Suguhan Kuliner Legendaris Nusantara di JF3 Food Festival 2025 Selama 45 Hari di La Piazza

    Setelah ditunggu-tunggu, JF3 Food Festival kembali hadir memanjakan lidah para pecinta kuliner. Selama 45 hari berturut-turut, mulai 15 Agustus hingga 28 September 2025, La Piazza Summarecon Mall Kelapa Gading disulap menjadi pusat perayaan kuliner terbesar di Jakarta. Dua program andalan, Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) dan Wonderful Culinary Expo (WCE), kembali digelar bersamaan, menghadirkan pengalaman kuliner yang kaya rasa sekaligus penuh cerita.

    Dengan mengusung tema “Citarasa Nusantara”, JF3 Food Festival 2025 menghadirkan 100 tenant kuliner legendaris dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk 11 tenant hasil kurasi dari The Gading Archive (TGA). Tema Citarasa Nusantara ini menjadi wujud komitmen untuk menyajikan hidangan autentik dari berbagai penjuru negeri, di mana setiap sajian bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga membawa kekayaan budaya yang melekat di baliknya. Tahun ini, lebih dari 942 menu khas dari 103 pedagang kuliner legendaris Indonesia dihadirkan untuk mengajak pengunjung berkeliling rasa tanpa harus meninggalkan Jakarta.

    Menjajaki Berbagai Kuliner Khas

    Kampoeng Tempo Doeloe akan menyajikan kuliner khas dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, hingga Timur Indonesia. Beberapa kuliner yang direkomendasi di KTD tahun ini antara lain: Bakmi dan Bajigur Kadin Mbah Hj. Karto Pak Rochadi Asli Jogja, Kueh Moaci Gemini Kentangan, Es Puter Conglik KH. Ahmad Dahlan Semarang, Ronde Jahe Alkateri, Pempek Beringin, dan lainnya. Tim KTD telah melakukan penelusuran dan kurasi mendalam untuk memastikan bahwa setiap menu yang dihadirkan dapat memuaskan para pecinta kuliner.

    Tenant kurasi TGA juga tak kalah menggoda, menawarkan pilihan. Seperti Warung Tahu, Warung Unank Juice, Nasi Uduk Lapangan Tenis, Pudding Christy, Rawon Pandawa by Rumah Makan Ma’rannu, Rumah Makan Ma’rannu, Es Puter dan Es Krim Brasil, Home Made Bakery, dan lainnya.

    Sementara itu, Wonderful Culinary Expo (WCE) yang berlangsung mulai 21 Agustus hingga 21 September 2025 menawarkan pengalaman kuliner global dengan sentuhan premium. WCE tahun ini menghadirkan beragam cokelat artisan, aneka jenis keju, dan dairy products berkualitas, disertai pilihan brand unggulan seperti Mazaraat Artisan Cheese, Saranakulina, Healthy Choice, Karusotju, Isola Wine, Indoguna Meatshop, Palapa Drinks, Asian Cigar Company, maupun Snacksos.jkt.

    Program Hiburan

    Tak hanya soal kuliner, JF3 Food Festival juga menghadirkan hiburan setiap hari di area KTD.  Mulai dari live band performance, pertunjukan tradisional, hingga kolaborasi dengan sekolah-sekolah. Panggung utama setiap Minggu malam pun semakin semarak dengan kehadiran artis papan atas: Vierratale dan penampilan spesial Sasando pada 17 Agustus, Kla Project pada 31 Agustus, Raissa Anggiani pada 14 September, serta Padi Reborn pada 21 September 2025.

    Program Belanja

    Keseruan semakin lengkap lewat program belanja Boboho (Bola Bola Hoki) di setiap akhir pekan. Dengan pembelanjaan minimal Rp100.000 di tenant KTD, pengunjung berkesempatan memenangkan voucher hingga Rp50.000 atau hadiah minuman dari sponsor. Selain itu, setiap pembelanjaan minimal Rp100.000 di KTD juga langsung mendapatkan voucher belanja senilai Rp100.000 di Rambla Department Store. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Istimewa)

     

  • Sambut 80 Tahun Kemerdekaan RI, Plataran Indonesia Kuatkan Posisi Pariwisata Indonesia Mendunia

    Sambut 80 Tahun Kemerdekaan RI, Plataran Indonesia Kuatkan Posisi Pariwisata Indonesia Mendunia

    Sebagai pelopor dan leader dari the Home of Next Level Indonesian Hospitality yang konsisten meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional bergengsi, Plataran Indonesia, sebagai perusahaan nasional yang merupakan National Pride Company, meluncurkan tema “Pariwisata Indonesia Yang Mendunia” dalam rangka menyambut ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-80 pada tanggal 17 Agustus 2025.

    Hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-80 di bulan Agustus kali ini terbilang unik, karena bertepatan dengan masa awal kepemimpinan Presiden RI ke-8 yang sering dikonotasikan dengan angka 8. Oleh karenanya, pada tanggal 8 Agustus 2025 (08-08-2025), Plataran Indonesia juga akan meresmikan dibukanya Plataran Makassar—The Next Level Makassar— yang akan menjadi salah satu pilihan venue & dining terbaik di Makassar. Melengkapi berbagai industri F&B dan MICE yang telah hadir di Makassar sebagai business hub di kawasan Indonesia Timur.

    Selama kurun waktu 16 tahun perjalanannya, setiap aktivitas operasional Plataran dilandasi pada DNA yang konsisten dalam membangun industri pariwisata Indonesia berkelanjutan bersama pemerintah dan pelaku pariwisata lainnya. Dalam konteks Plataran Indonesia incorporated melalui pendekatan Alam – Budaya – Manusia Indonesia yang terintegrasi dalam platform Plataran Indonesia, The Home of Next Level Indonesian Hospitality, di kancah nasional dan internasional.

    Plataran Indonesia sangat bersyukur dan berterima kasih pada masyarakat dan seluruh pendukung unit usaha Plataran pada Resorts, Hotels, National Parks, Venue & Dinings, MICE, serta Private Cruises. Dari ujung Barat sampai dengan Timur Indonesia serta Tokyo, atas kepercayaan dan brand militancy yang diberikan pada Plataran. Yozua Makes selaku Founder dan CEO Plataran menyatakan, “Plataran akan terus bertumbuh dan berkembang dengan membawa semangat keberlanjutan pariwisata Indonesia di arena nasional dan global dengan tingkat standard world private personal hospitality services yang mengakar pada kebudayaan Indonesia dan untuk kebanggaan Indonesia dan masyarakatnya.”

    Berikut adalah beberapa milestone dari kiprah Plataran Indonesia hingga kuartal ke-3 tahun 2025. Antara lain, pembukaan berbagai gerai Teras by Plataran sebagai the Next Level Casual Dining di berbagai pusat perbelanjaan ternama maupun lokasi independen dengan mengusung tagline “Nikmatnya Pas”.

    Termasuk berperan dalam berbagai agenda MICE berskala nasional dan internasional, baik melalui berbagai unit Venue & Dining ataupun melalui Plataran Catering Services. Ditandatanganinya berbagai kolaborasi dengan mitra kerja ternama seperti Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan developer sebagai bagian dari pipeline projects Plataran, serta peluncuran Plataran – BRI UMKM Ecosystem. Kemudian, diresmikannya Rahita Holistic Wellness by Plataran yang merupakan holistic seamless experience dan next level wellness yang berpusat di Plataran Puncak. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Plataran Indonesia)

     

  • Samsung Tech Institute, Beri Ruang Generasi Muda Terlibat Proyek Inovatif Agar Siap Kerja

    Samsung Tech Institute, Beri Ruang Generasi Muda Terlibat Proyek Inovatif Agar Siap Kerja

    Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita diingatkan bahwa makna kemerdekaan kini adalah tentang memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, mencipta, dan berkontribusi. Ketika mereka diberi kepercayaan untuk bermimpi dan berkembang, di sanalah kemerdekaan menemukan bentuk barunya.

    Selama 12 tahun, Samsung Tech Institute (STI) menjadi bagian dari semangat tersebut. Diluncurkan sejak 2013 oleh Samsung Electronics Indonesia, program ini telah membina 67 SMK, menjangkau 18.161 murid dan 146 guru hingga tahun ajaran 2024/2025. STI menawarkan kurikulum berbasis praktik yang dirancang sesuai standar industri, mencakup pelatihan teknis (Handheld Product, Audio Video, Home Appliance), Sales & Marketing, pelatihan guru (Training of Trainers), Guest Lecture oleh profesional Samsung, serta program praktek kerja lapangan (PKL) langsung di Samsung Electronics Indonesia.

    Dengan semangat inklusivitas, STI juga menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya kurang memiliki akses pendidikan vokasi berkualitas, termasuk Indonesia Timur. Gerald Samuel Mailopuw, murid dari SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, merasakan langsung manfaatnya, “Saya belajar lebih dari sekadar keterampilan teknis komunikasi, kerja sama tim, dan rasa ingin tahu menjadi bekal penting untuk dunia kerja.”

    Antusiasme murid SMK dalam mengasah keterampilan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi. Ketika pelatihan tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan industri, lulusan SMK pun lebih cepat terserap ke dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif, lebih dari 81% lulusan SMK berhasil memasuki dunia kerja antara 2022 hingga Agustus 2024. Angka ini mencerminkan pentingnya sinergi antara kurikulum yang relevan, pelatihan terarah, dan kolaborasi erat antara pendidikan dan industri.

    “Saya bangga dan sangat mendukung program seperti STI, yang menjadi wujud nyata partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, melalui pemberdayaan generasi muda. Program ini memberikan pelatihan yang layak dan strategis bagi murid SMK, memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan global dan memenuhi kebutuhan dunia industri. Di momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, inisiatif seperti STI tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi, tetapi juga mempercepat terwujudnya masyarakat yang berdaulat dan sejahtera, menuju Indonesia yang semakin maju,” ujar Dr Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak., Direktur SMK, Kemendikdasmen RI.

    Dari ruang kelas ke dunia kerja, dari mimpi kecil ke kontribusi besar, kebebasan belajar sejati adalah saat murid diberi kesempatan untuk tumbuh dan membuktikan diri. Itulah yang dirasakan para alumni STI ketika mengikuti program PKL di Samsung Electronics Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi terlibat langsung dalam proyek inovatif yang membuka wawasan dan memperkuat kesiapan kerja.

    Bagus Erlangga, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia berkata, “Samsung percaya bahwa pendidikan vokasi yang berkualitas harus dapat diakses oleh semua, tanpa terkecuali. Hal ini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan industri digital. Dengan semangat kemerdekaan, kami meyakini bahwa setiap anak bangsa berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi. Melalui program STI, kami berupaya menjembatani mimpi mereka menjadi kenyataan.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Samsung Electronics Indonesia)

  • Latihan Gabungan Musik Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara, Kolaborasi Lintas Generasi & Genre Musik

    Latihan Gabungan Musik Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara, Kolaborasi Lintas Generasi & Genre Musik

    Latihan gabungan musik Pagelaran Sabang Merauke—The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara yang mengangkat kekayaan cerita-cerita rakyat legendaris dari berbagai penjuru negeri digelar pada 3-4 Agustus 2025 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta. Kegiatan ni menjadi momen krusial yang mempertemukan seluruh kekuatan musikal dalam satu ruang mulai dari Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, serta para penyanyi nasional dan musisi tradisional dari berbagai daerah.

    Tema yang digusung adalah Hikayat Nusantara yang mengangkat kembali kekayaan cerita-cerita rakyat legendaris dari berbagai penjuru negeri. Untuk musiknya sendiri dikembangkan bak membuat film Pagelaran Sabang Merauke dengan merangkai lagu dalam satu kesatuan musik dalam cerita Hikayat Nusantara. Lagu dan musiknya mewakili daerah-daerah dari Sabang sampai Merauke dan juga dari masa ke masa. Menggabungkan modernitas dan tradisi yang saling mengisi kolaborasi lintas generasi dan lintas genre musik serta menghasilkan musik modern yang sarat menyatu dengan seni budaya Indonesia dan menampilkan hingga 50 alat musik tradisional.

    Terdapat 10 penyanyi nasional yang akan membawakan lagu-lagu di Pagelaran Sabang Merauke. Yaitu, Yura Yunita, Alsant Nababan, Gabriel Hervianto, Christine Tambunan, Yuyun Arfah, Mirabeth Sonia, Nino Prabowo, Taufan Purbo, Swain Mahisa, Sruti Respati, Roland Rogers dan band Padi Reborn. Di dalam Pagelaran Sabang Merauke tahun ini terdapat 31 Karya Musik yang terdiri dari 28 lagu termasuk lagu nasional dan daerah dan sisanya adalah komposisi musik sebagai transisi babak.

    Elwin Hendrijanto berperan sebagai music director, Avip Priatna sebagai konduktor yang memimpin Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children’s Choir, serta Dunung Basuki yang menjadi Lead Musisi Tradisional. Ketiganya mendukung kekuatan musikal pagelaran ini dalam menyatukan ritme, warna, dan semangat Indonesia ke dalam satu harmoni yang menggugah. Musik tidak sekadar menjadi latar, tetapi menjadi salah satu elemen utama yang menghidupkan alur cerita, membentuk karakter, membangkitkan emosi, dan menuntun ritme setiap adegan. Setiap lagu dan komposisi dirangkai dengan apik menjadi satu kesatuan narasi musical, sebuah perjalanan lintas waktu dan budaya, dari Sabang hingga Merauke.

    Proses pembuatan musik dimulai dengan pemilihan lagu yang ditampilkan dalam Pagelaran Sabang Merauke 2025 melalui proses kurasi artistik yang dilakukan oleh Executive Producer, Sutradara, Music Director, dan Conductor. Setiap lagu dipilih dengan cermat untuk menyelaraskan cerita-cerita rakyat, agar tidak hanya mewakili akar budaya daerah asalnya, tetapi juga mampu memperkuat jalannya narasi di atas panggung. Lebih dari itu, pemilihan lagu juga mempertimbangkan aspek eksplorasi aransemen dan koreografi. (Red.

    Elwin menceritakan bahwa proses penggarapan musik tradisional bersama Dunung Basuki dalam pagelaran ini penuh tantangan dan keasyikan tersendiri. Setiap daerah memiliki pakem musik yang kuat dan khas. Namun, kolaborasi lintas wilayah dan latar belakang justru menghasilkan sesuatu karya yang kaya dan baru, yang semakin menunjukkan kekayaan seni budaya Indonesia yang luar biasa. (Red. Elmediora | Foto: Soe Mid San)

  • Kuatkan Posisi di Segmen Kendaraan Niaga maupun Listrik DFSK dan SERES Raih SPK 565 Unit

    Kuatkan Posisi di Segmen Kendaraan Niaga maupun Listrik DFSK dan SERES Raih SPK 565 Unit

    Distributor resmi DFSK dan SERES di Indonesia, PT Sokonindo Automobile mengumumkan perolehan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 565-unit selama gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Keikutsertaan merek asal Tiongkok ini berlangsung selama pameran yang digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

    Di segmen kendaraan niaga, DFSK Super Cab yang dikenal karena ketangguhan dan efisiensinya berhasil membukukan 110-unit SPK. Sementara itu, kendaraan niaga listrik DFSK Gelora E terus menunjukkan daya tariknya di kalangan pelaku usaha. Tipe Blind Van mencatatkan 150 unit SPK, sedangkan tipe Mini Bus membukukan 80 unit SPK. Hasil ini menandakan pergeseran pasar ke arah solusi operasional yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.

    “Kami bangga dan berterima kasih atas sambutan luar biasa yang kami terima di GIIAS 2025. Angka penjualan ini adalah bukti kepercayaan konsumen terhadap kendaraan kami. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan solusi listrik yang andal, dan terus melanjutkan misi kami dalam berinovasi dan mengangkat lanskap otomotif Indonesia,” ujar Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile (04-08-2025).

    Untuk kendaraan penumpang, merek SERES yang fokus pada mobilitas listrik modern dan terjangkau, juga berhasil menarik minat konsumen, khususnya pembeli individu dan keluarga muda. Mobil listrik kompak SERES E1 meraih 105 unit SPK, mencerminkan daya tarik kendaraan urban yang stylish dan efisien. Di sisi lain, SUV listrik elegan, SERES 3, membukukan 120 unit SPK, memperkuat tren meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik premium berkualitas. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Sokonindo Automobile)

  • Kiprah Rejuvenasi Mal SCP Karya Sang Arsitek Budi Pradono Setelah 25 Tahun Eksis

    Kiprah Rejuvenasi Mal SCP Karya Sang Arsitek Budi Pradono Setelah 25 Tahun Eksis

    Borneo, pulau terbesar ketiga dunia dan tenar sebagai lansekap tanah seribu sungai memberi inspirasi arsitek Budi Pradono berkreasi dalam meremajakan Samarinda Central Plaza (SCP) di Samarinda.  “Dorongan peremajaan alias rejuvenasi tentunya memanfaatan potensi lokasi sungai Mahakam sebagai vocal point, yakni langkah awal yang memperkuat brand-identity mal’, kata sang arsitek tersebut.

    Pada 23 Juli 2025 di mal SCP berbarengan dengan ground  breaking rejuvenasi, Budi menyampaikan strateginya dengan metode Forensik Arsitektur. Yakni, penelitian mendalam terhadap keunggulan lokasi, pemrograman ulang tenant, dan komposisi ruang untuk meningkatkan pengalaman-pengalaman khusus pengunjung.

    Didampingi perwakilan mal, Helen Rusianto dari PT. Samarinda Central Plaza dan walikota Samarinda, Dr. H Andi Harun di event ground breaking tersebut. Budi menyatakan bahwa sebuah konstruksi bangunan yang menjadi pusat pertemuan warga, selayaknya memiliki ‘locus’ khusus dengan pemberian ‘magnet’ bagi publik dengan pendekatan holistik.

    “Kami mengusulkan pengembangan area rooftop sebagai destinasi kafe dan restoran anyar dengan views elok sungai Mahakam sekaligus fasad mal—paras muka utama, yang dirancang menyerupai ombak, menggunakan kisi-kisi kayu yang dinamis untuk mencerminkan karakter sungai. Dengan tanaman hijau di sela-sela fasad untuk menonjolkan konsep green architecture,” kata Budi menambahkan. Melemahnya geliat ekonomi global yang berdampak lokal dengan daya beli masyarakat kalangan tertentu menurun dan trend keengganan pengunjung berkunjung usai Covid -19, yang menantang Budi mencari solusi.

    Forensik Asitektur dan Pendekatan Holistik

    Forensik arsitektur yang meliputi forensik struktur, yakni analisa sistem struktur dengan mengindentitikasi penguatan struktur yang lemah, peningkatan teknologi pendingin ruang dan pencahayaan selain solusi ramah lingkungan untuk mendukung efisiensi energi dan kenyamanan pengunjung. Sementara pendekatan holistik diharapkan sebuah kiat integrasi desain anyar menyeluruh yang diterapkan dengan merespon kelesuan pengunjung mal yang tak hanya terjadi di Samarinda, tapi juga diseluruh Tanah Air.

    “Dengan menghadirkan kafe-kafe anyar yang inovatif, meningkatkan fasilitas-fasilitas khusus sampai menerapkan teknologi ramah lingkungan dan tak lupa memperkokoh struktur bangunan. Dengan demikian mal SCP diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan” ujar Budi tentang pedekatan yang disebut holistik dengan optimis. Arsitek ini menambahkan, tentunya menambahkan tetumbuhan seperti pohon-pohon akses avenue spesial yang memberi naungan dan kenyamanan bagi pejalan kaki serta setidaknya meredusir cuaca panas kota Samarinda.

    Reitalisasi Setelah 25 Tahun Eksis

    Firma Budi Pradono Architect (BPA) yang berbasis di Jakarta dan memiliki jejaring global,  menyampaikan bahwa mal SCP sangat memerlukan revitalisasi setelah dua puluh lima tahun eksis. “Selayaknya persepsi mal bagi publik tak hanya menyediakan hiburan, rumah makan, dan belanja. Namun benar-benar menjadi destinasi dinamis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Samarinda” terang Budi Pradono.

    BPA yang besandar sepenuhnya pada riset dan tinjauan urbanis meyakini bahwa kafe-kafe eksterior menjadi daya tarik utama mal di era paska pandemi. BPA menyarankan membangun promenade di sekeliling mal dengan kafe-kafe atraktif yang memakai material batu bata menciptakan atmosfir rumahan.

    Firma arsitek ini juga memberi penekanan khusus sistem pendingin ruangan serta pencahayaan yang bisa disesuaikan secara optimal serta ramah energi serta ramah lingkungan. Selain itu, juga menyediakan beragam fasilitas yang mencerminkan higienitas dan kultur bersih. Hal itu memberi point lebih bagi pengunjung sebagai upaya mengalami atmosfir membeda saat berbelanja. Pengalaman visual dan suara pada pengunjung mal bisa dieksperimentasi dengan langit-langit kinetik yang bergerak di waktu tertentu, serta ambience diperkuat dengan alunan musik yang memberi pengalaman unik. (Red. Elmediora | Foto: Dok. BPA Studio)

  • Lebih dari 60 Merek Otomotif Global Hadir di Ajang GIIAS 2025 Tampilkan Inovasi Teknologi Kendaraan Bermotor Terkini

    Lebih dari 60 Merek Otomotif Global Hadir di Ajang GIIAS 2025 Tampilkan Inovasi Teknologi Kendaraan Bermotor Terkini

    Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, resmi dibuka untuk umum pada 24 Juli – 3 Agustus 2025 di ICE, BSD City, untuk kedua kalinya menghadirkan Exclusive Media Day, yaitu hari khusus yang didedikasikan untuk peliputan jurnalis dan peluncuran kendaraan terbaru oleh para peserta.

    Lebih dari 60 merek otomotif global hadir, terdiri dari kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sepeda motor dan karoseri serta didukung oleh lebih dari 120 merek dari industri pendukung. Secara resmi memperkenalkan model-model dan teknologi terbaru mereka di hadapan ribuan jurnalis nasional dan internasional yang telah terdaftar.

    “Pada Exclusive Media Day ini, hari khusus yang didedikasikan untuk media, rekan-rekan semua akan menjadi yang pertama menyaksikan dan mendapatkan informasi mengenai inovasi teknologi kendaraan bermotor terkini yang hadir di GIIAS 2025. Kami percaya, inisiatif ini akan memberikan eksposur yang maksimal terhadap penyelenggaraan GIIAS 2025, memberikan hasil positif bagi para peserta GIIAS 2025 dan industri otomotif Indonesia,” ujar Yohannes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO.

    Exclusive Media Day GIIAS 2025 menjadi panggung bagi lebih dari 40 kendaraan baru yang diperkenalkan secara perdana, mulai dari World Premiere, Asian Premiere, hingga Indonesian Premiere. Tak hanya itu, beberapa peserta juga akan menghadirkan kendaraan konsep mereka, yang menampilkan masa depan dan arah pengembangan teknologi otomotif global.

    Mulai Kamis, 24 Juli 2025, GIIAS 2025 akan resmi dibuka untuk umum. Selama 11 hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menyaksikan dan mencoba berbagai kendaraan dengan model dan teknologi terkini dari merek-merek otomotif ternama dunia.

    Setelah pameran di BSD Tangerang, GIIAS The Series akan dilanjutkan ke sejumlah kota. Rangkaian kedua akan dimulai dengan GIIAS Surabaya, yang akan diselenggarakan pada 27-31 Agustus 2025 di Grand City Convex, Surabaya. Selanjutnya, GIIAS Semarang akan berlangsung pada 24-28 September 2025 di Muladi Dome, Semarang, dan GIIAS Bandung akan dilaksanakan pada 1-5 Oktober 2025 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Seri Pameran ini akan ditutup dengan GIIAS Makassar pada 5-9 November 2025 di Sumarecon Mutiara Makassar, yang kembali hadir setelah terakhir kali diselenggarakan pada 2019. (Red. Elmediora | Foto: Dok. GIIAS)

  • Polytron Percepat Produksi Mobil Listrik Polytron G3+ dan G3 di  Purwakarta, Siap Dikirim ke Konsumen

    Polytron Percepat Produksi Mobil Listrik Polytron G3+ dan G3 di Purwakarta, Siap Dikirim ke Konsumen

    Menegaskan kembali langkah strategisnya dalam industri kendaraan listrik nasional. Polytron memulai proses produksi massal pertama Polytron G3+ dan G3 secara semi-knocked down (SKD) di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat.

    Berbeda dari pelaku industri otomotif lain yang juga memproduksi kendaraan listrik di fasilitas PT HIM Purwakarta, Polytron berinvestasi secara khusus dalam lini produksi yang lebih modern dan komprehensif. Salah satu investasi integral adalah Polytron satu-satunya produsen yang berinvestasi pada perangkat Dyno Test yang mampu digunakan untuk kendaraan FWD, RWD, hingga AWD dengan pengaturan wheelbase yang fleksibel.

    Sebagai bagian dari komitmen pada aspek keselamatan, Polytron juga menghadirkan tahapan Electric Safety Test dengan jumlah paling banyak secara berlapis di seluruh proses produksi. Terdapat empat titik pengujian utama yang dilakukan secara berurutan untuk memastikan kualitas dan keamanan kendaraan:

    • Setelah pemasangan baterai,
    • Setelah proses perakitan,
    • Setelah rain and water leak test,
    • Serta pada tahap akhir Pre Delivery Center(PDC) sebelum kendaraan dikirimkan ke konsumen.

    “Seluruh proses ketat ini menunjukkan komitmen penuh Polytron terhadap standar keamanan, kualitas produksi, dan kepuasan pelanggan yang merupakan bentuk implementasi visi meningkatkan pengalaman konsumen melalui teknologi, servis, dan produk,” ujar Chief Executive Officer Polytron Hariono.

    Tak berhenti sampai di situ, Polytron juga berinvestasi dalam lini perakitan khusus. Seperti Vacuum Filling Machines (untuk pengisian brake oil, refrigerant, coolant), Dynamic Performance Test Equipment, Safety Testing Equipment, hingga ADAS Calibration Equipment yang sudah full automatic. Sehingga lebih cepat prosesnya, memastikan kendaraan memenuhi standar keselamatan berkendara masa kini. Dengan seluruh kesiapan fasilitas ini, kapasitas produksi Polytron di fasilitas PT Handal dapat mencapai kemampuan maksimal hingga 30.000 unit per tahun.

    Polytron G3+ dan G3 menawarkan fleksibilitas kepemilikan kendaraan listrik melalui dua skema pilihan. Konsumen dapat memilih skema Buy to Own, dengan pembelian unit beserta baterai lengkap dengan garansi baterai 8 tahun atau 180.000 km, garansi kendaraan 5 tahun atau 150.000 km, serta jaminan resale value sebesar 70% dalam 3 tahun.

    Bagi konsumen yang ingin menekan biaya akuisisi awal, Polytron menghadirkan skema Battery-as-a-Service (BaaS), memungkinkan konsumen membeli mobil tanpa harus membeli baterai di awal. Melalui skema BaaS ini, konsumen mendapatkan lifetime battery warranty selama masa sewa, menjadikan kepemilikan mobil listrik lebih fleksibel, terjangkau, dan worry-free.

    Mobil listrik Polytron G3+ dan G3 kini telah tersedia untuk dipesan. Dalam program pre-book ini, konsumen cukup melakukan booking fee sebesar Rp 5 juta tanpa harus langsung melakukan pembayaran penuh. (Red. Elmediora | Foto: Polytron)

     

  • Menarik, BPA Institute Gelar Bincang Arsitektur Sustainable Inovatif Omah Tanah  di Pesisir Pantai Loji, Pelabuhan Ratu

    Menarik, BPA Institute Gelar Bincang Arsitektur Sustainable Inovatif Omah Tanah di Pesisir Pantai Loji, Pelabuhan Ratu

    BPA Institute dari Budi Pradono Architect, yakni sebuah platform edukasi online yang berorientasi bidang arsitektur dan urbanisme dengan jaringan global menggelar Open Architecture pada 19-20 Juli 2025.

    Edukasi yang mengenalkan disiplin ilmu desain arsitektur akan membedah secara mendalam dengan metode pembelajaran yang khas dan kolaboratif. Acara Open Architecture berlokasi di Omah Tanah, sebuah hunian istimewa di antara gugusan perbukitan dengan bentang lautan pesisir Pantai Loji, Suka Bumi, Jawa Barat.

    “Sensitivitas pada tempat, lokalitas material, dan bersinergi dengan alam tanpa mengabaikan progresifitas kehidupan kontemporer adalah mantra tersahih arsitektural saat ini” ujar Principal dan Arsitek BPA Budi Pradono.  Tim BPA Institute akan memaparkan identitas arsitektur anyar yang merespon warisan kekayaan budaya dan alam setempat dengan mengombinasikan gaya hidup kekinian.

    Solusi Mereduksi Iklim Ekstrem Panas

    “Acara ini membuka kesempatan untuk berdiskusi dan mendapatkan pembelajaran mengenai karya arsitektur yang sustainable dengan desain yang inovatif. Terutama Omah Tanah, sebagai mewakilkan simbol status hunian orang biasa, dalam konteks sosiologis sistem budaya Jawa terdapat strata dalam penyebutan rumah. Semisal Griya, juga di sebut rumah dalam strata sosial lebih tinggi”, ujar Budi.

    Ia mengharapkan konsep arsitektural Omah Tanah akan membaur dengan rumah-rumah lainnya khas kultural Jawa yang lebih egaliter. Selain itu, tanah sebagai sebuah material konstruksi sebuah hunian di Barat disebut rammed earth house. Mengacu pada proses perancangan arsitektural unik dan menantang atau melindungi suhu ekstrem yang panas. Omah Tanah, adalah salah satu solusi mereduksi kondisi iklim tersebut.

    Budi Pradono menyampaikan bahwa iklim tropis tentu tak seekstrem di Barat, cuaca di dalam ruang dan di luar ruang tentu sangat kontras, yang arsitektural Barat diidentikkan sebagai ‘Arsitektur Perlindungan’, karena manusia perlu berlindung dari cuaca yang ekstrem.  “Kita di Indonesia menganut ‘Arsitektur Pernaungan’ yang mana cuacanya tak terlalu ekstrem. Kalau hujan ataupun panas, kita cukup bernaung saja di bawah atap. Itulah arsitektur asli yang diturunkan dari nenek moyang kita”, ujar Budi menambahkan.

    Kedua, menurut Budi, rumah tradisional selalu memiliki proporsi yang pas, sehingga terlihat  elok dari perspektif manapun. Omah Tanah dalam hal ini mengombinasikan Arsitektur Perlindungan sekaligus Arsitektur Pernaungan, dengan sang pemilik hunian Douglas dan Rossa asal Fermantle, Australia bagian Barat, yang memiliki perbedaan suhu ekstrem antara pagi, siang dan malam.

    Di Pelabuhan Ratu, atau Sukabumi, realitasnya cuaca mudah berubah, angin Barat dan Timur serta badai tak mudah diprediksi. Maka gaya rammed earth house ini menjadi salah satu jawaban. Omah Tanah merespon energi lokalitas, dengan BPA membuat desain yang luwes di sekitar jalur sungai dekat hunian tersebut dipertahankan. Sehingga aksesnya mirip Subak di Bali yang sistem pengairan tradisional mendistribusikan air ke sawah-sawah adalah akar lokalitas budaya.

    Berdampak Positif & Berekasi dengan Alam

    Omah Tanah tak bisa lepas dari upaya mencari solusi elemen-elemen natural selain sungai. Semisal, air hujan sebagai pengganti air minum, pemanfaatan solar cell sebagai energi listrik sampai elemen terpenting tentang dinding. “Kita menemukan bahwa tanah di balik gunung ini banyak mengandung tanah liat. Untuk yang berwarna kecoklatan muda selama enam bulan bulan kita kombinasikan dengan sistem tumbuk serta campuran beton yang hanya memberi kontribusi 10% saja dari perbandingan tanah. Ternyata menghasilkan dinding yang ulet dan kuat’’, ujar Budi bersemangat.

    Arsitek ini dalam menemukan jenis tanah aliat tersebut, telah meneliti dan bereksperimen sebelumnya selama 15 tahun dengan mengamati materi dan pembuatan dinding khusus tersebut saat di Shui Guan, China. Budi Pradono merancang Omah Tanah dengan orientasi lokasi menghadap langsung ke pemandangan laut, sebagai penanda sekaligus titik akhir hunian dengan membangun sebuah balai-balai kayu sederhana disandarkan di pantai Lodji. Budi menciptakan ruang jeda yang menyatu dengan alam sekaligus ikon visual.

    Seperti juga bentuk atap dengan kanopi yang lebar, sebab selalu ada curah hujan yang tinggi dan menciptakan atap yang seolah bergerak menyerupai ombak terbuat dari metal.  Budi menambahkan, “Saya sadar bahwa arsitektur itu bukan hanya bangunan, namun kepekaan arsitek menempatkan massa bangunan yang tepat. Sejatinya arsitektur memberi dampak nilai positif pada tempat, lokalitas material serta berelasi dengan alam sekaligus adaptasi progresifitas kehidupan kontemporer.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. BPA Institute)