Category: Health

  • Planet Sports Run 2026 Hadir Bawa Energi Baru Di Awal Tahun Kuda Api

    Planet Sports Run 2026 Hadir Bawa Energi Baru Di Awal Tahun Kuda Api

    Tahun 2026 adalah tahun Kuda Api (Fire Horse). Kombinasi elemen Kuda yang identik dengan kebebasan dan semangat, sementara elemen Api melambangkan gairah dan energi, menciptakan karakter yang penuh antusiasme, kreativitas, dan optimisme. Jadi tepat kiranya Planet Sports Asia dengan mengusung tema “UnlockYourBestTogether menggelar Planet Sports Run 2026. Ajang lomba lari tahunan di awal tahun, tepatnya pada 15 Februari 2026, dan siap mengajak masyarakat bergerak lebih aktif dan kolektif, dengan semangat kebersamaan yang kuat.

    Kategori yang dihadirkan tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, mencakup 5K, 10K, Half Marathon, serta Kids Dash untuk anak-anak. Rangkaian acara kembali dilengkapi dengan berbagai sesi latihan seperti Thursday Strength Training dan Sunday Runday, yang tidak hanya berfungsi sebagai persiapan fisik tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengumpulan Planet Sports Run Points. Poin ini dapat diperoleh sejak registrasi hingga race day dan dapat ditukarkan dengan voucher belanja di Planet Sports Asia.

    General Manager Marketing MAP Active, Panji Cakrasantana pada Press Conference Rabu (26/11/2025) di Planet Sports Asia Djakarta Theater, Jakarta Pusat (Foto: Dok.Planet Sports Asia)

    “Planet Sports Run 2026 kami hadirkan sebagai simbol semangat baru. Ini bukan lagi soal menutup tahun dengan pencapaian, tetapi memulainya dengan niat. Kami ingin semua peserta, baik pemula maupun berpengalaman, merasa disambut dan dimotivasi untuk unlock versi terbaik dirinya bersama-sama,” ujar Panji Cakrasantana, General Manager Marketing MAP Active, di hadapan awak media pada Press Conference, Rabu (26/11/2025) di Planet Sports Asia Djakarta Theater, Jakarta Pusat.

    Selain Planet Sports Run Points, peserta juga akan mendapatkan benefit tambahan berupa MAPCLUB Points. Selama periode kampanye yang berlangsung 26 November 2025 hingga 28 Februari 2026, setiap transaksi yang dilakukan digerai Planet Sports Asia, baik online maupun offline, peserta akan mendapatkan 10x poin MAPCLUB untuk setiap pembelian produk PUMA dan 5x poin MAPCLUB untuk produk dari brand lain. Program ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata untuk mendapatkan perlengkapan olahraga berkualitas.

    Aktor Chiccho Jerikho dan Atlet Lari Reza Aulia Turut Menyemarakkan Planet Sports Run 2026 (Foto: Dok. Planet Sports Asia)

    Bukan hanya itu, kehadiran aktor sekaligus sport enthusiast, Chicco Jerikho, juga turut menyemarakkan Planet Sports Run 2026 dan berbagai pandangannya mengenai pentingnya langkah awal yang aktif di tahun baru.  “Bagi saya, berolahraga bukan hanya soal kebugaran fisik, tapi juga cara menjaga konsistensi dan kesehatan mental di tengah rutinitas. Planet Sports Run 2026 ini menjadi momen yang tepat untuk kembali terkoneksi dengan diri sendiri, lingkungan, dan energi baru untuk tahun yang panjang ke depan,” ungkap Chicco.

    Selain Chicco Jerikho, hadir juga Reza Aulia, salah satu atlet PUMA Indonesia yang dikenal aktif di dunia lari. Pada kesempatan itu Reza pun turut memberikan dukungan semangat dan sempat membagikan kisah inspiratifnya, “Setiap pelari memiliki cerita dan perjuangannya sendiri. Berlari bukan hanya untuk mencapai garis finish, tapi bagaimana menikmati proses yang membentuk ketangguhan diri baik fisik maupun mental. Untuk para peserta nanti, Go Wild! Tunjukkan kemampuan dan optimalkan diri dengan keyakinan penuh bahwa kita pasti bisa! Melalui Planet Sports Run 2026, saya ingin mengajak semua peserta untuk berani mengekspresikan diri, saling mendukung, dan menikmati momen bersama karena nanti kita benar-benar akan #UnlockYourBestTogether,” tandas Reza penuh optimis.

    Menutup sesi Press Conference, Panji menambahkan, “Tiap tahun, kami belajar dan berkembang beserta para peserta. Tahun ini kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang bergabung, datang bukan hanya untuk lari, tetapi juga untuk merasa terhubung dengan diri sendiri dan komunitasnya. Kami percaya, awal tahun adalah waktu terbaik untuk memulai langkah baru.” (SMS)

     

     

  • IHH Healthcare Singapore Revitalisasi Mount Elizabeth Hospital & Tingkatkan Teknologi Medis Canggih

    IHH Healthcare Singapore Revitalisasi Mount Elizabeth Hospital & Tingkatkan Teknologi Medis Canggih

    IHH Healthcare Singapore (IHH SG) menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya kepada keluarga Indonesia, seiring dengan revitalisasi Mount Elizabeth Hospital (MEH) yang sedang berlangsung. Rumah sakit unggulan ini telah melayani pasien Indonesia berbagai generasi selama lebih dari empat dekade.

    Revitalisasi ini menjadi upaya berkesinambungan untuk meningkatkan kenyamanan, privasi pasien, dan akses terhadap teknologi medis canggih yang mencerminkan investasi berkelanjutan IHH SG dalam menaikkan standar layanan bagi ratusan ribu masyarakat Indonesia yang memilih Mount Elizabeth setiap tahunnya.

    Indonesia merupakan salah satu pasar internasional terbesar bagi IHH SG, dengan pasien Indonesia menyumbang sekitar setengah dari seluruh pasien luar negeri di Mount Elizabeth Hospital. Kepercayaan yang terus terjalin ini mempertegas posisi Mount Elizabeth sebagai salah satu destinasi layanan kesehatan luar negeri yang paling dikenal dan diutamakan. Hal ini dikarenakan keluarga Indonesia mencari hasil yang terpercaya, keahlian spesialis, serta perawatan media yang dipersonalisasi.

    Project Renaissance

    Meningkatkan Pengalaman Pasien untuk Generasi Mendatang Mount Elizabeth Hospital, salah satu rumah sakit swasta paling ikonis di Singapura, mendekati penyelesaian Project Renaissance. Proyek ini menjadi sebuah upaya revitalisasi transformatif yang dirancang untuk mendefinisikan kembali seluruh pengalaman pasien, sekaligus mempertahankan legacy keunggulan klinis rumah sakit ini.

    “Project Renaissance merupakan janji kami kepada keluarga Indonesia yang telah mempercayai kami selama lebih dari 45 tahun. Ini bukan sekadar renovasi. Ini adalah tentang mengantisipasi kebutuhan pasien di masa depan dan menciptakan lingkungan yang menghadirkan privasi, kenyamanan, navigasi yang mulus, serta dukungan medis canggih sejak kedatangan pertama,” ujar Yong Yih Ming, Chief Operating Officer (COO) IHH SG sekaligus Chief Executive Officer (CEO) MEH.

    Elemen-elemen utama dari revitalisasi yang sedang berlangsung meliputi:

    Peningkatan Alur Pasien

    Koridor publik dan layanan didesain ulang untuk mengurangi kepadatan, memungkinkan pergerakan yang lebih lancar, dan meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini mendukung percepatan layanan perawatan, koordinasi yang lebih baik antar tim klinis, dan hasil pasien yang lebih optimal.

    Teknologi Klinis Generasi Berikutnya : Termasuk scanner CT Photon-counting AEOTOM Alpha untuk pencitraan paru-paru dosis ultra-rendah, serta Advanced Angio Imaging System terbaru.

    Pengalaman Pasien Ditingkatkan

    Lebih banyak ruangan privat, fitur kenyamanan yang ditingkatkan, serta perangkat digital seperti sistem LizWorld yang merupakan sebuah tool perawatan pasien berbasis teknologi pintar yang diterapkan di rumah sakit untuk menyederhanakan tugas-tugas administratif. Selain itu, ada LizFinder, sebuah perangkat berbasis aplikasi untuk membantu pengunjung dan pasien rawat jalan bernavigasi di rumah sakit, dan peningkatan jumlah kamar dengan satu tempat tidur (single-bed rooms) untuk privasi dan kenyamanan yang lebih tinggi.

    Merayakan Legacy Kepercayaan dan Pencapaian untuk Keluarga Indonesia

    Selama lebih dari empat dekade, Mount Elizabeth Hospitals memainkan peran penting dalam mendukung keluarga Indonesia yang mencari layanan medis berkualitas tinggi di luar negeri. Banyak pasien mengandalkan kombinasi keahlian klinis, diagnostik canggih, dan dokter spesialis terpercaya dari Mount Elizabeth, hal-hal yang tetap dipertahankan meskipun rumah sakit terus berkembang.

    “Pasien dari Indonesia telah lama menjadi bagian dari kisah dan perjalanan kami, bersama banyak pihak lain yang mempercayakan perawatan mereka kepada kami. Kepercayaan mereka terhadap spesialis kami, akurasi diagnostik, dan hasil yang kami berikan, telah mengawal pertumbuhan kami selama bertahun-tahun. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan pasien, kami terus berinovasi agar dapat memberikan perawatan yang tepat dengan tingkat layanan yang sesuai, setiap saat,” ujar Dr. Peter Chow, CEO IHH SG.

    Revitalisasi MEH merupakan salah satu investasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memperkuat posisi IHH SG sebagai destinasi terkemuka di Asia Tenggara untuk layanan kesehatan berkualitas.

    Ekosistem Terintegrasi dan Tanpa Hambatan di Seluruh Kampus Mount Elizabeth Pembaruan di MEH memperkuat keseluruhan ekosistem Mount Elizabeth. Termasuk mencakup Mount Elizabeth Novena Hospital (MNH) rumah sakit yang lebih baru, dikenal karena teknik invasif minimal yang canggih dan perawatan yang sangat terspesialisasi. (Red. Elmediora | Foto: Dok. IHH SG)

  • Anlene dan PEROSI Ajak Masyarakat Lebih Peduli Terhadap Silent Disease Osteoporosis

    Anlene dan PEROSI Ajak Masyarakat Lebih Peduli Terhadap Silent Disease Osteoporosis

    Anlene dan PEROSI mengajak masyarakat untuk lebih menyadari tingginya angka osteoporosis di Indonesia dan mengambil langkah pencegahan melalui pola hidup sehat dengan nutrisi yang tepat serta aktivitas fisik teratur sedini mungkin. Lebih dari 12.000 warga Jakarta bergabung dalam Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K yang berlangsung kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada 16 November 2025.

    Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian kampanye nasional Anlene bersama Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dalam memperingati Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2025, setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Medan dan akan berlanjut ke Surabaya. Acara ini juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan tulang gratis, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot sejak dini.

    Kampanye ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama Anlene dan PEROSI untuk meningkatkan kesehatan tulang masyarakat Indonesia. Setelah melakukan Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis. Dari data tersebut, ditemukan bahwa Gen X memiliki risiko osteoporosis sekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial, dan hampir 2,7 kali lebih tinggi dibandingkan Gen Z.

    Dua dari lima penduduk Indonesia berisiko mengalami osteoporosis, sehingga hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong pencegahan sejak dini. Sejak 2002, Kementerian Kesehatan bersama PEROSI dan mitra strategis seperti Anlene terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah osteoporosis, mengingat penyakit ini merupakan silent disease dan dapat memengaruhi produktivitas masyarakat Indonesia.

    “Pemerintah juga terus mendorong pencegahan melalui aktivitas fisik teratur serta pemenuhan nutrisi seperti kalsium, vitamin D, dan protein. Gerakan Anlene OsteoWalk 10.000 yang merupakan kolaborasi bersama Perosi merupakan bagian dari upaya bersama membangun kesadaran masyarakat untuk pentingnya melakukan olahraga 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama lima hari,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid.

     

    President Director Fonterra Brands Indonesia, Yauwanan Wigneswaran menyampaikan “Selama lebih dari 20 tahun, dari generasi ke generasi, Anlene secara konsisten memberikan edukasi dan mengkampanyekan pentingnya mencegah Osteoporosis dan aktif bergerak. Hasil survei terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota di Indonesia menunjukkan bahwa mereka yang minum Anlene memiliki risiko osteoporosis dua kali lebih rendah dibanding yang tidak minum Anlene. Kami bangga dapat kembali menghadirkan Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah di Jakarta, setelah sebelumnya sukses digelar di Medan.”

    Sementara, Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), menjelaskan, “Sering disebut sebagai “silent disease”, osteoporosis hampir tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat meningkatkan risiko patah tulang yang bisa mengganggu kualitas hidup seiring bertambahnya usia. Karena itu, penting untuk melakukan pencegahan sejak dini. Aktivitas sederhana seperti berjalan atau melakukan latihan weight bearing dapat membantu menjaga kepadatan tulang, memperkuat sendi, dan meningkatkan daya tahan otot.” (SMS | Foto: SMS)

  • Waspadai Aritmia & Kenali Irama Jantung Sebelum Terlambat dengan Meraba Nadi Sendiri

    Waspadai Aritmia & Kenali Irama Jantung Sebelum Terlambat dengan Meraba Nadi Sendiri

    Aritmia masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan kardiovaskular yang sering luput dari perhatian masyarakat. Aritmia atau penyakit gangguan irama jantung masih kalah populer dibandingkan dengan penyakit jantung koroner atau penyakit jantung bawaan, padahal dengan melakukan deteksi dini secara sederhana saja dapat menyelamatkan banyak nyawa. Langkah sederhana seperti memeriksa denyut nadi sendiri sebagai deteksi dini sudah dapat mendeteksi aritmia. Hal inilah yang menjadi dasar dari kampanye “MEraba NAdi SendiRI (MENARI)”, sebagai bagian dari gerakan global Pulse Day 2026, yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap irama jantung mereka sebelum terlambat dan berakibat fatal.

    Dalam sambutanya, Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, Head of Pulse Day Task Force, Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), menyatakan, “APHRS merupakan organisasi yang berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pelayanan bagi pasien dengan gangguan irama jantung di kawasan Asia-Pasifik.

    Pulse Day adalah inisiatif kesadaran global tahunan yang didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman tentang aritmia jantung. Hari ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat di seluruh dunia agar mengambil langkah-langkah sederhana namun berdampak besar dalam melindungi kesehatan jantung mereka, seperti memahami irama jantungnya, memeriksa denyut nadi secara rutin, dan mencari nasihat medis jika ditemukan ketidakteraturan. “Cara mengecek denyut jantung yaitu dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan atau leher, hitung denyutnya selama 30 detik dan kalikan 2 untuk mendapatkan denyut per menit. Denyut normal biasanya berada di kisaran 60 hingga 100 detak per menit,” jelas dr. Dicky.

    Pulse Day sendiri merupakan inisiatif global yang didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Aritmia. Hari ini jadi momentum untuk menginspirasi masyarakat di seluruh dunia agar mengambil langkah-langkah sederhana namun berdampak besar dalam melindungi kesehatan jantung, seperti memahami irama jantungnya, memeriksa denyut nadi secara rutin, dan mencari nasihat medis jika ditemukan ketidakteraturan.

    Pulse Day diperingati setiap 1 Maret (1/3), sebagai pengingat bahwa 1 dari 3 orang di dunia berisiko mengalami Aritmia serius sepanjang hidupnya. Tahun ini, APHRS memimpin pelaksanaan Pulse Day di bawah bimbingan dan kolaborasi dengan sister societies, yaitu EHRA, HRS, dan LAHRS, juga didukung oleh Arrhythmia Alliance (UK) dan World Heart Federation. dr. Dicky menekankan, kolaborasi lintas negara ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran global terhadap aritmia. “Pulse Day bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi sebuah gerakan bersama yang mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengenal irama jantungnya, memeriksa denyut nadi secara rutin, dan segera berkonsultasi bila terdapat kelainan,” katanya.

    “Salah satu fokus utama Pulse Day adalah deteksi dini Atrial Fibrillation (AF), salah satu jenis Aritmia yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab utama stroke yang sebenarnya dapat dicegah. AF sering kali tidak menimbulkan gejala khas, sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko. Melalui kampanye MENARI, kami ingin mengingatkan bahwa langkah kecil seperti memeriksa nadi bisa berdampak besar, bahkan menyelamatkan hidup,” jelas dr. Dicky.

    Terkait AF, dr. Dicky menambahkan bahwa ini adalah kondisi ketika irama jantung menjadi tidak teratur dan sering kali sangat cepat. “Irama jantung yang tidak teratur ini dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah di jantung, yang berpotensi memicu Stroke, Gagal jantung, maupun berbagai komplikasi lain yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular. Gejala AF dapat berbeda-beda pada setiap orang, namun umumnya meliputi detak jantung yang cepat atau berdebar kuat (palpitasi), nyeri dada, pusing, kelelahan, kelemahan tubuh, sesak napas, hingga menurunnya kemampuan berolahraga. Pada beberapa kasus, gejala tersebut dapat muncul dan menghilang secara tiba-tiba, tetapi pada sebagian lainnya dapat berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Pada kesempatan yang sama, dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA, Sekretaris Jenderal PERITMI/Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) juga menyoroti fenomena Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak sebagai salah satu masalah kardiovaskular serius.

    “SCD menyumbang sekitar 10 hingga 15 persen dari seluruh kematian global setiap tahunnya. Ini artinya, jutaan nyawa hilang secara tiba-tiba akibat gangguan irama jantung yang sering tidak terdeteksi sebelumnya. Secara global, insiden SCD pada populasi umum diperkirakan mencapai 40–100 kasus per 100.000 orang per tahun. Meskipun angka kematian sempat menurun antara tahun 1999 hingga 2018, data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2018, menandakan bahwa tantangan ini masih jauh dari selesai. Laki-laki tercatat memiliki risiko lebih tinggi dibanding perempuan, dengan perbandingan angka mortalitas 5,23 berbanding 2,71,” ujar dr. Agung.

    “Di Indonesia, data mengenai SCD atau henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-hospital cardiac arrest/OHCA) belum terdokumentasi secara nasional, namun beban penyakit kardiovaskular yang terus meningkat mengindikasikan potensi kasus yang tinggi. Berdasarkan jaringan Pan-Asian Resuscitation Outcome Study (PAROS), tingkat kelangsungan hidup setelah OHCA di kawasan Asia rata-rata hanya sekitar 4–6 persen, jauh di bawah angka di negara-negara Barat. Ini menunjukkan pentingnya sistem tanggap darurat yang kuat dan edukasi publik agar masyarakat tahu apa yang harus  dilakukan ketika seseorang mengalami henti jantung,” tambah dr. Agung. (Red. Elmediora | Foto: Dok. APHRS)

  • Anxiety Disorder, ketika Kecemasan Sudah Mengganggu Keseharian Harus Diatasi dengan Tepat

    Anxiety Disorder, ketika Kecemasan Sudah Mengganggu Keseharian Harus Diatasi dengan Tepat

    Beberapa orang mungkin merasa cemas ketika dihadapkan pada situasi yang menegangkan, seperti menghadapi ujian, wawancara kerja, atau berada di lingkungan baru yang belum familiar. Saat ini, kita juga hidup di tengah arus informasi yang padat dan sering kali menimbulkan kekhawatiran mulai dari isu ekonomi, perubahan sosial, hingga ketidakpastian terhadap masa depan. Tak jarang, kondisi seperti ini dapat memicu rasa cemas berlebihan dan membuat kita merasa tidak berdaya.

    Rasa cemas merupakan reaksi manusiawi yang wajar, bahkan diperlukan pada beberapa kondisi agar dapat lebih fokus dan mampu mempersiapkan solusi untuk kondisi yang memicu timbulnya stres. Namun, Anda perlu waspada ketika rasa cemas dirasakan secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Anxiety disorder atau gangguan kecemasan merupakan salah satu kondisi terkait kesehatan mental yang paling sering terjadi. Meski demikian, hanya sedikit orang yang mengalaminya mendapatkan pengobatan sesuai. Padahal, anxiety disorder sangat mungkin diatasi dengan pengobatan yang tepat.

    Apa itu Anxiety Disorder?

    Gangguan Kecemasan atau anxiety disorder adalah kondisi mental di mana seseorang mengalami kecemasan yang berlebihan, berlarut-larut, dan sulit dikendalikan. Rasa cemas atau takut ini bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Sebagai salah satu gangguan jiwa yang umum terjadi, anxiety disorder dialami oleh hampir sebagian besar orang pada suatu waktu dalam hidupnya. Sayangnya, terkadang kondisi ini tidak disadari oleh penderitanya. Padahal anxiety disorder bisa saja menyebabkan komplikasi berupa depresi, menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya, hingga meningkatkan risiko bunuh diri.

    Untuk itu, mengenali gejala anxiety disorder sedini mungkin merupakan langkah awal yang penting. Sebab kondisi ini dapat diatasi melalui psikoterapi dan pengobatan langsung dari psikiater agar orang yang mengalaminya dapat kembali bekerja dan beraktivitas, sehingga perannya sebagai seorang manusia di tengah masyarakat dapat kembali dijalankan.

    Jenis Anxiety Disorder

    Beberapa jenis anxiety disorder, maupun kondisi yang dikaitkan dengan gangguan kecemasan, antara lain:

    1. Gangguan Cemas Menyeluruh (generalized anxiety disorderatau GAD)

    Perasaan takut atau khawatir yang berlebih terhadap kondisi yang umum maupun aktivitas sehari-hari yang menetap, setidaknya selama 6 bulan hingga menyebabkan tidak dapat beraktivitas.

    1. Agorafobia (agoraphobia)

    Agorafobia merujuk pada perasaan takut, dan sering kali menghindar, terhadap situasi atau tempat yang memicu serangan panik seperti keramaian dan tempat di mana seseorang merasa sulit untuk melarikan diri.

    1. Gangguan panik

    Gangguan yang terdiri dari beberapa serangan rasa panik atau ketakutan yang sangat hebat dan mendadak, tanpa alasan yang jelas. Rasa takut yang hebat akan kematian, disertai gejala fisik antara lain jantung berdebar, napas cepat, dan keringat dingin.

    1. Fobia spesifik (specific phobias)

    Jenis gangguan kecemasan ini memiliki pemicu yang spesifik dan tidak rasional, dapat berupa hewan, benda, maupun situasi tertentu, misalnya warna kuning, darah, ketinggian, maupun ruang tertutup.

    1. Gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial(social anxiety disorder)

    Ketakutan berlebih terhadap lingkungan sosial atau untuk bersosialisasi karena menganggap dirinya tengah diawasi dan dinilai oleh orang lain, serta perasaan malu maupun takut saat berada di tengah keramaian.

    Gejala Anxiety Disorder

    Meski cemas merupakan hal yang normal, bahkan diperlukan. Anda perlu waspada jika kecemasan yang terjadi sangat mengganggu atau makin berat seiring dengan berjalannya waktu, karena kondisi ini bisa saja merupakan gejala awal anxiety disorder. Gejala khas dari anxiety disorder adalah perasaan khawatir atau cemas yagn berlebihan.

    Selain itu, beberapa gejala gangguan kecemasan yang perlu Anda kenali adalah sebagai berikut ini:

    • Tubuh gemetar
    • Berkeringat dingin
    • Jantung berdebar kencang (terkadang disertai nyeri dada yang sering disalah artikan sebagai serangan jantung)
    • Merasa mual atau sakit perut
    • Napas menjadi lebih cepat, terengah-engah, atau sesak napas
    • Tubuh terasa lemas
    • Merasa gugup, gelisah atau tidak bisa tenang, dan tegang, serta lebih mudah marah
    • Merasa seolah-olah akan mengalami kemalangan atau malapetaka maupun akan berada dalam kondisi yang berbahaya
    • Kesulitan berkonsentrasi atau mengambil keputusan
    • Merespons kondisi yang memicu kecemasan secara berlebih atau tidak rasional, tetapi respons ini pun tidak dapat dikontrol oleh penderitanya
    • Mengalami gangguan tidur, baik jadi sulit tidur maupun tidak bisa tidur (insomnia)
    • Kecemasan telah menyebabkan gangguan dalam kehidupan penderitanya, bahkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari

    Jika gejala dialami selama minimal 6 bulan, bisa jadi memenuhi kriteria anxiety disorder. Orang yang mengalami gangguan kecemasan sering menghindari situasi yang dapat memicu rasa cemasnya sebagai bentuk pertahanan diri. Akibatnya, penderita anxiety disorder tidak dapat menunjukkan potensinya dengan maksimal, atau tidak dapat beraktivitas maupun menjalin hubungan sosial dengan sesamanya.

    Gejala anxiety disorder tentu dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Jadi, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiater. Dengan begitu, Anda atau orang terdekat bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai.

    Penyebab Anxiety Disorder

    Penyebab gangguan kecemasan memang tidak diketahui dengan pasti hingga saat ini. Beberapa ahli meyakini anxiety disorder sebagai kombinasi dari faktor genetik, perubahan senyawa di otak, dan lingkungan pada mereka yang memiliki faktor risiko, dengan dipicu oleh suatu kejadian yang traumatik.

    Perubahan keseimbangan senyawa di otak bisa saja terjadi karena adanya akumulasi stres yang tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini akan menyebabkan pengaturan rasa takut dan emosi terganggu, yang akan berkembang menjadi anxiety disorder ketika dialami oleh mereka yang memiliki faktor risiko gangguan kecemasan.

    Faktor Risiko Anxiety Disorder

    Beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami anxiety disorder, yaitu:

    • Pengalaman negatif yang menyebabkan stres atau trauma psikologis. Dalam kondisi Indonesia saat ini, menyaksikan demonstrasi yang menyebabkan adanya korban juga dapat menjadi pengalaman traumatis yang memicu kecemasan
    • Memiliki kepribadian yang cenderung pemalu atau sering dilarang maupun dibatasi ketika merespon suatu kondisi
    • Mengalami gangguan kepribadian
    • Efek samping obat atau zat tertentu, termasuk kafein dan narkoba
    • Penyakit tertentu, seperti gangguan irama jantung dan penyakit tiroid

    Wanita diketahui lebih banyak mengalami anxiety disorder. Namun, hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya. Hormon dianggap menjadi penyebab utama kondisi ini. Selain itu, kesenjangan gender pada beberapa budaya membuat wanita lebih sulit mendapatkan pertolongan medis yang maksimal dan membuat kecemasan makin berat.

    Penanganan Anxiety Disorder

    Sebelum memberikan penanganan, dokter spesialis kedokteran jiwa akan terlebih dulu memastikan bahwa tidak ada masalah kesehatan (penyakit) yang memicu keluhan Anda. Setelah dipastikan bahwa Anda mengalami gangguan kecemasan, barulah dokter akan memberikan penanganan yang sesuai.

    Penanganan anxiety disorder yang dilakukan oleh dokter dapat berupa psikoterapi, obat-obatan, maupun kombinasi keduanya, yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang sering dilakukan. Sedangkan untuk obat-obatan, dokter akan meresepkan golongan antiansietad, antidepresan, dan obat lain sesuai dengan keluhan yang dialami penderita anxiety disorder.

    Pentingnya Support System bagi Penderita Anxiety Disorder

    Keberhasilan pengobatan juga sangat dipengaruhi oleh support system yang dimiliki penderita anxiety disorder. Oleh karena itu, pastikan untuk menginformasikan kondisi ini kepada orang terdekat, seperti pasangan, keluarga inti, kerabat, maupun teman Anda.

    Selain itu, Anda juga dapat melakukan beberapa tips berikut untuk memaksimalkan upaya penanganan anxiety disorder dan mengurangi kecemasan yang dirasakan:

    • Saring informasi dari berita dan media sosial yang dapat memicu stres
    • Curhat dengan teman atau dengan komunitas
    • Olahraga rutin
    • Memastikan waktu tidur cukup
    • Menghindari konsumsi minuman berkafein dan beralkohol
    • Menerapkan teknik-teknik untuk mengelola stres, termasuk dengan melakukan meditasi, journaling,melakukan hobi, maupun terapi pernapasan

    Jika tidak diatasi dengan tepat, bahkan dibiarkan tanpa penanganan, anxiety disorder dapat menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu, jangan malu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kedokteran jiwa jika Anda merasakan keluhan yang menyerupai gejala anxiety disorder(Red. Elmediora | Foto: Dok. Istimewa)

     

  • Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 Resmi Dibuka Dorong Pertumbuhan Industri Alat Kesehatan

    Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 Resmi Dibuka Dorong Pertumbuhan Industri Alat Kesehatan

    Kabar gembira untuk para pelaku industri kesehatan, pameran berskala internasional, Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 akhirnya digelar pada 6 hingga 8 Agustus 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ini menjadi  momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat ekosistem industri alat kesehatan nasional. Pameran ini menampilkan beragam inovasi teknologi kesehatan  terkini dari dalam dan luar negeri, serta membuka ruang kolaborasi strategis antara  pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat.

    Tahun ini, Indohealthcare GAKESLAB  Expo diikuti oleh lebih dari 60 perusahaan dari 12 negara. Termasuk China, Mesir, Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Jerman, Malaysia, Pakistan, Taiwan, Turki, dan Amerika Serikat yang mencerminkan tingginya antusiasme global terhadap kemajuan sektor kesehatan di Indonesia. Dengan target lebih dari 15.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, pameran ini menjadi bukti nyata dari meningkatnya perhatian dan dukungan terhadap transformasi sistem kesehatan nasional. Termasuk, upaya mendorong kemandirian industri alat kesehatan nasional.

    Dalam sambutannya, Chief Executive Officer Krista Exhibitions Daud D Salim menyampaikan bahwa pameran ini merupakan momentum penting bagi industri kesehatan nasional. “Kami bangga dapat kembali menghadirkan Indohealthcare GAKESLAB Expo sebagai platform penting bagi pelaku industri kesehatan untuk saling terhubung, bertukar pengetahuan, dan menjajaki peluang bisnis baru. Melalui pameran ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan industri alat kesehatan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri kesehatan global,” ujar Daud dengan nada bersemangat (06-08-2025).

    Tidak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi, Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 juga menjadi momentum penting dengan terselenggaranya RAKERNAS GAKESLAB INDONESIA. Dengan tema “Internal Empowerment of the Organization to Support Sustainability of National Medical Device Resilience” sebagai agenda utama. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para anggota GAKESLAB dari seluruh Indonesia untuk merumuskan arah kebijakan, memperkuat kolaborasi industri, serta menjawab tantangan dan peluang dalam sektor alat kesehatan nasional.

    Selain RAKERNAS, pameran ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional, workshop edukatif, dan Desk Consultation yang membahas isu-isu krusial seperti CDAKB, NIE, CPAKB, serta peluang ekspor bagi UMKM alat kesehatan bersama Kementerian Perdagangan RI. Dari sisi akademik, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran turut memperkaya rangkaian acara melalui seminar bertema “The Importance of Caries Prevention for Children’s Growth and Development”, yang mengangkat pentingnya kesehatan gigi anak dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.

    Pameran Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 mendapat dukungan penuh dari GAKESLAB INDONESIA dan sejumlah kementerian terkait. Seperti Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta LKPP, juga dari asosiasi-asosiasi Rumah Sakit (antara lain ARSADA dan PERSI DKJ), asosiasi Profesi (IDI), dan asosiasi-asosiasi lain yang bergerak di bidang Alat Kesehatan.

    Pameran ini juga meminta dukungan dari Dinas-Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia, terutama dari Dinas Kesehatan Provinsi DKJ, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Banten dan lainnya. Terbuka bagi pelaku industri dan distributor alat kesehatan, pengelola rumah sakit, bagian pengadaan, tenaga medis, akademisi, dan masyarakat umum. Termasuk mereka yang ingin memperoleh wawasan terkini mengenai produsen/penyedia alat kesehatan dan perkembangan teknologi dan inovasi di sektor kesehatan. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • Terus Berinovasi, Combiphar Luncurkan OB Combi Anak Batuk Pilek Bantu Ibu Beri Penanganan Tepat, Sesuai Gejala Anak

    Terus Berinovasi, Combiphar Luncurkan OB Combi Anak Batuk Pilek Bantu Ibu Beri Penanganan Tepat, Sesuai Gejala Anak

    Combiphar telah menjadi bagian dari keluarga Indonesia dengan menghadirkan solusi kesehatan yang tepercaya selama hampir 55 tahun. Salah satu brand unggulannya, OBH Combi, telah dikenal luas sebagai obat batuk dalam kemasan botol nomor satu di Indonesia. Berbekal pengalaman panjang dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan kesehatan anak, Combiphar kini menghadirkan inovasi terbarunya: OB Combi Anak Batuk Pilek dengan rasa stroberi yang diformulasikan khusus untuk efektif redakan gejala batuk pilek tanpa demam pada anak.

    Batuk pilek merupakan kondisi yang sering dialami anak-anak di usia sekolah. Berdasarkan riset Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang mencakup batuk pilek (berdasarkan diagnosa dan gejala) pada anak di rentang usia 5-14 tahun mencapai 28,6%.

    Sementara data National Library of Medicine menyebut anak dapat mengalami batuk pilek sebanyak 6 hingga 10 kali dalam setahun, dengan durasi rata-rata 1–2 minggu per episode. Artinya, seorang anak berisiko mengalami hingga 100 hari batuk pilek dalam satu tahun. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kualitas kesehatan anak, tetapi juga dapat mengganggu tidur, nafsu makan anak, hingga aktivitas sekolah.

    “Sebagai brand yang telah menemani keluarga Indonesia dari generasi ke generasi selama lebih dari lima dekade, OBH Combi dikenal atas keahliannya dalam menangani berbagai jenis kondisi batuk. Kepercayaan ini menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan,” ujar Direktur Combiphar Weitarsa Hendarto.

    Ditambahkan Sandi Wijaya, GM Marketing Consumer Healthcare Combiphar, “Kehadiran OB Combi Anak Batuk Pilek melengkapi rangkaian produk OBH Combi Anak, setelah sebelumnya hadir varian Batuk Flu yang ditujukan untuk meredakan gejala batuk, flu dan demam. Sebagai jawaban bagi para ibu yang membutuhkan solusi khusus untuk batuk pilek tanpa demam, yang sering dialami anak-anak. Diformulasikan dengan kombinasi Pseudoephedrine HCI, Dextromethorphan HBr, dan Chlorphenamine Maleate, produk ini efektif membantu meredakan batuk kering, hidung tersumbat, dan bersin. Dengan rasa stroberi, yang membuat pengalaman minum obat bebas drama, dan harga terjangkau, kami berharap produk ini dapat mendampingi ibu memberikan penanganan tepat sejak awal, agar si kecil cepat pulih dan kembali aktif. Kalahkan Bapil, Si Kecil Aktif Lagi.”

    Pentingnya orang tua untuk peka dan segera mengatasi batuk pilek pada anak, disampaikan dr. Kanya Ayu Paramastri Sp.A, Dokter Spesialis Anak. “Batuk pilek yang tidak disertai demam memang terlihat ringan, tapi jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, bisa mengganggu aktivitas anak, seperti tidur, makan, bahkan kehadiran di sekolah. Tentunya ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, batuk pilek yang tidak tertangani juga bisa berkembang ke penyakit pernapasan lainnya.” (Red. Elmediora.com | Foto: Dok. Combiphar)

     

  • Perlindungan Ganda, Sensodyne Gigi Berlubang & Sensitif Diluncurkan, Sekaligus Prilly Latuconsina sebagai Brand Ambassador

    Perlindungan Ganda, Sensodyne Gigi Berlubang & Sensitif Diluncurkan, Sekaligus Prilly Latuconsina sebagai Brand Ambassador

    Menjawab berbagai permasalahan seputar gigi di Tanah Air, Haleon dengan bangga meluncurkan Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif. Sebuah varian pasta gigi Sensodyne terbaru yang menawarkan perlindungan ganda dan dirancang untuk melindungi dari gigi berlubang. Sekaligus mengatasi gigi sensitif, inovasi ini hadir sebagai solusi atas dilema yang kerap dihadapi konsumen: keharusan dalam memilih antara meredakan ngilu atau mencegah gigi berlubang.

    Gigi sensitif dan gigi berlubang adalah dua masalah kesehatan gigi yang paling sering dihadapi oleh masyarakat di Indonesia. Dr. drg. Eko Fibryanto, Sp.KG, Subsp.KE(K), Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jakarta Barat, menjelaskan, “Bahkan parahnya keduanya bisa terjadi secara bersamaan. Kita menemukan data bahwa 67.6% individu yang mengalami gigi berlubang juga mengalami permasalahan gigi sensitif. Oleh karena itu, penting sekali untuk melindungi gigi baik dari kondisi berlubang dan juga sensitif.”

    Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif dapat memberikan 24 Jam Perlindungan Aktif Cegah Gigi Berlubang dan Sensitif. Produk ini  hadir dengan kandungan Optimized Fluoride yang dapat memberikan 12 kali perlindungan lebih kuat untuk cegah gigi berlubang. Selain dapat mencegah gigi berlubang, produk ini juga dilengkapi dengan Potassium Nitrate yang dapat melindungi gigi sensitif sejak pertama kali penyikatan. Selain itu, produk terbaru Sensodyne ini hadir dalam bentuk blue gel format, sehingga memberikan sensasi nafas segar seharian.

    Dhanica Mae Dumo-Tiu, General Manager Haleon Indonesia, menyampaikan, “Produk ini hadir sebagai jawaban bagi mereka yang selama ini merasa harus memilih antara mencegah gigi berlubang atau mengatasi gigi sensitif. Kini, keduanya bisa dirawat sekaligus—tanpa kompromi. Ini adalah bagian dari misi kami untuk menjadikan perawatan kesehatan sehari-hari lebih mudah diakses, lebih personal, dan lebih bermakna.”

    Sebagai bagian dari peluncuran ini, Sensodyne juga mengumumkan Prilly Latuconsina sebagai brand ambassador terbaru untuk Sensodyne. Dikenal dengan kepribadiannya yang ceria serta gaya hidupnya yang serba aktif sebagai aktris, entrepreneur, dan content creator. Prilly merepresentasikan semangat masyarakat modern Indonesia yang terus berupaya menjaga kepercayaan diri dan kesehatan di tengah rutinitas yang padat. Ia juga membagikan kisah pribadinya dalam merawat kesehatan gigi dan bagaimana Sensodyne telah menjadi bagian dari ritual self-care hariannya.

    Saat peluncuran produk di The Westin, Jakarta, Prilly berkata, “Dulu aku bingung karena punya masalah gigi berlubang, sekaligus gigi sensitif, dan tidak tahu harus fokus ke yang mana. Setelah pakai Sensodyne, aku jadi yakin produknya kasih perlindungan optimal, supaya gigi aku tidak berlubang dan sekaligus redakan gigi sensitif. Selain itu, aku suka sama pasta gigi yang kasih nafas segar dan pas Sensodyne produk ini tidak pakai detergent, awalnya aku skeptis. Ternyata, bener-bener segar seharian! Ini jadi best found product aku di 2025. Ini membantu sekali, apalagi ak jadwalnya lumayan padat dan sering berpindah-pindah aktivitas,” ujar Prilly saat peluncuran produk di The Westin, Jakarta. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Sensodyne)

  • Cara Prilly Latuconsina “Me Time” di tengah Rutinitas Padat Dimulai dari Menyikat Gigi

    Cara Prilly Latuconsina “Me Time” di tengah Rutinitas Padat Dimulai dari Menyikat Gigi

    Menjalani peran sebagai aktris, entrepreneur, content creator, serta kesibukan lainnya secara sekaligus tentu membuat hari-hari Prilly Latuconsina selalu penuh agenda. Meski demikian, menjaga kesehatan diri, mulai dari kulit, pola makan, hingga kebersihan gigi, adalah sesuatu yang tidak ia kompromikan. “Bagi aku, self-care itu bukan kemewahan, tapi justru penunjang stamina supaya tetap produktif,” tutur Prilly saat berbagi rutinitas paginya.

    Di sela persiapan syuting dan rapat daring, Prilly menekankan pentingnya meluangkan waktu untuk me-time singkat dan itu dimulai dari ritual dipagi hari yaitu menyikat gigi. “Buat aku menyikat gigi itu penting banget dan aku enjoy aktifitas ini setiap pagi. Tapi, dulu aku sempat bingung dengan masalah-masalah gigi. Aku paling tidak mau gigi berlubang, tapi aku juga punya masalah gigi sensitif. Paling bad mood kalau lagi makan atau minum kesukaan, terus ngilu padahal rajin sikat gigi. Makanya dulu aku suka bingung mau fokus yang mana,” ujarnya.

    Berdasarkan pengalamannya, berikut merupakan tiga kebiasaan sederhana Prilly yang bisa ditiru siapa saja untuk menjaga senyum sehat:

    1. Morning Routine yang Terstruktur: Meski harus bangun jam tiga pagi, Prilly selalu menyempatkan sarapan seimbang dan menyikat gigi sebelum memulai aktivitas. “Biasanya aku minum air hangat dulu, lalu sarapan supaya ada energi. Setelahnya, aku sikat gigi dengan pasta gigi yang bisa menjawab seluruh kebutuhan kesehatan gigi dan mulut secara bersamaan,” katanya.

    Menariknya, Prilly sengaja menjauh dari gadget saat menyikat gigi.  “Beberapa menit itu aku anggap kayak momen me time kecil. Tak ada handphone, cuma aku dan cermin di kamar mandi. Itu waktu yang tenang banget sebelum memulai kegiatan.”

    2. Double Protectiondalam Merawat Gigi: Rutin dan Konsisten: Di sela aktivitasnya yang padat, Prilly selalu disiplin menjaga kesehatan giginya. Ia menyikat gigi dua kali sehari, masing-masing selama dua menit, dan menyempatkan kunjungan ke dokter gigi minimal dua kali setahun.

    “Kita biasanya sudah niat jaga penampilan—dari skincare, rambut, sampai outfit. Sayang banget kalau senyum nggak ikut dijaga. Masalah kayak gigi ngilu atau bolong bisa langsung turunkan rasa percaya diri. Makanya, aku selalu pilih produk yang bisa jawab dua-duanya sekaligus. Sekarang aku pakai pasta gigi Sensodyne Cegah Gigi Berlubang dan Sensitif yang bisa bantu lindungi dari gigi berlubang sekaligus ngilu. Dipakai rutin, hasilnya terasa nyaman sepanjang hari,” tambahnya.

    3. Rutinitas Malam Yang Tidak Pernah Dilewatkan: Walau pulang larut malam, ia tetap disiplin soal rutinitas malam. “Seberapa capek pun aku, aku tak pernah tidur tanpa sikat gigi dan flossing. Itu sudah jadi kebiasaan sejak kecil. Mama yangajarkan dan sampai sekarang aku bersyukur sekali.”

    Setelahnya, Prilly menutup hari dengan serangkaian skin care sebelum tidur. “Buat aku, menjaga kesehatan gigi itu bukan sesuatu yang bisa ditawar, dan oleh karenanya aku selalu jadikan perawatan gigi sebagai bagian dari keseharian, bukan tambahan kalau aku lagi sempat.”

    “Kesehatan gigi itu menjadi bagian tidak terpisahkan dari penampilan yang menyeluruh untuk aku. Jadi aku jaga kesehatan gigi. Cukup rajin sikat gigi pagi dan malam pakai pasta gigi yang bisa cegah bolong dan gigi ngilu—simple, tapi dampaknya luar biasa untuk tingkatkan percaya diri seharian plus bisa makan atau minum tanpa takut ngilu.”

    Sebagai penutup, Prilly berharap kebiasaan kecil yang ia jalani bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai peduli pada kesehatan gigi sejak dini. Menurutnya, banyak orang baru menyadari pentingnya perawatan gigi saat sudah muncul masalah. Padahal, dengan rutinitas yang tepat, menjaga senyum sehat bisa menjadi bagian dari keseharian yang ringan dan menyenangkan.

    Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif kini sudah tersedia di berbagai toko dan e-commerce, termasuk Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop. Jangan lewatkan promo peluncurannya selama periode terbatas! Yuk, dapatkan perlindungan ganda untuk gigi sensitif dan berlubang dengan harga spesial! (Red. Elmediora | Foto: Dok. Istimewa)

  • Sains dan Teknologi Terdepan untuk Kesehatan Kulit dan Kulit Kepala Dipaparkan Unilever Indonesia dalam Ajang PERDOSKI XX

    Sains dan Teknologi Terdepan untuk Kesehatan Kulit dan Kulit Kepala Dipaparkan Unilever Indonesia dalam Ajang PERDOSKI XX

    Senantiasa mengedepankan kekuatan sains dan teknologi dalam berinovasi, Unilever Indonesia turut berpartisipasi dalam perhelatan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PIT PERDOSKI) ke XX di Nusa Dua, Bali pada 10-12 Juli 2025. Membawa inovasi terbaru dari dua brand ternama, yaitu POND’S dan CLEAR, Unilever Indonesia menghadirkan sesi simposium yang mendiskusikan berbagai pengetahuan terkini tentang pentingnya menjaga keseimbangan skin microbiome. Dalam mendukung fungsi skin barrier pada kulit wajah, serta peran penting scalp barrier yang kuat guna mengatasi dan mencegah ketombe datang kembali.

    PIT PERDOSKI mempertemukan ribuan dokter anggota PERDOSKI dari seluruh wilayah Indonesia untuk membahas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini di bidang dermatologi dan venereologi melalui rangkaian kegiatan ilmiah. Untuk pertama kalinya, di tahun 2025 kegiatan ini digelar dalam skala internasional karena bertepatan dengan penyelenggaraan 1st PAN ASIA CONFERENCE OF DERMATOLOGY 2025.

    Dr. dr. Ketut Kwartantaya Winaya., Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K., FINSDV, FAADV selaku Ketua Panitia 1st PAN ASIA dan PIT PERDOSKI XX menyampaikan, “Setiap tahunnya, PIT merupakan agenda tahunan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, tahun ini Bali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah PIT PERDOSKI XX.

    Kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk mendorong inovasi dan memperluas jangkauan edukasi agar kegiatan ini mampu memberikan dampak yang lebih optimal. Tidak terkecuali pihak pelaku industri seperti Unilever Indonesia, berbagai riset yang dilakukan memungkinkan kami untuk memperoleh banyak insight menarik dalam hal pengembangan solusi berbasis sains dan teknologi terbaru. Diharapkan kolaborasi ini dapat meningkatkan pengetahuan para dokter sekaligus memberikan akses yang lebih merata bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi maupun produk yang berkualitas.”

    Di PIT PERDOSKI XX, Unilever Indonesia mempersembahkan simposium bertema ”Unveiling the Scalp & Skin Microbiome: Skin Health and Recent Technological Updates” yang menghadirkan sederetan pakar di bidang dermatologi serta pimpinan R&D Unilever Indonesia. Simposium ini menitikberatkan pada temuan ilmiah mengenai pentingnya keseimbangan skin microbiome serta kekuatan fungsi scalp barrier untuk kulit dan kulit kepala yang sehat.

    Terkait skin microbiome, Dr. dr. Eliza Miranda, Sp.D.V.E, Subsp.D.T, FINSDV, FAADV menjelaskan dalam paparannya, ”Sebagai ekosistem mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit secara dinamis, skin microbiome berperan penting dalam menjaga pertahanan kulit secara fisik maupun kimiawi dan mendukung integritas skin barrier. Saat skin microbiome terganggu keseimbangannya, maka akan timbul masalah seperti kulit kering, jerawat, dermatitis atopik, psoriasis, hingga penuaan dini. Terapi yang sedang berkembang di dunia kecantikan, antara lain menggunakan prebiotik, menawarkan solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan keseimbangan skin microbiome.

    Menanggapi hal tersebut, Matthew Seal, M.Sc, Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia menerangkan, ”Sebagai salah satu pionir yang sejak 2007 mengawali studi mendalam tentang skin microbiome bersama puluhan lembaga penelitian dan universitas ternama dunia. POND’S Skin Institute menghadirkan produk Biome Gel pertama di Indonesia yang memberikan pertahanan pertama terhadap agresor pada lapisan kulit paling luar melalui inovasi POND’S Ultra Light Biome Gel. Dengan kandungan utama berupa jutaan prebiotik, produk ini diformulasikan untuk menyeimbangkan skin microbiome dan menjaga pH alami kulit selama 72 jam non-stop.”

    Inovasi ini tersedia dalam dua rangkaian produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit, yaitu POND’S Hydra Miracle Ultra Light Biome Gel dengan Cera-Hyamino™ (perpaduan Pro-Ceramide, Hyaluron, dan Asam Amino) untuk menghidrasi kulit dan menguatkan fungsi skin barrier, serta POND’S Bright Miracle Ultra Light Biome Gel dengan Niasorcinol™ (perpaduan Niacinamide & E-Resorcinol) untuk mencerahkan kulit.

    Sementara dalam hal pentingnya memperkuat fungsi scalp barrier, Prof. Dr. dr. Sandra Widaty, Sp.D.V.E, Subsp.D.T, FINSDV, FAADV memaparkan, ”Kunci untuk mengatasi ketombe dan mencegah ketombe datang kembali adalah dengan memperkuat lapisan pelindung scalp barrier sebagai perisai alami dari gangguan eksternal seperti polusi, sinar UV, dan kelembapan yang tinggi. Temuan terbaru membuktikan bahwa upaya ini dapat dilakukan dengan lebih efektif menggunakan rangkaian produk perawatan kulit kepala yang fungsinya saling menguatkan. Tidak hanya shampoo tapi juga leave-on treatment seperti scalp tonic yang diformulasi khusus untuk menangani ketombe dan memperkuat scalp barrier. Salah satunya yang mengandung Piroctone Olamine dan Niacinamide, dapat menjadi pilihan yang membantu mengelola ketombe lebih efektif dan menjaga kesehatan kulit kepala dalam jangka panjang.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Unilever)