Category: Fashion

  • Bertema ‘Le Jardin Poétique’ Phangsanny Hadirkan Aneka Gaun Pengantin dalam Suasana Sunset Nan Romantis

    Bertema ‘Le Jardin Poétique’ Phangsanny Hadirkan Aneka Gaun Pengantin dalam Suasana Sunset Nan Romantis

    Di tengah suasana romantis berlatar belakang matahari terbenam yang magis di Tirtha Bali, Phangsanny sang desainer yang terkenal dengan rancangan wedding dresses-nya sukses memukai ratusan tamu undangan di acara ‘Le Jardin Poétique’.

    Gaun-gaun pengantin nan menawan yang dibawakan dengan indah oleh para model merangkai suatu benang merah yang romantis  dan puitis dibingkai dalam dekorasi dan taman yang indah. Semburat pink kekuningan mewarnai langit menyempurnakan koleksi ini Phangsanny yang menampilkan 41 gaun mewah. Terdiri dari baju pesta dan gaun pengantin yang memadukan keindahan desain klasik dengan sentuhan modern yang elegan.

    Kelopak-kelopak bunga yang dibuat dengan tangan, mendominasi detail gaun-gaun pengantin tersebut dan pemasangan kristal dan hiasan dikerjakan dengan sangat mendetail. Korset yang di build-in di dalam setiap gaun, menyempurnakan lekuk pemakainya. Setiap lambaian gaun dan kain yang membalut tubuh mencerminkan keanggunan, kelembutan, dan keabadian, seolah membawa para tamu ke dalam sebuah taman impian yang penuh romantisme.

    Dalam suasana sunset yang memesona, runway sepanjang 90 meter menjadi panggung istimewa untuk memperlihatkan keindahan detail bordir, pilihan material eksklusif, dan siluet anggun khas Phangsanny. Koleksi Le Jardin Poétique kini dapat dinikmati secara langsung di butik Phangsanny yang berlokasi di Sanur, Ubud, dan Kelapa Gading Jakarta. “Saya merayakan cinta, romansa, dan kefemininan sekaligus keanggunan sosok perempuan di  setiap detail dalam masing-masing gaun di koleksi ini,” ujar Phangsanny

    Acara ini menjadi perayaan kreativitas dan dedikasi Phangsanny dalam menghadirkan karya-karya terbaik yang memperkaya dunia mode Indonesia dan memberikan nuansa gaya tersendiri terhadap dunia busana pengantin di Indonesia.  (Red. Elmediora | Foto: Dok. Phangsanny)

  • Tak Sekadar Panggung Mode, JF3 2025 Fokus Bangun Ekosistem Fashion Lebih Dinamis & Berkelanjutan

    Tak Sekadar Panggung Mode, JF3 2025 Fokus Bangun Ekosistem Fashion Lebih Dinamis & Berkelanjutan

    Memasuki dekade ketiga, JF3 Fashion Festival kembali hadir dan berkomitmen lebih dari sekadar panggung mode. Tahun 2025 fokus diperluas untuk membangun ekosistem fashion Indonesia yang lebih dinamis dan berkelanjutan. Dengan melibatkan desainer muda, model, jurnalis, hingga kreator, JF3 hadir untuk memberdayakan generasi penerus yang akan membawa industri mode Indonesia ke masa depan.

    Diselenggarakan oleh Summarecon dengan dukungan penuh dari pemerintah, pelaku industri fashion, mitra strategis nasional dan internasional, JF3 2025 akan berlangsung di dua lokasi utama. Di Summarecon Mall Kelapa Gading, fashion show akan digelar pada 24–27 Juli 2025, disusul oleh Niwasana by Fashion Village, sebuah pameran mode yang berlangsung hingga 3 Agustus. Sementara itu, Summarecon Mall Serpong akan menggelar fashion show pada 30 Juli–3 Agustus 2025, dengan pameran DRP Jakarta hingga 10 Agustus 2025.

    Recrafted a New Vision: Redefining Indonesia’s Competitive Edge in the Global Market. 

    JF3 Talk 2025 (Vol.1) yang berlangsung di Teras Lakon Summarecon Serpong pada 7 Mei 2025 menjadi bagian penting dalam membahas tema besar JF3 untuk tahun 2025: Recrafted a New Vision: Redefining Indonesia’s Competitive Edge in the Global Market. Diskusi ini menjadi langkah awal untuk mendorong seluruh pelaku industri untuk terus berperan aktif dalam membentuk ekosistem fashion Indonesia yang lebih matang, kolaboratif, dan kompetitif di pasar global.

    Merupakan ajakan untuk melihat kembali keterampilan kita dan menyusunnya ulang dengan visi yang lebih kuat, bukan hanya dari sisi artistik, tapi juga strategis. Keahlian yang tinggi dibutuhkan untuk pengembangannya, sehingga tidak terjebak dalam pengulangan yang membuat kita berjalan di tempat. “Saat ini kita tidak lagi perlu bertanya mengenai pandangan dunia, yang paling kita butuhkan. Sejak dulu adalah sejauh mana kita bisa melangkah dengan visi yang kita miliki. Kami mengajak semua kreator untuk melakukan perubahan. Mendorong batas dan mewujudkan apa yang tidak terlihat menjadi sebuah kenyataan. Membawa semua keterampilan yang kita miliki menjadi sebuah visi baru,” ujar Thresia Mareta, Founder Lakon Indonesia dan Advisor JF3.

    Tantangan Para Desainer Dalam Negeri Dalam Berkarya dan Pertahankan Bisnis

    Moderator JF3 Talk Vol.1 Dino Augusto berpendapat sekarang ini daya beli masyarakat terhadap produk lokal masih rendah, sementara produk impor justru kian membanjiri pasar. Diperlukan strategi yang lebih kuat dalam mengangkat brand lokal, agar mampu bersaing secara sehat di dalam negeri.

    Elok dari Brand Dola’ap Kebaya berterus terang dunia mode sekarang ini tengah menghadapi tantangan ekonomi. “Termasuk penerapan produk sustainable atau upcycle seperti seni cenderung sulit meyakinkan konsumen untuk membeli barang berbahan bekas. Diperlukan brand image yang kuat dan strategi komunikasi yang tepat, mengingat konsumen saat ini cenderung price-sensitive, sehingga sulit menjual produk sustainable dengan harga premium, karena kesadaran konsumen masih rendah terhadap nilai keberlanjutan,” ungkap Elok.

    Sementara, bagi Afif dari Brand ControlNew yang berdiri sejak 2018 masalah SDM menjadi kendala tersendiri dan baru dapat membentuk tim produksi setelah menghadapi tantangan besar dalam hal keterbatasan SDM. Dia berkata, “Awalnya, dia memanfaatkan tukang vermak sebagai pelaku upcycle, kemudian berkembang menjadi tim produksi yang lebih solid. Baginya, permasalahan  utama adalah keterbatasan bahan baku dan SDM dan tidak semua jenis kain dapat diolah untuk produksi upcycle. Itulah sebabnya, fokus utama brand tidak hanya pada upcycling denim, tapi juga menciptakan artikel baru yang memiliki nilai tambah dan dapat dijual dengan harga lebih tinggi.”

    Selain itu, Dalam proses desain, Afif menemukan dilema antara menciptakan desain simpel yang lebih mudah diproduksi dari kain sisa dan kebutuhan pasar akan desain yang unik dan menarik. “Target market harus ditentukan sejak awal dan keberhasilan strategi sangat bergantung pada ketajaman market intelligence. Anak muda saat ini mulai peduli pada desain dan harga, namun belum sepenuhnya sadar atau memperhatikan nilai di balik produk, misalnya proses upcycle. Itulah sebabnya, pendekatan branding yang dilakukan adalah menarik perhatian pasar melalui desain dan harga terlebih dahulu, lalu baru kita mengedukasi soal nilai dan proses upcycle,” tambahnya.

    Tantangan terbesar yang harus dihadapi para pelaku di dunia fashion menurut Astrela dari brand Bespoke adalah perubahan tren yang sangat cepat. Industri mode dituntut untuk memahami keinginan pasar, sambil tetap mempertahankan DNA brand dan forecast trend menjadi penting, agar bisa menggabungkan konsep brand dengan keinginan pasar. Sementara, Laura Muljadi berpendapat, “Masyarakat luar negeri bisa menghargai produk natural, tapi pengrajin lokal justru kurang mendapatkan spotlight di negeri sendiri.  Kebutuhan ekonomi mendesak membuat pengrajin kadang beralih ke bahan non-natural atau bahkan berhenti menenun, karena produk kreasinya tidak laku dan adanya ketimpangan akses pasar antara Jakarta dan daerah.”

    Sulawesi Selatan memiliki kekayaan motif seperti aksara Lontara, namun belum berhasil dikenal secara nasional dan hingga saat ini belum ada produsen batik yang secara konsisten mengangkat motif khas tersebut. Pasar lokal di Sulsel lebih didominasi oleh peminat tenun, sementara dia  ingin memperkenalkan batik sebagai bagian dari identitas budaya Sulsel dengan menggali motif-motif yang berbeda.

    “Saat ini, sistem penjualan kami masih terbatas melalui e-commerce dan WhatsApp, jadi belum ada penetrasi signifikan ke pasar nasional karena terbatasnya eksposur. Kami membutuhkan pentingnya dukungan dan sorotan lebih besar terhadap brand-brand dari luar Jawa agar bisa bersaing dan dikenal luas. Selain itu, tantangan lainnya adalah minimnya pengolahan limbah dan kesiapan SDM untuk mendukung produksi dalam skala besar,” ujar Ayu Gani dari brand Batik Sulawesi menerangkan permasalahannya.

     


    Berkolaborasi Bersama dan Berkarya dengan Produk Berkualitas

    JF3 pun berharap seluruh pelaku industri dapat berperan aktif secara bersama-sama agar lebih semangat lagi dalam membangun ekosistem fesyen Indonesia untuk kolaborasi, bertukar pikiran, dan terus berkarya dengan kualitas yang lebih matang. Ke depan, Theresa akan semakin fokus untuk menjalin hubungan internasional demi mendukung kemajuan industri fesyen lokal dan berharap endapat dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk pemerintah. Tahun ini, JF3 mengundang salah satu desainer dari Korea Selatan sebagai bagian dari kolaborasi dua arah. Jadi, tidak hanya mereka yang datang ke Indonesia, tapi partisipan festival yang sudah terselenggara sejak 2004 itu juga akan bertandang ke Negeri Ginseng. Berkolaborasi secara nasional dan internasional akan memperkuat dan memajukan dunia fashion di Tanah Air tetap eksis, sekaligus berujung menunjang perekonomian bangsa yang diwujudkan secara gotong royong. (Ells | Foto: Dok. JF3)

  • Inspirasi Weddings by Marriott Bonvoy dengan Penawaran Eksklusif untuk Momen Sekali Seumur Hidup

    Inspirasi Weddings by Marriott Bonvoy dengan Penawaran Eksklusif untuk Momen Sekali Seumur Hidup

    Cinta sejati merupakan anugerah terindah dalam kehidupan kita dan tidak semua orang bisa mendapatkan true love yang sesungguhnya. Itulah sebabnya, setiap kisah cinta sejati layak dirayakan dengan cara yang istimewa. Berangkat dari kesuksesan edisi perdananya di tahun 2024, Weddings by Marriott Bonvoy: Indonesia Showcase kembali hadir tahun ini,  berlangsung pada tanggal 26–27 April 2025 di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta.

    Pameran pernikahan ini dirancang guna memberikan inspirasi kepada para calon pengantin dengan menghadirkan ragam pilihan lokasi pernikahan dari portofolio hotel dan resor Marriott Bonvoy di seluruh Indonesia. Mulai dari tempat untuk resepsi intim di tepi pantai hingga perayaan megah di ballroom yang glamor, pameran ini menjadi titik awal dalam merancang momen spesial seumur  hidup. Bertempat di lokasi elegan nan inspiratif, para calon pengantin dapat menemukan pilihan 22 lokasi pernikahan terbaik hingga bertemu dengan lebih dari 20 vendor terkemuka yang siap menawarkan perayaan pernikahan yang personal dan bermakna.

    Momen Penuh Cinta dan Inspirasi 

    Para pasangan juga dapat menjelajahi dunia romantis melalui beragam tema pernikahan, koleksi busana couture, hingga layanan pernikahan berkelas dunia. Semua dirancang untuk membantu mereka mempersiapkan hari istimewa, termasuk:

    ▪ Pernikahan urban di Jakarta: The St. Regis Jakarta, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, The Ritz Carlton Mega Kuningan, JW Marriott Hotel Jakarta, Le

    Meridien Jakarta, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, The Westin Jakarta, dan Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport.

    ▪ Pernikahan di Bali yang memukau: Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve, W Bali

    – Seminyak, The St. Regis Bali Resort, The Laguna, a Luxury Collection Resort & Spa, Nusa Dua, Bali, The Ritz-Carlton Bali, Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dan Le Meridien Bali Jimbaran.

    ▪ Pernikahan mewah di lokasi eksotis: TA’AKTANA, a Luxury Collection Resort and Spa, Labuan Bajo, Lampung Marriott Resort & Spa, The Westin Nirup Island Resort & Spa Batam, Sheraton Belitung Resort, Fairfield by Marriott Belitung, dan Four Points by Sheraton Bintan, Lagoi Bay.

    ▪ Perancang busana ternama: Yogie Pratama, Soko Wiyanto, Mety Choa, Sebastian Gunawan, Dimas Singgih, The Proposal.

    ▪ Sepatu pernikahan handmade: Thang Shoes, Statement™ from Indonesia.

    ▪ Perhiasan mewah: Le Feu Diamonds.

    ▪ Kue pernikahan gourmet: LeNovelle Cake.

    ▪ Wedding planner, dekorator, dan fotografer papan atas.

    ▪ Hiburan kelas atas dengan tata suara, pencahayaan, dan animasi LED mutakhir.

    Salah satu momen yang paling dinantikan adalah peragaan busana eksklusif oleh The Proposal pada 26 April 2025, menampilkan gaun-gaun memukau dari para perancang bridal couture ternama dunia. Seperti Berta, Lee Petra Grebenau, Galia Lahav, Saiid Kobeisy, Vera Wang dan Reem Acra. Sementara itu, perancang Indonesia Dimas Singgih akan memadukan siluet modern dengan sentuhan budaya Indonesia secara halus dan elegan, sebagai simbol romantisme modern yang autentik melalui peragaan busana di tanggal 27 April 2025.

    Pengalaman Pameran Pernikahan Terbaik dan Grand Prize Menarik!

    Tahun ini, Weddings by Marriott Bonvoy: Indonesia Showcase 2025 akan semakin semarak dengan menghadirkan tiga grand prize eksklusif, sehingga para pasangan memiliki kesempatan untuk memenangkan pernikahan atau bulan madu impian yang tak terlupakan.

    1. Pernikahan Impian

    Marriott Bonvoy akan menanggung biaya pernikahan hingga 500 juta rupiah untuk satu pasangan yang beruntung, dalam rangka mewujudkan perayaan cinta yang mereka impikan.

    2. Bulan Madu Istimewa

    Liburan bulan madu selama tiga malam di Reserve Suite Mandapa, a Ritz Carlton Reserve, Bali. Termasuk penerbangan kelas bisnis pulang-pergi dari  Jakarta, layanan antar-jemput pribadi, sarapan, dan pengalaman spa yang  mewah.

    3. Hadiah Poin Marriott Bonvoy

    Satu pasangan beruntung akan menerima 250,000 poin Marriott Bonvoy yang dapat ditukarkan untuk mewujudkan pernikahan impian mereka, maupun  menginap dan bersantap atau merasakan pengalaman romantis lainnya di  berbagai properti Marriott Bonvoy di seluruh dunia. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Marriott Bonvoy)

  • UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style  Gaya Playful & Fresh

    UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

    Sederet koleksi kolaborasi UNIQLO and Anya Hindmarch bertajuk “An Eye for Curiosity”, bersama Julie Estelle disambut dengan antusias oleh para pecinta fashion. Julie tampil memukau dalam balutan koleksi UNIQLO and Anya Hindmarch yang dipadukan dengan mix and match yang menarik dengan koleksi UNIQLO lainnya.

    Desainer fashion accessories kenamaan asal Inggris ini, Anya Hindmarch, menghadirkan aksen yang unik serta ikonik, melalui desain sepasang mata yang diangkat sebagai signature style nan menggemaskan.


    ”Kami sangat excited dengan hadirnya koleksi kolaborasi perdana UNIQLO and Anya Hindmarch di Indonesia. Menggabungkan antara aspek fungsionalitas yang merupakan ciri khas UNIQLO dengan desain ikonis bertema ceria khas Anya Hindmarch, merupakan kolaborasi yang telah lama dinanti di Indonesia,” ujar Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia di sela-sela acara peluncuran koleksi ini (21-11-2024).

    Beragam item esensial yang playful dikemas dalam pilihan warna yang fresh dan sophisticated. Tak hanya itu, ada juga pakaian anak, jadi bisa tampil matching dengan anak-anak kita,

    Dalam balutan Cardigan Oversize Merino Kerah V koleksi UNIQLO and Anya Hindmarch, dipadukan dengan Rok Satin berwarna senada, Julie terlihat stylish dan nyaman. Dia memilih untuk memakai sepatu boots, agar tampilan manis jadi terlihat lebih edgy.

    Julie berkata, “Anya Hindmarch sempat booming di Indonesia dengan koleksi tas-tasnya yang dicetak dalam motif lucu, saya pun merupakan penggemar koleksinya. Senang sekali, gaya khas Anya yang fun dan playful sangat terasa pada kolaborasi bersama UNIQLO kali ini. Apalagi, UNIQLO selalu membuat pakaian dengan teknologi yang memberi kenyamanan pada pemakainya, tentu saja koleksi ini akan menambah item spesial di wardrobe saya.”


    Koleksi UNIQLO dan Anya Hindmarch inimenghadirkan total 12 produk (8 items untuk dewasa, dan 4 items untuk anak). Beberapa detail playful dimunculkan, aksen jahitan bordir berwarna-warni pada Sweater Merino Kerah Bulat, patch pocket pada koleksi PUFFTECH Jaket Kemeja, dan yang ikonik adalah motif mata bulat di seluruh koleksinya.

    Melalui detail unik yang ditambahkan pada setiap designnya sebagai aksen, Anya menghadirkan semangat “curiosity” serta mengajak kita untuk melihat pakaian dengan cara yang berbeda melalui desain yang menyenangkan. (Nadia | Foto: Dok. UNIQLO)

     

  • Kolaborasi Optik Seis x Linda Farrow Tampilkan Koleksi Kacamata ‘Brutalist Architecture’

    Kolaborasi Optik Seis x Linda Farrow Tampilkan Koleksi Kacamata ‘Brutalist Architecture’

    Linda Farrow dikenal akan karyanya yang visioner, dia meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dengan merancang koleksi kacamata ikonik untuk rumah-rumah mode ternama. Dia menjadi trendsetter karena selalu membuat inovasi di setiap rancangannya, yaitu menciptakan gaya yang belum pernah digunakan oleh desainer lainnya.

    Bagi para pecinta mode, khususnya penggemar kacamata Linda Farrow, kini tak perlu bersusah payah untuk mendapatkan kacamata, karena kita sudah bisa mendapatkannya di Optik Seis di Tanah Air. Khususnya, gerai-gerai Optik Seis Signature, seperti di PIM 1, Grand Indonesia dan lainnya.

    Mulai tanggal 24 Oktober, optik Sesis secara eksklusif menjadi distributor brand kacamata mewah ini. Koleksinya pun lengkap, mulau dari sunglasses hingga optical eyewear. Untuk koleksi kali ini, Optik Seis membawa koleksi yang terinspirasi dari ‘Brutalist Architecture’. Bentuk-bentuk geometris pada desain kacamata ini terlihat modern dan berani. Kita akan menemukan banyak model-model kacamata nan unik berbeda dari yang lainnya.

     

    Peluncuran koleksi ini di Optik Seis mendapatkan sambutan hangat dari fashion enthusiast dan penggemar kacamata di Indonesia. Secara keseluruhan, kolaborasi antara Optik Seis dan Linda Farrow merupakan langkah strategis yang menguntungkan kedua belah pihak. Optik Seis bisa menawarkan produk premium kepada pelanggan setianya, sementara Linda Farrow mendapatkan akses lebih luas ke pasar Asia, khususnya di Indonesia.

    Warna-warna yang digunakan juga beragam dengan sentuhan estetika yang menarik, namun tetap terlihat mewah. Beberapa kacamata juga memiliki bahan-bahan terbaik, seperti frame lapis emas. Koleksi kacamata yang dihadirkan menampilkan desain inovatif dengan material berkualitas tinggi, ditujukan untuk pelanggan yang menginginkan gaya dan fungsionalitas dalam aksesoris mereka.

    Koleksi kali ini menjadi istimewa berkat inovasinya dalam mengeksplorasi brutalisme. Nuansa warna neon dan detail yang rumit menambahkan lapisan keanggunan yang tak terduga, mengubah kekakuan brutalisme menjadi sesuatu yang subversif, namun elegan. Kontras yang berani tampak pada koleksi tersebut, menawarkan reinterpretasi baru dari tema-tema brutalisme tradisional, namun tetap mempertahankan estetika yang kuat dan menyolok.