Category: Business

  • Surplus Indonesia Hadir sebagai ‘Clearance Sale App’ Aplikasi #PastiDiskon Tanpa Syarat Hingga 80% 

    Surplus Indonesia Hadir sebagai ‘Clearance Sale App’ Aplikasi #PastiDiskon Tanpa Syarat Hingga 80% 

    Perusahaan startup pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi B-Corp, PT Ekonomi Sirkular Indonesia (Surplus Indonesia) kini hadir dengan inovasi baru melalui peluncuran “Clearance Sale App”. Memberikan berbagai produk kategori untuk membantu masyarakat berbelanja hemat sekaligus menjaga ramah lingkungan. Dengan konsep recommerce, Surplus memberikan solusi produk-produk baru yang sebelumnya tidak terjual, barang yang dikembalikan, produk dengan cacat minor, serta stok berlebih untuk ditemukan kembali dan dijual lagi.

    Surplus Indonesia telah berhasil menyelamatkan lebih dari 400.000 produk atau 10.000 ton produk, mencegah potensi kerugian ekonomi senilai lebih dari 1 juta USD, dan mengurangi emisi lebih dari 10 juta CO2e dari tempat pembuangan akhir. Hal ini berdampak langsung pada lebih dari 1.000.000 pengguna.

    CEO Surplus, Agung Saputra, menyampaikan, “Kami ingin memberikan solusi belanja hemat dan ramah lingkungan melalui satu aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak hanya itu, masyarakat bisa berkontribusi dalam mengurangi limbah dan menciptakan dampak positif bagi bumi ini. Dengan pendekatan ini, Surplus berupaya menciptakan pengalaman belanja yang mudah sekaligus mendukung ramah lingkungan.”

    Melalui Kampanye #PastiDiskon Hingga 80% Tanpa Syarat dari Surplus menghadirkan keuntungan besar bagi semua pihak. Bagi pemilik bisnis, kampanye ini membantu mengurangi biaya pembuangan barang tidak terjual, mengoptimalkan stok yang tersisa, serta meminimalkan kerugian.

    Di sisi lain, pengguna mendapatkan kesempatan untuk berbelanja produk berkualitas dengan harga jauh lebih terjangkau. Setiap produk yang dijual melalui platform Surplus telah melalui proses kurasi ketat untuk memastikan kualitas dan keamanannya, sehingga pengguna bisa berbelanja dengan nyaman dan tanpa khawatir. Kini, tidak hanya makanan dan minuman yang tersedia Surplus juga menawarkan pakaian, kebutuhan rumah tangga, kupon diskon, dan masih banyak lagi.

    Sandiaga Uno, Advisor Surplus, menambahkan, “Saat ini, Indonesia masih jadi salah satu penyumbang limbah makanan terbesar di dunia. Dengan inovasi karya anak bangsa seperti Surplus kita yakin bisa berubah bersama. Lebih lagi lewat pilar 3P: People, Planet, Prosperity, tentunya kita optimis ini bisa membawa kita satu langkah lebih dekat menuju visi besar Indonesia Emas 2045”

    Oktavianus Kusuma, National Head of Marketing & Merchandising Atria, mengatakan, “Surplus membuka jalur distribusi baru bagi kami untuk mengoptimalkan produk Clearance. Selain mendukung penjualan, kami juga dapat memperkenalkan Atria kepada konsumen baru yang peduli dengan nilai-nilai lingkungan.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Surplus)

  • Perluas Aksesibilitas Transportasi Ramah Lingkungan di Indonesia Green SM dan Gojek Luncurkan GoGreen SM

    Perluas Aksesibilitas Transportasi Ramah Lingkungan di Indonesia Green SM dan Gojek Luncurkan GoGreen SM

    Green SM, penyedia layanan armada 100% taksi listrik mengumumkan kolaborasi strategis dengan Gojek, platform layanan on-demand terkemuka di Indonesia, bagian dari grup GoTo (BEI: GOTO) lewat peluncuran layanan GoGreen SM di aplikasi Gojek. Kolaborasi ini menawarkan opsi mobilitas yang semakin beragam, menambah pilihan layanan roda-empat yang tersedia di aplikasi Gojek untuk menjawab ragam kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung agenda nasional dalam menanggulangi polusi udara.

    Inisiatif ini memungkinkan konsumen untuk memiliki opsi tambahan dalam menikmati layanan transportasi bebas emisi dengan mudah, cepat, dan nyaman. Deny Tjia, Managing Director Green SM Indonesia mengatakan, “Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk mendukung misi pemerintah dalam mencapai target net zero emission dengan memberikan opsi bagi masyarakat atas layanan transportasi yang bebas emisi. Selain itu, kami ingin memberikan kenyamanan lebih kepada para pengguna Green SM dan mitra pengemudi, dengan menghadirkan layanan transportasi yang andal dan ramah lingkungan melalui berbagai kanal yang lebih mudah diakses.

    “Green SM percaya bahwa kolaborasi dengan mitra strategis seperti Gojek sangat penting dalam membangun sistem transportasi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi masyarakat. Pendekatan ini menghadirkan pengalaman pemesanan yang lebih praktis, sekaligus memperluas jangkauan layanan Green SM kepada basis pengguna Gojek yang luas. Kolaborasi ini juga membuka jalan menuju transformasi mobilitas urban yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia,“ tambah Deny.

    Steven Halim, Head of Transport Gojek mengatakan, “Kolaborasi dengan Green SM mempertegas posisi Gojek sebagai penyedia layanan on-demand yang mampu menjawab ragam kebutuhan mobilitas masyarakat. Ragam kenyamanan untuk masyarakat bepergian, dapat diakses dalam satu aplikasi Gojek. Kami berharap, kolaborasi ini dapat menghadirkan akses lebih atas layanan mobilitas, sehingga dapat menjawab tingginya minat masyarakat dalam menggunakan layanan yang tersedia di aplikasi Gojek.

    Lebih lanjut Steven menyampaikan, “Inisiatif ini menjadi langkah strategis bagi kami dalam mengakselerasi pencapaian Zero Emissions (Nol Emisi) di ekosistem kami, bagian dari komitmen keberlanjutan Three Zeros (Tiga Nol) Grup GoTo. Hal ini memperkuat ragam inisiatif yang telah kami jalankan, termasuk diantaranya menghadirkan layanan GoRide Electric sebagai layanan transportasi roda dua yang bebas emisi karbon.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Gojek)

  • PepsiCo Indonesia Resmikan Pabrik Pertama di Cikarang dan Luncurkan Makanan Ringan Andalan

    PepsiCo Indonesia Resmikan Pabrik Pertama di Cikarang dan Luncurkan Makanan Ringan Andalan

    Mengambil bagian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, PT PepsiCo Indonesia Food and Beverages (“PepsiCo Indonesia”) telah menguatkan posisinya di pasar lokal dengan membangun pabrik pertamanya di Cikarang, Jawa Barat. Produsen pabrik camilan ini juga dilengkapi dengan teknologi terbaru dan didesain dengan mempromosikan keberlanjutan lingkungan dalam operasinya. Investasi PepsiCo Indonesia juga diharapkan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dengan membuka peluang kerja, menggunakan bahan baku, serta memberdayakan pengembangan petani dan komunitas sekitarnya.

    Lewat pabriknya, PepsiCo Indonesia secara bangga memproduksi merek camilan ikoniknya secara lokal, yaitu Cheetos, Lay’s, dan Doritos, menggunakan bahan baku lokal dari Indonesia seperti jagung, minyak, dan bumbu-bumbu. Capaian ini menunjukan komitmen PepsiCo untuk menyediakan makanan ringan yang enak, berkualitas tinggi, dan cocok dengan selera lokal. Varian produk PepsiCo di Indonesia dibuat selaras dengan selera lidah Indonesia, mulai dari kombinasi rasa pedas manis, dan kombinasi asin dengan umami. Variasi rasa unik tersebut termasuk Cheetos jagung bakar dengan rasa keju, Lay’s saus pedas dan manis, dan Doritos rasa sambal salsa, yang semua variannya hanya ada di Indonesia. Produk ini dibuat tanpa pewarna buatan dan menggunakan takaran sodium yang sejalan dengan rekomendasi WHO untuk kripik kentang.

    Sejalan dengan kolaborasi dengan industri pertanian, PepsiCo Indonesia juga berkolaborasi dengan mitra-mitra dan kelompok petani lokal. Untuk membantu membangun pertanian kentang industri dan praktik pertanian jagung di Indonesia, lewat beragam inisiatif dalam pertanian berkelanjutan. Guna membantu penguatan keahlian petani-petani Indonesia, tim agronomis PepsiCo menyediakan dukungan teknis dan pelatihan yang didesain untuk membantu meningkatkan praktik pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Termasuk metode penanaman, penggunaan benih dan pupuk yang tepat, pertanian berbasis iklim, dan pengelolaan air.

    Saat ini PepsiCo secara aktif mengembangkan pertanian kentang industri di Indonesia melalui kerjasamanya dengan mitra dan petani di Jawa Barat dan mendukung komunitas petani jagung di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Melalui program pengembangan petani, PepsiCo berharap untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan, meningkatkan produksi dan efisiensi produksi pangan, memperbaiki kesejahteraan petani, dan membantu memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi untuk produk Cheetos, Lay’s, dan Doritos.

    Peluncuran pabrik pertama PepsiCo Indonesia juga dihadiri oleh sejumlah figur pemimpin, termasuk Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Bapak Faisol Riza, dan CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin. Acara peluncuran pabrik pertama PepsiCo ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono; Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan, Badan POM, Sondang Widya Estikasari; Direktur Perbenihan Hortikultura, Kementerian Pertanian, dan lainya. (Red. Elmediora | Foto: Dok. PepsiCo)

  • Permata Bank Gelar Edukasi Finansial Wealth Wisdom 2025 Agar Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

    Permata Bank Gelar Edukasi Finansial Wealth Wisdom 2025 Agar Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

    Mengusung tema “Resilient Wealth, Confident Future”, Permata Bank kembali menggelar acara unggulan tahunannya, Wealth Wisdom  di tahun ini. Sebagai wujud komitmennya dalam mendampingi nasabah untuk mempersiapkan generasi penerus yang penuh wawasan. Fokus utamanya adalah memberikan informasi dan membekali mereka dalam upaya mengelola dan membangun ketahanan finansial keluarga dan bisnisnya. Termasuk, strategi investasi, hingga pengembangan kapasitas dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam bisnis di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

    Bertepatan dengan penyelenggaraan Wealth Wisdom yang memasuki tahun ke-11, Permata Bank menyelenggarakan acara di 11 kota di Indonesia, dari Juni hingga September 2025. Sejumlah pakar dan praktisi lintas sektor akan hadir untuk berbagi wawasan dari berbagai bidang termasuk bidang keuangan, kesehatan, dan pendidikan. Mitra strategis Permata Bank juga akan berbagi insight dan strategi dalam menghadapi dinamika ekonomi global, manajemen investasi, kesehatan, dan pengembangan diri.

    “Kami percaya bahwa ketahanan bisnis tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari aspek nilai-nilai usaha yang diwariskan bagi generasi berikutnya. Melalui Wealth Wisdom, kami ingin menghadirkan pendekatan holistik dalam pengelolaan bisnis dan aset sebagai mitra terpercaya bagi nasabah agar lebih resilient dalam merencanakan masa depan yang lebih optimis,” ujar Djumariah Tenteram, Direktur Consumer Banking Permata Bank (13-06-2025).

    Wealth Wisdom 2025 dirancang tidak hanya sebagai forum edukasi finansial, tetapi juga sebagai ruang dialog terbuka yang membantu masyarakat memahami dan menghadapi tantangan ekonomi dengan cara yang lebih cerdas dan terukur. Melalui kelas-kelas tematik dan sesi panel, nasabah akan diajak untuk menggali strategi manajemen kekayaan, perencanaan warisan, hingga menjaga keseimbangan antara finansial dan kesehatan.

    Acara ini juga dirancang untuk mendorong kesiapan generasi penerus, baik anak maupun pewaris, dalam mengelola kekayaan keluarga. Ini diwujudkan dengan kelas-kelas edukatif yang dikemas interaktif. Tujuannya agar mereka memiliki literasi dan kesiapan dalam memperkuat ketahanan finansial keluarga secara berkelanjutan.

    Upaya ini sejalan dengan semangat nasional dalam membangun ketahanan ekonomi. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2025 tercatat sebesar 4,87% (year-on-year). Angka ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas. Selain itu, BPS juga mencatat deflasi sebesar 0,37% pada Mei 2025, yang secara tahunan setara dengan tingkat inflasi sebesar 1,60% (year-on-year). Kondisi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk merancang strategi keuangan yang lebih stabil dan terencana di tengah ketidakpastian global.

    “Wealth Wisdom selalu mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah, terutama karena topik yang kami bawa selalu disesuaikan dengan dinamika terkini dan kebutuhan masyarakat. Tahun ini, menjadi edukasi finansial holistik pertama di 11 kota kami memperkuat pendekatan holistik dengan membahas topik terkait warisan finansial, strategi investasi yang berkelanjutan. Selain itu juga terkait pentingnya kesehatan dan pendidikan bagi pewaris dalam membangun kesejahteraan. Harapannya, topik yang disampaikan bisa memberikan wawasan yang tidak hanya informatif, tapi juga aplikatif”, ungkap Ricky Diego Yap, Division Head, Wealth Management, Consumer Deposit & Cash Management Permata Bank.

    Andy F. Noya, Jurnalis dan Penulisyang juga sebagai bagian dari industri media yang menjadi salah satu narasumber di Wealth Wisdom 2025 Jakarta mengatakan, “Di tengah dinamika ekonomi saat ini, masyarakat terutama mereka yang tengah merancang masa depan jangka panjang, membutuhkan lebih dari sekadar data dan strategi. Mereka membutuhkan inspirasi, makna dan konteks. Wealth Wisdom yang dikemas secara interaktif bisa menjadi wadah storytelling yang relevan, karena bisa menerjemahkan isu makroekonomi kompleks menjadi narasi yang mudah dipahami dan aplikatif. Melalui pendekatan ini, nasabah Permata Bank dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dalam mengelola kekayaan secara bijak demi kesejahteraan holistik dan berkelanjutan.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Permata Bank)

  • SheAblepreneur Ciptakan Keramahan dan Peluang Keadilan bagi Perempuan Disabilitas

    SheAblepreneur Ciptakan Keramahan dan Peluang Keadilan bagi Perempuan Disabilitas

    Memperingati Hari Lahir Pancasila, Alunjiva Indonesia meluncurkan program “SheAblepreneur”; kolaborasi lintas sektor untuk mendorong perempuan dan disabilitas menjadi penggerak perubahan. Program yang hadir dalam bentuk mentoring dan pelatihan kewirausahaan intensif untuk 75 UMKM perempuan dan individu disabilitas ini didukung penuh oleh Komnas Disabilitas RI dan Unilever Indonesia.

    Nicky Clara, Founder Alunjiva Indonesia menyampaikan, “Di tengah budaya patriarki yang kuat, UMKM perempuan dihadapi dengan beban ganda. Pertama, perempuan masih dibebankan dengan berbagai peran domestik untuk mengurus rumah tangga. Kedua, stigma bahwa perempuan aktif berwirausaha bertentangan dengan norma sosial, dan mereka dianggap tidak memiliki kemampuan serta pengalaman yang diperlukan untuk memimpin usaha. Selain itu, menurut studi Boston Consulting Group dan Stellar Women, mereka juga memiliki akses yang terbatas terhadap layanan mentoring (73%),  di samping kendala lainnya seperti keterbatasan pengetahuan dalam menjalankan bisnis, hingga minimnya akses terhadap jaringan atau komunitas untuk berbagi pengalaman.”

    Tantangan yang bahkan lebih kompleks juga dialami oleh UMKM yang dikelola perempuan disabilitas. Jonna Aman Damanik, Komisioner Komnas Disabilitas Republik Indonesia menerangkan, “Di saat berwirausaha menjadi peluang besar bagi mereka untuk mandiri secara ekonomi dibandingkan mendapatkan pekerjaan formal, para UMKM perempuan disabilitas mengalami diskriminasi berlapis. Karena gender dan kondisi disabilitasnya, sehingga mereka berada dalam posisi yang lebih rentan. Apalagi, mentor atau role model dari kalangan disabilitas, hingga pelatihan kewirausahaan yang bersifat inklusif sampai sekarang jumlahnya masih sangat segelintir.”

    Kondisi ini mendorong Alunjiva Indonesia sebagai bagian dari Setara Berdaya Group menjalankan rangkaian program untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas individu disabilitas di Indonesia melalui kolaborasi, edukasi, pemberdayaan, dan support system yang memadai. Hingga 2024, Setara Berdaya Group telah memberdayakan 62.450 perempuan, disabilitas, pemuda, dan kelompok marjinal di berbagai wilayah Indonesia. Khusus di bidang kewirausahaan, dukungan dan pembekalan yang diberikan telah berhasil meningkatkan omset usaha para penerima manfaat hingga rata-rata 30%.

    Kali ini Alunjiva Indonesia didukung penuh oleh Komnas Disabilitas Republik Indonesia dan Unilever Indonesia menghadirkan “SheAblepreneur”. Program mentoring dan pelatihan kewirausahaan intensif untuk 75 UMKM perempuan dan individu disabilitas yang ingin mengembangkan keahlian di bidang UMKM, sembari membentuk lingkungan yang lebih aware terhadap individu disabilitas.

    Christina Agustin, A.Pi., M.M. selaku Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha, Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia menyatakan, “Kami mendukung penuh inisiatif ‘SheAblepreneur’ karena sejalan dengan program Kementerian UMKM dalam menumbuhkan wirausaha dan mempercepat pencapaian target peningkatan rasio kewirausahaan di tahun 2045 sebesar 8%. Untuk mencapainya kita tidak bisa berjalan sendiri, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, sinergi dari hulu ke hilir dan dukungan nyata dari seluruh pihak bagi pengusaha perempuan dan disabilitas. Untuk itu, kami mengajak seluruh pihak untuk mendukung inisiatif ini dan tentunya mendorong lahirnya kolaborasi-kolaborasi baru yang memiliki semangat yang sama. Karena hanya dengan kolaborasi lintas sektor, kita bisa menciptakan ekosistem usaha yang kokoh dan inklusif, sebagai pijakan kuat menuju Indonesia Emas 2045.”

    Kristy Nelwan, Head of Communication sekaligus Chair of Equity, Diversity & Inclusion (ED&I) Board Unilever Indonesia menanggapi, “Kolaborasi kami di program ‘SheAblepreneur’ berlandaskan pada misi bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil, beragam, dan inklusif. Terlebih lagi, tujuannya juga sangat sejalan dengan tiga fokus Equity, Diversity & Inclusion yang kami jalankan. Dalam hal Keadilan Gender, kami ingin memberikan kesempatan yang sama, perlakuan adil, dan support yang sesuai dengan kemampuan atau kebutuhan unik dari setiap perempuan. Dari sisi Keadilan untuk Individu Disabilitas, kami percaya program ini akan menciptakan masyarakat yang ramah disabilitas dan membuka peluang yang adil bagi perempuan dengan disabilitas untuk membuktikan kemampuan mereka dalam berwirausaha tanpa keraguan. Sementara,  untuk upaya Penghapusan Diskriminasi dan Stigma, kami memberikan kesempatan yang adil bagi semua UMKM perempuan, termasuk yang dikelola teman-teman individu disabilitas, untuk melawan berbagai bentuk diskriminasi dan stigma.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Unilever Indonesia)

  • UKM-IKM TRADE EXPO 2025 
Ajang Berbagi Cerita dan Strategi Menuju Pasar Global

    UKM-IKM TRADE EXPO 2025 
Ajang Berbagi Cerita dan Strategi Menuju Pasar Global

    Pertumbuhan UMKM di Indonesia tidak hanya tercermin dari jumlah unit usaha yang terus meningkat, tetapi juga dari kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Dengan lebih dari 65 juta unit usaha yang menyumbang 61,07% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja, UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Dukungan pemerintah melalui digitalisasi, akses permodalan, dan pelatihan bisnis telah mendorong inovasi dan ekspansi UMKM ke pasar global. UKM-IKM Trade Expo 2025 hadir sebagai wadah strategis untuk memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional dan internasional.

    Pargelaran UKM-IKM Trade Expo (UITE) 2025 adalah sebuah acara yang tidak hanya menjadi ajang pameran, tapi juga ruang berbagi cerita dan strategi menuju pasar global. Bagaimana cerita di balik produk-produk lokal Indonesia yang kini mulai dilirik pasar dunia? Apa tantangan dan peluang pelaku UKM-IKM saat mencoba ekspor untuk pertama kalinya? Jawabannya akan dihadirkan dalam acara ini.

    Diselenggarakan oleh CFCD Chapter Jakarta, UKM-IKM Trade Expo 2025 akan berlangsung pada 27–28 Mei 2025 di SME Tower Kementerian UMKM RI, Jakarta, menghadirkan format unik. Berupa pameran produk unggulan, bincang santai bertajuk “UKM-IKM Go Global”, serta sesi eksklusif International Business Clinic (IBC) yang mempertemukan pelaku usaha langsung dengan pakar perdagangan internasional.

    Ketua CFCD Jakarta, Hartanto Indradi, menegaskan bahwa semangat kolaboratif adalah kunci keberhasilan ekspor. “Kami ingin membuktikan bahwa UKM-IKM Indonesia tidak hanya bisa tampil di dalam negeri, tapi juga siap bersaing di dunia. Lewat gotong royong lintas sektor, kita bawa karya lokal ke panggung global,” ujarnya di acara diskusi dengan rekan media (23-05-2025).

    Pameran ini akan dibuka secara resmi oleh Menteri UMKM Republik Indonesia, dan dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Gubernur DKI Jakarta, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (Kemendag RI), dan Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (Kemenperin RI). Dengan mengusung tema “UKM-IKM Menembus Pasar Global: Memahami Peluang, Menjawab Tantangan Ekspor”, pameran ini tak hanya menampilkan produk, tapi juga kisah-kisah inspiratif dari pelaku UKM-IKM yang telah menapaki jalur ekspor.

    Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari ID SEED (Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development), yang aktif menghubungkan UKM Indonesia dengan pasar luar negeri. “Kami dari Diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara sangat mendukung acara ini. UKM-IKM Trade Expo adalah inisiatif konkret untuk menghubungkan mimpi pelaku UKM dengan kenyataan pasar global,” ujar Ira Damayanti, Ketua Umum ID SEED.

    Talk Show dan Bincang Santai yang diselenggarakan selama pameran berlangsung akan menghadirkan berbagai narasumber yang sangat menarik. Dari Atase Perdagangan dan Kepala ITPC negara-negara tujuan ekspor seperti Arab Saudi, Belanda, Jepang, hingga Australia; dan praktisi diaspora Indonesia yang telah sukses membangun pasar luar negeri. Hingga konsultan global supply chain; pelaku ekspor UKM yang akan membagikan “behind the scene” perjuangan mereka.

    Sementara International Business Clinic (IBC) memungkinkan peserta bertemu langsung dalam sesi 1-on-1 dengan perwakilan dagang internasional dan praktisi ekspor, untuk menguji kesiapan dan strategi mereka secara praktis dan personal. (Red. Elmediora | Foto: Dok. CFCD Jakarta)

  • FWD Group Perpanjang Kemitraan dengan JA Worldwide  untuk Program Literasi Keuangan JA SparktheDream

    FWD Group Perpanjang Kemitraan dengan JA Worldwide untuk Program Literasi Keuangan JA SparktheDream

    Kabar gembira FWD Group Holdings Limited (“FWD Group” atau “FWD”) mengumumkan perpanjangan kemitraan selama tiga tahun bersama JA (Junior Achievement) Worldwide, organisasi berfokus pada pemberdayaan generasi muda dan juga kandidat peraih Nobel Perdamaian 2025. Kemitraan ini juga menjadi bagian dalam merealisasikan program literasi keuangan JA Sparkthedream, dengan target menjangkau 40.000 pelajar di wilayah Asia pada akhir tahun 2027.

    JA SparktheDream sendiri merupakan program literasi keuangan yang menyasar siswa mulai usia sembilan tahun hingga remaja, dengan pendekatan terpadu yang mencakup pengembangan keterampilan hidup dan sosial. Berbagai metode pembelajaran menarik dihadirkan, meliputi permainan interaktif, kegiatan digital, hingga sesi pembelajaran di kelas. Dalam pelaksanaannya, setiap peserta juga dibantu oleh sukarelawan FWD dari delapan negara di Asia, termasuk Indonesia.

    “Kami percaya bahwa anak-anak merupakan harapan, pemimpin, dan pembawa perubahan di masa depan. Kami memahami literasi keuangan dapat membantu membuat keputusan dalam membangun masa depan yang lebih baik dan memampukan mereka untuk celebrate living. Hal ini sekaligus menjadi kunci dalam mendukung kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kami bangga dapat melanjutkan kemitraan dengan JA. Kami ingin membantu lebih banyak anak untuk memperoleh keterampilan ini, untuk membantu kesejahteraan mereka di kemudian hari,” ungkap Cathy Knezevic selaku Group Chief Corporate Affairs Officer FWD Group (14-05-2025).

    Selama periode 2022-2024, kemitraan antara FWD Group dan JA Asia Pacific, pusat operasi regional JA Worldwide, berhasil menjangkau lebih dari 37.000 siswa, melampaui target awal sebesar 49 persen. Sebanyak 88 persen peserta memahami peranan uang dalam kehidupan sehari-hari, dan 80 persen menunjukkan peningkatan kesadaran yang lebih besar terhadap kebutuhan komunitas. Lebih dari 1650 siswa juga berpartisipasi dalam program JA SparktheDream Social Challenge dan mereka menerapkan keterampilan baru serta kreativitas dalam mengatasi tantangan di dunia nyata dalam komunitas mereka.

    Asheesh Advani selaku CEO JA Worldwide mengatakan, “Kerja sama kami dengan FWD telah telah memberikan akses kepada puluhan ribu siswa dalam hal edukasi keuangan yang dapat dipraktekkan dan berdampak. Kami bersemangat untuk melanjutkan kerja sama ini di fase berikutnya dengan memperkuat dampak dan memampukan lebih banyak anak muda yang siap secara finansial dan memiliki kesadaran sosial.”

    FWD Group merancang program JA SparktheDream dengan JA, dengan peluncuran pertama kali di Hong Kong dan Singapura pada 2022, dan berkembang ke delapan wilayah, mencakup Indonesia, Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam dalam jangka waktu tiga tahun dari 2022-2024. Hampir 900 kelas telah diselenggarakan, dengan melibatkan lebih dari 800 relawan dari karyawan FWD. Selanjutnya, memasuki fase 2025-2027, program ini menargetkan untuk bisa mengedukasi lebih dari 40.000 siswa tambahan, serta meningkatkan partisipasi orang tua dan guru dengan memperkenalkan program baru guna memperkuat kesehatan mental. (Red. Elmediora | Foto: Dok. FWD Group)

     

  • Xiaomi Kembali Sebagai Pemimpin Pasar Smartphone Indonesia di Kuartal Pertama 2025

    Xiaomi Kembali Sebagai Pemimpin Pasar Smartphone Indonesia di Kuartal Pertama 2025

    Xiaomi Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar smartphone di Tanah Air pada kuartal pertama 2025, dengan pangsa pasar sebesar 19% berdasarkan data terbaru dari Canalys (Mei 2025). Capaian ini memperpanjang tren positif sejak Xiaomi memimpin pasar pada kuartal kedua 2024, dengan performa yang tetap kompetitif hingga akhir tahun meskipun pasar mengalami fluktuasi. Pencapaian bisnis Xiaomi Indonesia di kuartal pertama 2025 mencerminkan kepercayaan konsumen yang kuat terhadap inovasi dan kualitas produk Xiaomi.

    “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan oleh konsumen Indonesia. Pencapaian ini bukan hanya sekadar angka, namun juga representasi dari komitmen Xiaomi untuk terus memahami dan memenuhi kebutuhan unik pasar Indonesia. Respons positif ini semakin memacu kami untuk terus berkontribusi bagi kemajuan teknologi di Indonesia,” ungkap Wentao Zhao, Country Director Xiaomi Indonesia (13-05-2025).

    Keberhasilan Xiaomi didukung oleh portofolio produk yang kuat dan beragam, menjangkau berbagai segmen pasar. Di segmen entry-level, Redmi A5 hadir sebagai pilihan yang menarik, menawarkan keseimbangan optimal antara spesifikasi mumpuni dan value terbaik untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna. Di kelas mid-range, Redmi Note 14 Series berhasil mencuri perhatian konsumen dengan inovasi signifikan pada sektor kamera, performa yang andal, serta desain yang memikat. Tak ketinggalan, di segmen flagship, Xiaomi 15 Series, hasil kolaborasi dengan lensa terkemuka, Leica, menghadirkan pengalaman fotografi profesional yang tak tertandingi, serta didukung oleh teknologi terkini.

    Lebih lanjut, dia menambahkan, ”Keberhasilan ini tak lepas dari upaya kami memperluas jangkauan melalui jaringan penjualan yang solid dan merata di seluruh Indonesia, baik offline maupun online, demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi konsumen. Ke depannya kami juga berkomitmen untuk terus menghadirkan jajaran produk smartphone yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.”

    Lebih dari sekadar smartphone, Xiaomi memiliki visi yang lebih luas dalam membangun ekosistem cerdas terintegrasi. Melalui rangkaian produk AIoT (Artificial Intelligence of Things), termasuk perangkat rumah pintar dan wearable device, Xiaomi berupaya menghubungkan berbagai aspek kehidupan digital konsumen. Komitmen ini terwujud melalui inovasi berkelanjutan dan kolaborasi strategis, dengan tujuan akhir menciptakan pengalaman yang seamless, cerdas, dan semakin mempermudah kehidupan sehari-hari pengguna di Indonesia. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Xiaomi)

  • Waspada, Brand – Brand Baru Geser Para  Jawara Perawatan & Kecantikan di E-commerce

    Waspada, Brand – Brand Baru Geser Para Jawara Perawatan & Kecantikan di E-commerce

    Sejumlah brand baru yang bermunculan empat tahun terakhir di e-commerce terlihat mulai mengambil langkah agresif untuk menarik minat pasar. Memanfaatkan agresivitas promosi digital, mereka mencatatkan pertumbuhan nilai penjualan luar biasa—bahkan hingga 284% hanya dalam satu kuartal—dan berhasil masuk ke dalam jajaran Top 3 brand terlaris di kategori Perawatan & Kecantikan serta Ibu & Bayi di e-commerce Indonesia.

    Temuan ini berasal dari pemantauan data real-time Compas Market Insight Dashboard terhadap lima marketplace besar (Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada, dan TikTok Shop) selama Januari–Desember 2024.

    Sepanjang tahun, total nilai penjualan kategori perawatan & kecantikan di e-commerce meningkat signifikan, dari Rp12,6 triliun di kuartal I menjadi Rp17,4 triliun di kuartal IV. Lonjakan terbesar mulai terjadi di kuartal II dan mencapai puncaknya di kuartal III, dipicu oleh masuknya pemain baru dengan strategi agresif—dan terukur.

    Para brand pendatang ini tampil dengan pendekatan baru—memanfaatkan gimmick promosi seperti penawaran produk bundling, Buy 1 Get 1, hingga diversifikasi SKU dalam jumlah besar.

    Salah satu brand pendatang baru yang kini menempati peringkat ke-2 di kategori serum wajah bahkan mencatat peningkatan penjualan hingga 284% di kuartal ketiga setelah meningkatkan jumlah SKU hingga dua kali lipat dibanding kuartal sebelumnya. Format bundling juga digencarkan secara masif, dari 77 menjadi 151 SKU hanya dalam satu kuartal. Bahkan, SKU dengan gimmick ikut meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

    Hal serupa terjadi di kategori Ibu & bayi, khususnya pada produk vitamin bayi. Salah satu brand yang belum genap empat tahun ini, berhasil melesat naik ke jajaran empat besar brand terlaris, setelah meningkatkan jumlah SKU bundling dari 14 menjadi 41 SKU, yang kemudian dinaikkan lagi menjadi 60 SKU di kuartal berikutnya. Hasilnya, nilai penjualan brand tersebut meningkat hingga 242,3% pada kuartal ketiga dan naik lagi 124,7% di kuartal keempat.

    Peningkatan agresif juga ditopang oleh penambahan SKU gimmick seperti gratis botol bayi atau produk bayi lainnya, yang meningkat dari 6 menjadi 19 SKU pada kuartal ketiga, meski sedikit disesuaikan pada kuartal selanjutnya menjadi 16 SKU untuk mengoptimalkan efektivitas kampanye promosi.

    “Fenomena ini mengingatkan bahwa posisi teratas di e-commerce bisa bergeser kapan saja. Tanpa strategi yang adaptif dan berbasis data, brand berisiko kehilangan momentum. Data yang tepat memungkinkan brand membaca perubahan pasar secara real-time dan meresponsnya secara strategis—mulai dari penyesuaian harga, rotasi SKU, hingga promosi yang relevan,” ujar Hanindia Narendrata, Co-Founder & CEO Compas.co.id.

    Dalam lanskap perdagangan e-commerce yang semakin kompetitif, insight ini menjadi panduan penting bagi brand-brand lain yang ingin tetap relevan dan bersaing. Pengambilan keputusan berbasis data menjadi landasan utama agar brand dapat merespons perubahan pasar secara lebih tepat dan terukur.

    “Untuk mendukung hal tersebut, kami secara aktif terus berupaya mengedukasi pasar untuk semakin memanfaatkan data dalam proses pengambilan keputusan. Salah satunya adalah melalui penyajian konten insight berbasis data mengenai pasar e-commerce FMCG, yang kami publikasikan melalui kanal sosial media dan website resmi Compas.co.id,” tutup Hanindia Narendrata. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Compas.co.id)