Author: elmediora

  • Analisis PIER: Investasi dan Konsumsi Rumah Tangga Jadi Faktor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 5,12% di Kuartal II/2025

    Analisis PIER: Investasi dan Konsumsi Rumah Tangga Jadi Faktor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 5,12% di Kuartal II/2025

    Permata Bank melalui Permata Institute for Economic Research (PIER) merilis hasil kajian terbarunya terkait kinerja ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional meningkat menjadi 5,12% year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan 4,87% pada triwulan sebelumnya dan melampaui konsensus pasar sebesar 4,80%. Capaian ini menandai laju pertumbuhan tercepat sejak triwulan II 2023, didorong oleh penguatan investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) dan konsumsi rumah tangga, meskipun belanja pemerintah masih mengalami kontraksi.

    “Pertumbuhan di atas ekspektasi ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Investasi swasta, khususnya pada mesin dan peralatan, melonjak signifikan, sejalan dengan meningkatnya impor barang modal dan percepatan sejumlah proyek infrastruktur. Konsumsi rumah tangga juga tetap solid, didukung oleh momentum hari raya Idulfitri dan Iduladha. Ke depan, tantangan eksternal seperti tensi dagang global masih perlu diwaspadai,” ujar Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank.

    Sepanjang triwulan II 2025, investasi tumbuh 6,99% yoy, tertinggi sejak awal 2021, dengan pertumbuhan signifikan pada kategori mesin dan peralatan sebesar 25,30% dan bangunan serta struktur sebesar 4,89%. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97% yoy, sedikit meningkat dari triwulan sebelumnya, terutama pada sektor transportasi & komunikasi, makanan & minuman, serta restoran & hotel.

    Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor tumbuh 10,67% yoy dan impor 11,65% yoy, mencerminkan aktivitas front-loading oleh mitra dagang dimana mereka membeli produk impor lebih awal dan menumpuknya menjelang implementasi tarif timbal balik AS. Sektor manufaktur, perdagangan, informasi & komunikasi, serta konstruksi menjadi kontributor utama pertumbuhan, sementara sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,31%.

    “Dengan mempertahankan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 4,8%–5,1%. Pertumbuhan ekonomi pada semester dua diperkirakan akan ditopang oleh belanja pemerintah serta dukungan paket stimulus untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Investasi akan ditopang oleh belanja modal pemerintah dan kebijakan moneter yang akomodatif termasuk lanjutan pemotongan suku bunga kebijakan” tambah Josua. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Permata Bank)

  • The Beauty, Fashion, and Fragrance Festival (BFF Festival): Sinergi Industri Kecantikan & Fashion

    The Beauty, Fashion, and Fragrance Festival (BFF Festival): Sinergi Industri Kecantikan & Fashion

    Meski sektor kecantikan terus mengalami pertumbuhan pesat, merek lokal masih kesulitan menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam, terutama yang menghargai kualitas dan pengalaman lebih dari sekadar diskon. Demikian pula, industri fashion Indonesia menghadapi tantangan dari masuknya banyak produk impor dengan harga sangat miring, namun dengan craftsmanship yang kurang terjaga dan proses yang tidak ramah lingkungan. Ditambah lagi dengan dominasi fast fashion internasional, yang membuat konsumen semakin sensitif terhadap harga.

    Menyadari berbagai hambatan di kedua industri tersebut, Hanifa Ambadar dan Novita Imelda meluncurkan The Beauty, Fashion, and Fragrance Festival (BFF Festival). Sebuah acara kreatif yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara sektor kecantikan, fashion, dan lifestyle.

    Menjawab Tantangan Industri

    Meski terdengar berdekatan dan saling terkait, namun konsumen, pelaku atau pendiri produk kecantikan dan fashion di Indonesia juga masih banyak yang tidak saling mengenal satu sama lain. Ada cukup banyak pelanggan brand kecantikan lokal yang belum menjadi konsumen jenama fashion lokal, begitu pula sebaliknya.

    Pesatnya pertumbuhan label parfum lokal belakangan ini juga menjadi sebuah keunikan di industri kecantikan. Di tengah maraknya gaya belanja digital atau online shopping, wewangian masih menjadi produk yang tentu lebih menyenangkan jika bisa dibeli secara langsung, dengan pengalaman sensori yang lebih terarah. Untuk itulah BFF Festival ingin menjadi solusi, sebuah wadah crossover dinamis yang menyatukan kecantikan, fashion, dan lifestyle, mengundang audiens baru dan mendukung kemitraan bermakna di berbagai sektor.

    Apa Saja yang Dihadirkan BFF

    Pameran terkurasi ini menampilkan 200  merek kecantikan, fashion, dan wewangian berkualitas di Indonesia. Khusus untuk produk kecantikan terdiri dari brand lokal dan brand internasional yang memang sudah berkontribusi besar untuk Indonesia. Sederet label fashion yang akan ditemui adalah Tulola, Oemah Etnik, Isago, IKYK, NASL, Ria Miranda, KAMI., Ella & Glo, Glashka, dan lainnya. Untuk kategori beauty dan fragrance, ada Wardah, Make Over, Labore, Bhumi, Somethinc, BLP, Jacquelle, Luxcrime, Guele, Mother of Pearl, Ms Glow, Skindewi, Menard, 3CE, dan Tirtir, dan lain-lain.

    Pertunjukan trunk show menarik, menggabungkan narasi fashion dan kecantikan. Ada juga workshop interaktif, edukatif, dan diskusi panel dengan para ahli di industri. Kesempatan networking untuk memicu kolaborasi antara merek, kreator, dan konsumen. Maupun pertunjukan musik dan entertainment lainnya yang menarik, berkolaborasi dengan Love Fest SCTV.

    Menggarisbawahi kolaborasi dan sesuai dengan namanya, BFF yang juga bermakna Best Friends Forever merupakan platform para sahabat untuk berkarya, bertemu, menampilkan sisi terbaik mereka, dan bersenang-senang di dunia fashion, beauty, dan lifestyle. (Red. Elmediora | Foto: Istimewa)

  • Rayakan 10 Tahun Eksistensi Tas Ikonik Loewe Puzzle Lewat Transformasi Berbagai Tema Desain

    Rayakan 10 Tahun Eksistensi Tas Ikonik Loewe Puzzle Lewat Transformasi Berbagai Tema Desain

    Merayakan satu dekadenya, Loewe mempersembahkan pop-up Loewe Puzzle 10 Collection di Plaza Indonesia yang hadir hingga 6 September 2025. Area seluas 100 meter persegi ini mengambil inspirasi dari butik Casa Loewe dengan sentuhan dinding logam berlapis ubin keramik buatan tangan, serta ceruk berlapis beludru yang menampilkan setiap edisi Puzzle 10.

    Sebanyak 19 re-editions tas ikonis dihadirkan bersama dengan desain khusus nan memukau. Beragam teknik hadir di setiap karya, seperti appliqueembroiderycross-stitch dan leather marquetry, lalu ada juga yang bermotif lukisan, bahkan ‘bermain’ sajak puisi. Semuanya dilengkapi dengan plat logam peringatan serta gantungan balon Loewe dan dibuat langsung oleh tangan para artisan di atelier Spanyol dengan sentuhan artistik dan playful yang jadi ciri khas Loewe.

    Sejak pertama kali hadir di panggung Spring Summer 2015, tas berstruktur kubus dan terinspirasi seni lipat origami ini telah disukai dan dikoleksi para pecinta mode. Tidak saja karena bentuknya yang orisinal, tetapi juga filosofi desain yang berpijak pada craftmanship, eksperimen, dan penuh kejutan. Tahun ini, LOEWE merayakan satu dekade Puzzle melalui peluncuran koleksi Puzzle 10, sebuah persembahan khusus yang memadukan kenangan dan inovasi. Setiap Puzzle 10 edisi terbatas ini hanya tersedia satu di seluruh dunia dan ditampilkan bak sebuah pameran lukisan.

    Melengkapi re-edisi tersebut terdapat satu desain baru yang terlihat unik dan penuh simbolisme: Puzzle Confetti. Dengan ribuan potongan kecil dari kulit dan metalik yang dijahit satu per satu, tas ini mengingatkan kita akan petualangan pesta-pesta seru di musim panas dan bersemangat untuk merasakannya kembali di tahun ini. Detailnya bak perhiasan, kombinasi pastel, electric blue, hingga sequins perak membentuk alunan warna yang elegan sekaligus playful. Beberapa di antaranya adalah Puzzle 10 William De Morgan Re-edition SS20 Women’s Precollection yang menghadirkan tas kulit dengan embroidery bermotif bunga dandelion, hingga Puzzle bag bertema sporty, yaitu Puzzle 10 Varsity Re-edition FW18 Men’s Precollection.

    Bagi pengunjung yang ingin memahami lebih jauh, tersedia juga fitur digital interaktif yang mengajak para tamu menjelajahi sejarah Puzzle melalui ponsel mereka. Hal ini menjadi bukti bahwa bagi LOEWE, warisan dan teknologi bukan dua hal yang bertentangan, tetapi saling melengkapi. (Red. Elmediora | Foto: Dok. LOEWE)

  • Monkey Shoulder Hadirkan Make It Monkey di The Newsroom Membuat Nightouts Semakin Seru

    Monkey Shoulder Hadirkan Make It Monkey di The Newsroom Membuat Nightouts Semakin Seru

    Setelah menghidupkan terowongan Blok M dengan underground party yang tidak terduga, Monkey Shoulder kembali hadir dengan kejutan yang lebih bold, yaitu kali ini Monkey Shoulder mengambil alih sebuah coffee shop di Kemang.

    The Newsroom menjadi lokasi kedua, di mana kopi berpadu dengan whisky, dan para partygoers menikmati kejutan yang tidak terduga. Mulai dari tuangan kopi sampai dentuman bass, Make It Monkey kedua mempertemukan para pencinta dan pemburu pengalaman seru di Jakarta untuk malam yang penuh dengan rasa berani dan energi yang seru.

    Monkey Shoulder berkolaborasi dengan Radio Rumah Oma untuk secret DJ set dengan line-up kejutan yang mengubah The Newsroom menjadi dance floor yang paling tidak terduga di Jakarta.

    “Sebagai salah satu kota favorit saya untuk dikunjungi, Jakarta mempunyai kehidupan malam yang luar biasa. Jadi, bagaimana caranya membuat malam di kota sekeren ini semakin seru? Tentu saja dengan Monkey Shoulder! Tidak perlu repot-repot merencanakan malammu, cukup datang, dan kami akan urus sisanya. Monkey Shoulder memang dibuat untuk mixing dan itulah yang kami lakukan untuk membuat nightouts semakin seru”, ujar Brendon Khoo, Brand Ambassador Monkey Shoulder untuk Asia Tenggara.

    Monkey Shoulder hadir meleburkan segala elemen yang membawa keseruan dan diciptakan untuk cocktails dan mengundang kita untuk menikmatinya dengan cara masing-masing, tidak ada aturan, hanya keseruan. Brendon berkolaborasi dengan Niko Saputra, Head Barista The Newsroom, dan Wawan Kurniawan, Indonesia Brand Ambassador for Monkey Shoulder, menyajikan kolaborasi racikan kopi dan whisky menjadi menu cocktails yang pas di setiap rasa. Lengkap dengan Secret DJ Set dari Radio Rumah Oma, Custom Garment Station, dan Spin the Wheel dengan tantangan seru dan merchandise eksklusif. Tanpa skenario, hanya keseruan yang spontan, khas Monkey Shoulder.

    Dari party di terowongan bawah tanah di Blok M hingga takeover coffee shop di Kemang, Monkey Shoulder membuktikan bahwa real fun tidak butuh aturan, begitu pula dengan whisky yang berkualitas. Kampanye Make It Monkey menjadi bukti, whisky ini hadir untuk generasi yang menghargai momen autentik dibandingkan yang dibuat-buat, koneksi yang real dibandingkan pencitraan, dan keseruan yang tidak dipaksakan dibanding sekadar “gaya”. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Monkey Shoulder)

  • Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 Tampilkan Ragam Inovasi dari Sektor Kulit dan Alas Kaki

    Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 Tampilkan Ragam Inovasi dari Sektor Kulit dan Alas Kaki

    Dalam semangat mendukung pertumbuhan industri kulit dan alas kaki serta memperkuat daya saing pelaku usaha nasional, Krista Exhibitions kembali menghadirkan Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025. Memasuki edisi ke-18, pameran berskala internasional ini akan digelar pada 14–16 Agustus 2025 dan secara khusus menampilkan ragam inovasi dari sektor kulit dan alas kaki. ILF Expo 2025 menjadi ajang strategis yang mempertemukan para pelaku industri dengan penyedia teknologi manufaktur, mesin industri terkini, bahan baku berkualitas, serta berbagai layanan pendukung yang terintegrasi sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis di tingkat nasional maupun global.

    Daud D Salim, CEO Krista Exhibitions dalam sambutannya di konferensi pers menyampaikan, “Industri sepatu dan alas kaki Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Produk-produk kita kini tidak hanya diterima, tetapi juga diakui secara global karena kualitas dan daya saingnya yang semakin kuat. Ini menjadi bukti bahwa pelaku industri dalam negeri mampu menjawab kebutuhan pasar dunia dengan inovasi dan ketangguhan.”

    Lebih lanjut, dia menambahkan, “Melalui Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025, kami berkomitmen menyediakan wadah strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari produsen, penyedia teknologi, hingga pembeli dari dalam dan luar negeri. Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga motor penggerak transformasi industri, memperluas jejaring global, dan membuka jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan bagi para pelaku usaha nasional.”

    Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 menghadirkan lebih dari 280 peserta, termasuk 50 UMKM dan diikuti oleh pelaku industri dari 11 negara yakni China, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Switzerland, Taiwan dan Vietnam. Dan menargetkan 15.000 pengunjung. Produk yang ditampilkan sangat beragam, meliputi alas kaki (sepatu fashion, boots, flat shoes, sandal), produk kulit (untuk fashion, furnitur, aksesori, dan kulit eksotik), serta mesin-mesin pengolahan bahan baku, tekstil, sneakers, dan layanan pendukung industri.

    Sebagai bagian dari rangkaian Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 menghadirkan berbagai acara unggulan, salah satunya adalah Kontes Busana Hari Kemerdekaan: Kebaya & Batik. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara PERWANTI, Krista Exhibitions, dan PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), serta didukung oleh Sekar Ayu Jiwanta dan juga fashion show eksklusif dari BRUTUS & BURGO.

    Pameran ini juga akan menjadi momen spesial dengan perayaan Anniversary APRISINDO. Talk Show eksklusif akan turut digelar dengan menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh seperti Poppy Dharsono selaku (Ketua Umum Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan juga Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Eddy Widjanarko selaku (Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), serta Bayu Wicaksono dari Kementerian Perdagangan dengan tema “ Merajut Kolaborasi Fashion dan Manufaktur: Masa Depan Industri Alas Kaki dan Kulit Indonesia”. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • Samsung Tech Institute, Beri Ruang Generasi Muda Terlibat Proyek Inovatif Agar Siap Kerja

    Samsung Tech Institute, Beri Ruang Generasi Muda Terlibat Proyek Inovatif Agar Siap Kerja

    Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita diingatkan bahwa makna kemerdekaan kini adalah tentang memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, mencipta, dan berkontribusi. Ketika mereka diberi kepercayaan untuk bermimpi dan berkembang, di sanalah kemerdekaan menemukan bentuk barunya.

    Selama 12 tahun, Samsung Tech Institute (STI) menjadi bagian dari semangat tersebut. Diluncurkan sejak 2013 oleh Samsung Electronics Indonesia, program ini telah membina 67 SMK, menjangkau 18.161 murid dan 146 guru hingga tahun ajaran 2024/2025. STI menawarkan kurikulum berbasis praktik yang dirancang sesuai standar industri, mencakup pelatihan teknis (Handheld Product, Audio Video, Home Appliance), Sales & Marketing, pelatihan guru (Training of Trainers), Guest Lecture oleh profesional Samsung, serta program praktek kerja lapangan (PKL) langsung di Samsung Electronics Indonesia.

    Dengan semangat inklusivitas, STI juga menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya kurang memiliki akses pendidikan vokasi berkualitas, termasuk Indonesia Timur. Gerald Samuel Mailopuw, murid dari SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, merasakan langsung manfaatnya, “Saya belajar lebih dari sekadar keterampilan teknis komunikasi, kerja sama tim, dan rasa ingin tahu menjadi bekal penting untuk dunia kerja.”

    Antusiasme murid SMK dalam mengasah keterampilan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi. Ketika pelatihan tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan industri, lulusan SMK pun lebih cepat terserap ke dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif, lebih dari 81% lulusan SMK berhasil memasuki dunia kerja antara 2022 hingga Agustus 2024. Angka ini mencerminkan pentingnya sinergi antara kurikulum yang relevan, pelatihan terarah, dan kolaborasi erat antara pendidikan dan industri.

    “Saya bangga dan sangat mendukung program seperti STI, yang menjadi wujud nyata partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, melalui pemberdayaan generasi muda. Program ini memberikan pelatihan yang layak dan strategis bagi murid SMK, memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan global dan memenuhi kebutuhan dunia industri. Di momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, inisiatif seperti STI tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi, tetapi juga mempercepat terwujudnya masyarakat yang berdaulat dan sejahtera, menuju Indonesia yang semakin maju,” ujar Dr Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak., Direktur SMK, Kemendikdasmen RI.

    Dari ruang kelas ke dunia kerja, dari mimpi kecil ke kontribusi besar, kebebasan belajar sejati adalah saat murid diberi kesempatan untuk tumbuh dan membuktikan diri. Itulah yang dirasakan para alumni STI ketika mengikuti program PKL di Samsung Electronics Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi terlibat langsung dalam proyek inovatif yang membuka wawasan dan memperkuat kesiapan kerja.

    Bagus Erlangga, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia berkata, “Samsung percaya bahwa pendidikan vokasi yang berkualitas harus dapat diakses oleh semua, tanpa terkecuali. Hal ini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan industri digital. Dengan semangat kemerdekaan, kami meyakini bahwa setiap anak bangsa berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi. Melalui program STI, kami berupaya menjembatani mimpi mereka menjadi kenyataan.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Samsung Electronics Indonesia)

  • McDonald’s Indonesia Sambut HUT ke-80 Republik Indonesia dengan Persembahkan Kembali Menu Favorit Rendang

    McDonald’s Indonesia Sambut HUT ke-80 Republik Indonesia dengan Persembahkan Kembali Menu Favorit Rendang

    Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan menandai satu dekade kampanye ‘Ini Rasa Kita’, McDonald’s Indonesia kembali mempersembahkan menu spesial yang terinspirasi dari kekayaan kuliner khas Nusantara. Tahun ini, menu favorit bercita rasa Rendang kembali diluncurkan atas permintaan dan antusiasme yang tinggi dari para pelanggan.

    Tersedia selama bulan Agustus hingga 7 September 2025, pelanggan dapat menikmati rangkaian menu rendang khas McDonald’s Indonesia yang diracik dengan rempah lokal pilihan untuk memperkuat komitmen menghadirkan cita rasa kebanggaan Indonesia di setiap gigitannya. Menyempurnakan pengalaman bersantap, McDonald’s Indonesia juga memperkenalkan Es Kopi Gula Aren sebagai pelengkap cita rasa khas Tanah Air.

    “Sejak pertama kali diluncurkan pada 2015, kampanye ‘Ini Rasa Kita’ selalu menjadi bagian penting bagi McDonald’s Indonesia dalam merayakan momen kemerdekaan RI bersama masyarakat. Tahun ini, kami menghadirkan kembali cita rasa kebanggaan Indonesia melalui inovasi menu rendang dan pelengkapnya Es Kopi Gula Aren, sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan kuliner Indonesia,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.

    Adapun menu yang ditawarkan dalam ‘Ini Rasa Kita’ tahun ini mencakup Burger Rendang, termasuk varian spesial dengan tambahan telur, dan Ayam McD Rendang dengan pilihan varian Krispy atau Spicy. Semua menu disajikan dengan saus Rendang yang kaya rempah dan bisa dinikmati dengan nasi atau kentang goreng. Sementara untuk Es Kopi Gula Aren, pelanggan bisa memilih dengan opsi topping jelly atau float untuk menambah kenikmatan.

    “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang relevan dengan selera masyarakat Indonesia. Rendang adalah simbol kekayaan rasa dan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia, kami bangga menyajikannya dalam format khas McDonald’s Indonesia yang praktis, modern, dan tetap kaya rasa,” terang Eko Purwanto, Menu Development Manager McDonald’s Indonesia.

    Tidak hanya menawarkan rangkaian menu spesial, McDonald’s Indonesia juga menghadirkan berbagai aktivitas seru. Dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme yang melibatkan pelanggan dan masyarakat sekitar untuk merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia di berbagai lokasi restoran yang berpartisipasi.  Salah satu yang paling dinantikan adalah Parade Drive Thru yang akan kembali hadir di 41 restoran pilihan dengan kendaraan hias bertema kemerdekaan. Selain itu, ada juga lomba menghias gapura di restoran McDonald’s Indonesia dengan komunitas sekitar untuk menciptakan dekorasi terbaik bernuansa merah putih.

    Untuk menambah semarak perayaan, seluruh restoran McDonald’s Indonesia juga akan didekorasi dengan nuansa kemerdekaan, dan pada 17 Agustus 2025 seluruh karyawan restoran akan turut mengenakan busana bernuansa merah putih. (Red.Elmediora | Foto: Dok. McDonald’s Indonesia)

     

  • Wadah Strategis Pelaku Industri Dalam & Luar Negeri untuk Saling Terhubung di Ajang IndoBeauty Expo 2025

    Wadah Strategis Pelaku Industri Dalam & Luar Negeri untuk Saling Terhubung di Ajang IndoBeauty Expo 2025

    IndoBeauty Expo 2025 kembali diselenggarakan Krista Exhibitions, pameran internasional yang secara konsisten menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri kosmetik dan perawatan diri di Indonesia. Memasuki tahun ke-15, pameran ini akan berlangsung selama tiga hari, pada 7–9 Agustus 2025 di Hall C1 dan C2, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. IndoBeauty Expo 2025 hadir sebagai wadah strategis bagi pelaku industri dari dalam dan luar negeri untuk saling terhubung, membuka peluang kolaborasi baru, serta menampilkan inovasi terkini yang relevan dengan dinamika pasar global.

    “Pada gelaran IndoBeauty Expo 2025, kami dengan bangga menghadirkan lebih dari 120 peserta yang mewakili lebih dari 250 merek ternama di industri kosmetik, perawatan diri, dan inovasi kecantikan. Tahun ini, partisipasi datang dari lebih dari sembilan negara, di antaranya Uni Emirat Arab, Indonesia, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jepang, dan Tiongkok. Keikutsertaan mereka membuka kesempatan bagi pelaku industri dan pengunjung untuk melihat secara langsung dinamika dan arah perkembangan tren kecantikan saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, industri kecantikan ini mengalami pertumbuhan pesat, ditandai dengan kemunculan berbagai inovasi yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, serta keberagaman dalam setiap produk,” ujar Daud D Salim, CEO Krista Exhibitions, menyampaikan dalam kata sambutannya (07-08-2025).

    IndoBeauty Expo 2025 menghadirkan ruang kolaboratif bagi para profesional industri kecantikan untuk belajar, terhubung, dan berinovasi di tingkat nasional maupun internasional. Rangkaian acara IndoBeauty Expo 2025 dikemas dalam format seminar, workshop, dan talkshow yang inspiratif dan aplikatif. Isu regulasi halal menjadi sorotan melalui sesi ‘Claim VS Over Claim? Halal 2026?’ serta seminar LPPOM MUI bertema ‘2026 Wajib Halal: Strategi Praktis untuk Industri Kosmetika’.

    Seminar lainnya turut menghadirkan tema kesehatan gigi anak oleh Fakultas Kedokteran Gigi, ‘The Importance of Caries Prevention for Children’s Growth and Development’. Workshop menampilkan demo rias cepat ‘3-Minute Commute Makeup Tutorial’ hingga penampilan glamor di ‘Showty Glam the Stage’. Sementara talkshow ‘Maklon Cerdas, Produk Laris’ membahas strategi bisnis kosmetik.

    Program unggulan dalam rangkaian IndoBeauty Expo 2025 adalah sesi Business Matching yang diselenggarakan setiap hari selama pameran berlangsung. Program ini dirancang khusus untuk mempertemukan buyers dan exhibitors yang relevan dengan kebutuhan bisnis serta segmentasi pasar di industri kecantikan. Melalui pendekatan terstruktur, sesi terjadwal, dan pendampingan profesional, Business Matching menjadi sarana strategis untuk membuka peluang kemitraan yang tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan. Program Business Matching ini diharapkan mampu mendorong distribusi produk, memperluas jangkauan pasar, serta mempercepat ekspansi bisnis bagi merek lokal maupun internasional. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 Resmi Dibuka Dorong Pertumbuhan Industri Alat Kesehatan

    Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 Resmi Dibuka Dorong Pertumbuhan Industri Alat Kesehatan

    Kabar gembira untuk para pelaku industri kesehatan, pameran berskala internasional, Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 akhirnya digelar pada 6 hingga 8 Agustus 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ini menjadi  momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat ekosistem industri alat kesehatan nasional. Pameran ini menampilkan beragam inovasi teknologi kesehatan  terkini dari dalam dan luar negeri, serta membuka ruang kolaborasi strategis antara  pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat.

    Tahun ini, Indohealthcare GAKESLAB  Expo diikuti oleh lebih dari 60 perusahaan dari 12 negara. Termasuk China, Mesir, Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Jerman, Malaysia, Pakistan, Taiwan, Turki, dan Amerika Serikat yang mencerminkan tingginya antusiasme global terhadap kemajuan sektor kesehatan di Indonesia. Dengan target lebih dari 15.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, pameran ini menjadi bukti nyata dari meningkatnya perhatian dan dukungan terhadap transformasi sistem kesehatan nasional. Termasuk, upaya mendorong kemandirian industri alat kesehatan nasional.

    Dalam sambutannya, Chief Executive Officer Krista Exhibitions Daud D Salim menyampaikan bahwa pameran ini merupakan momentum penting bagi industri kesehatan nasional. “Kami bangga dapat kembali menghadirkan Indohealthcare GAKESLAB Expo sebagai platform penting bagi pelaku industri kesehatan untuk saling terhubung, bertukar pengetahuan, dan menjajaki peluang bisnis baru. Melalui pameran ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan industri alat kesehatan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri kesehatan global,” ujar Daud dengan nada bersemangat (06-08-2025).

    Tidak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi, Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 juga menjadi momentum penting dengan terselenggaranya RAKERNAS GAKESLAB INDONESIA. Dengan tema “Internal Empowerment of the Organization to Support Sustainability of National Medical Device Resilience” sebagai agenda utama. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para anggota GAKESLAB dari seluruh Indonesia untuk merumuskan arah kebijakan, memperkuat kolaborasi industri, serta menjawab tantangan dan peluang dalam sektor alat kesehatan nasional.

    Selain RAKERNAS, pameran ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional, workshop edukatif, dan Desk Consultation yang membahas isu-isu krusial seperti CDAKB, NIE, CPAKB, serta peluang ekspor bagi UMKM alat kesehatan bersama Kementerian Perdagangan RI. Dari sisi akademik, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran turut memperkaya rangkaian acara melalui seminar bertema “The Importance of Caries Prevention for Children’s Growth and Development”, yang mengangkat pentingnya kesehatan gigi anak dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.

    Pameran Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 mendapat dukungan penuh dari GAKESLAB INDONESIA dan sejumlah kementerian terkait. Seperti Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta LKPP, juga dari asosiasi-asosiasi Rumah Sakit (antara lain ARSADA dan PERSI DKJ), asosiasi Profesi (IDI), dan asosiasi-asosiasi lain yang bergerak di bidang Alat Kesehatan.

    Pameran ini juga meminta dukungan dari Dinas-Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia, terutama dari Dinas Kesehatan Provinsi DKJ, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Banten dan lainnya. Terbuka bagi pelaku industri dan distributor alat kesehatan, pengelola rumah sakit, bagian pengadaan, tenaga medis, akademisi, dan masyarakat umum. Termasuk mereka yang ingin memperoleh wawasan terkini mengenai produsen/penyedia alat kesehatan dan perkembangan teknologi dan inovasi di sektor kesehatan. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • Latihan Gabungan Musik Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara, Kolaborasi Lintas Generasi & Genre Musik

    Latihan Gabungan Musik Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara, Kolaborasi Lintas Generasi & Genre Musik

    Latihan gabungan musik Pagelaran Sabang Merauke—The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara yang mengangkat kekayaan cerita-cerita rakyat legendaris dari berbagai penjuru negeri digelar pada 3-4 Agustus 2025 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta. Kegiatan ni menjadi momen krusial yang mempertemukan seluruh kekuatan musikal dalam satu ruang mulai dari Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, serta para penyanyi nasional dan musisi tradisional dari berbagai daerah.

    Tema yang digusung adalah Hikayat Nusantara yang mengangkat kembali kekayaan cerita-cerita rakyat legendaris dari berbagai penjuru negeri. Untuk musiknya sendiri dikembangkan bak membuat film Pagelaran Sabang Merauke dengan merangkai lagu dalam satu kesatuan musik dalam cerita Hikayat Nusantara. Lagu dan musiknya mewakili daerah-daerah dari Sabang sampai Merauke dan juga dari masa ke masa. Menggabungkan modernitas dan tradisi yang saling mengisi kolaborasi lintas generasi dan lintas genre musik serta menghasilkan musik modern yang sarat menyatu dengan seni budaya Indonesia dan menampilkan hingga 50 alat musik tradisional.

    Terdapat 10 penyanyi nasional yang akan membawakan lagu-lagu di Pagelaran Sabang Merauke. Yaitu, Yura Yunita, Alsant Nababan, Gabriel Hervianto, Christine Tambunan, Yuyun Arfah, Mirabeth Sonia, Nino Prabowo, Taufan Purbo, Swain Mahisa, Sruti Respati, Roland Rogers dan band Padi Reborn. Di dalam Pagelaran Sabang Merauke tahun ini terdapat 31 Karya Musik yang terdiri dari 28 lagu termasuk lagu nasional dan daerah dan sisanya adalah komposisi musik sebagai transisi babak.

    Elwin Hendrijanto berperan sebagai music director, Avip Priatna sebagai konduktor yang memimpin Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children’s Choir, serta Dunung Basuki yang menjadi Lead Musisi Tradisional. Ketiganya mendukung kekuatan musikal pagelaran ini dalam menyatukan ritme, warna, dan semangat Indonesia ke dalam satu harmoni yang menggugah. Musik tidak sekadar menjadi latar, tetapi menjadi salah satu elemen utama yang menghidupkan alur cerita, membentuk karakter, membangkitkan emosi, dan menuntun ritme setiap adegan. Setiap lagu dan komposisi dirangkai dengan apik menjadi satu kesatuan narasi musical, sebuah perjalanan lintas waktu dan budaya, dari Sabang hingga Merauke.

    Proses pembuatan musik dimulai dengan pemilihan lagu yang ditampilkan dalam Pagelaran Sabang Merauke 2025 melalui proses kurasi artistik yang dilakukan oleh Executive Producer, Sutradara, Music Director, dan Conductor. Setiap lagu dipilih dengan cermat untuk menyelaraskan cerita-cerita rakyat, agar tidak hanya mewakili akar budaya daerah asalnya, tetapi juga mampu memperkuat jalannya narasi di atas panggung. Lebih dari itu, pemilihan lagu juga mempertimbangkan aspek eksplorasi aransemen dan koreografi. (Red.

    Elwin menceritakan bahwa proses penggarapan musik tradisional bersama Dunung Basuki dalam pagelaran ini penuh tantangan dan keasyikan tersendiri. Setiap daerah memiliki pakem musik yang kuat dan khas. Namun, kolaborasi lintas wilayah dan latar belakang justru menghasilkan sesuatu karya yang kaya dan baru, yang semakin menunjukkan kekayaan seni budaya Indonesia yang luar biasa. (Red. Elmediora | Foto: Soe Mid San)