Author: elmediora

  • Kembali Pecahkan Rekor, GIIAS 2025 Catat Kepesertaan Terbanyak dan Terlengkap

    Kembali Pecahkan Rekor, GIIAS 2025 Catat Kepesertaan Terbanyak dan Terlengkap

    Menjadi penyelenggaraan yang ke-32, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 akan kembali digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang. GIIAS tahun ini kembali mencatat rekor sebagai pameran otomotif terlengkap yang pernah dihadirkan oleh GAIKINDO.

    Industri otomotif Indonesia terus menjaga perkembangannya sebagai pilar ekonomi nasional sekaligus motor pertumbuhan industri manufaktur. Dalam catatan pemerintah RI, periode 2020–2024, realisasi investasi di sektor otomotif telah mencapai lebih dari 150 triliun rupiah. Capaian ini menunjukkan kepercayaan yang besar dari pelaku industri global terhadap potensi pasar Indonesia, serta kesiapan ekosistem otomotif nasional untuk terus berkembang. Hal ini juga tercermin pada penyelenggaraan GIIAS 2025, yang berhasil menjadi penyelenggaraan pameran otomotif dengan variasi terlengkap.

    Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi, menyampaikan bahwa GIIAS menjadi refleksi nyata dari arah industri otomotif Indonesia yang terus bertumbuh. “Kami melihat angka investasi yang signifikan dalam lima tahun terakhir, dan itu menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak lagi hanya dilihat sebagai pasar, tetapi sebagai bagian penting dari rantai pasok dan inovasi global. GIIAS akan menjadi panggung utama untuk memperlihatkan bahwa industri otomotif Indonesia terus tumbuh dan siap berkembang,” tegas Nangoi.

    Dalam beberapa tahun terakhir juga, produsen otomotif dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, Eropa, Amerika Serikat, China, hingga Vietnam, terus menunjukkan komitmen. Terhadap pasar Indonesia melalui peluncuran produk baru, pembangunan jaringan penjualan, hingga investasi fasilitas produksi. “Kehadiran berbagai merek dari seluruh penjuru dunia ini menjadikan GIIAS sebagai pameran otomotif yang tidak hanya besar dan lengkap, dipastikan GIIAS juga akan menjadi ajang pilihan merek-merek kendaraan tersebut untuk meluncurkan serta memperkenalkan produk dan teknologi terkininya,” lanjut Nangoi.

    GIIAS 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai pameran otomotif terbesar dan paling komprehensif dunia diluar China. Tahun ini, GIIAS akan menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif dunia, memenuhi hall 1 hingga hall 11 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

    Sebanyak 39 merek kendaraan penumpang siap unjuk gigi di GIIAS 2025, Antara lain Aletra, Audi, BMW, BYD, Citroen, Daihatsu, Denza, DFSK, Ford, GWM, Honda, Hyundai, Jaecoo, Jeep, KIA, Lexus, Maxus, Mazda, Mercedes-Benz, MG, MINI, Mitsubishi Motors, Nissan, Polytron, Suzuki, Toyota, VinFast, Volkswagen, Volvo, dan lain-lain. (Red: Elmediora | Foto: Dok. GIIAS 2025)

  • 5 Hal Tentang Aksi Sosial Zaskia Adya Mecca Bersama Scarlett Beauty Impact di Palestina

    5 Hal Tentang Aksi Sosial Zaskia Adya Mecca Bersama Scarlett Beauty Impact di Palestina

    Berita tentang konflik yang dialami warga Palestina mungkin telah bergeser dari perhatian banyak orang, namun kenyataannya, situasi kemanusiaan yang

    dihadapi para pengungsi Palestina masih sangat kritis. Menyadari pentingnya aksi nyata yang berkelanjutan, Zaskia Adya Mecca bersama Scarlett melalui program Scarlett Beauty Impact, sebuah program CSR jangka panjang yang berfokus pada isu kemanusiaan dan kesejahteraan perempuan. Kembali turun langsung untuk memberikan bantuan sekaligus dukungan moral bagi saudara-saudara kita di Palestina.

    Berikut ini lima fakta terkini tentang Palestina dan bagaimana Zaskia bersama Scarlett hadir membawa dampak nyata:

    1. Pengungsi Palestina Membutuhkan Lebih dari Sekadar Bantuan Materi

    Di tengah konflik yang terus berlangsung, kondisi pengungsi Palestina di luar Gaza, terutama di kamp-kamp di Yordania dan Mesir, masih jauh dari kata membaik. Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga dukungan emosional agar merasa tidak dilupakan.

    2. Zaskia Adya Mecca Turun Langsung Bersama Scarlett Beauty Impact

    Zaskia Adya Mecca, sebagai Scarlett Beauty Impact Advocate, baru-baru ini turun langsung mengunjungi kamp pengungsian di Yordania dan Mesir. Kunjungan ini bertujuan menyalurkan bantuan sekaligus menyampaikan empati dan solidaritas secara nyata kepada para pengungsi.

    “Saya bersama Scarlett sebelumnya sudah pernah menunjukkan dukungan kami untuk Palestina, dan kini saya bisa mewakili semangat itu secara langsung. Perjalanan kali ini terasa sangat berbeda. Kembali datang sebagai bagian dari Scarlett Beauty Impact bukan hanya tentang membawa bantuan, tapi tentang menyampaikan pesan bahwa kepedulian kami tidak berhenti di satu momen saja. Kehadiran saya kali ini membawa harapan, pelukan, dan waktu untuk benar-benar mendengarkan. Saya melihat sendiri bagaimana satu pelukan bisa menjadi penguat bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Di titik itulah saya sadar, bahwa misi ini lebih besar dari sekadar distribusi bantuan. Ini tentang hadir sebagai sesama manusia.”

    Scarlett turut berkontribusi dalam perjalanan kemanusiaan ini dengan memberikan donasi senilai 100 juta rupiah serta berbagai produk perawatan diri seperti sunscreen, sabun mandi, parfum, dan body lotion. Produk-produk tersebut khusus dibagikan kepada perempuan dan ibu-ibu di kamp pengungsian untuk membantu mereka melindungi kulit, terutama dengan sunscreen, mengingat suhu di sana bisa mencapai 41 derajat celcius.

    Bantuan ini secara khusus didistribusikan ke dua lokasi berbeda, yaitu kamp pengungsi Palestina di Yordania dan pengungsi Gaza yang berada di Mesir. Untuk kamp di Yordania, donasi tersebut dikonversikan menjadi sembako, makanan siap saji, mainan, serta snack khusus untuk anak-anak.

    3. Kolaborasi NGO dan Yayasan Lokal

    Untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, Scarlett dan Zaskia bekerja sama dengan Yayasan Ruang Kolaborasi Kemanusiaan di Indonesia. Selain itu, di luar negeri, Scarlett juga menjalin kerja sama dengan NGO lokal di Mesir dan Yordania. Kerja sama ini bertujuan agar distribusi bantuan bisa dilakukan dengan aman, tepat, serta efektif sesuai dengan kondisi masing-masing negara tujuan. Dengan pendekatan ini, manfaat dari bantuan bisa lebih dirasakan langsung oleh para penerima di kamp pengungsian.

    4. Bantuan Spesifik untuk Keluarga yang Membutuhkan

    Dalam kunjungannya ke Mesir dan Yordania, Zaskia Adya Mecca secara langsung mengunjungi beberapa keluarga pengungsi dengan kebutuhan spesifik. Di Mesir, Scarlett membantu membayarkan sewa kontrakan bagi beberapa keluarga yang membutuhkan, sedangkan di Yordania, bantuan juga diberikan kepada beberapa keluarga berupa biaya tempat tinggal dan kebutuhan makanan. Tidak hanya itu, kunjungan ini juga melibatkan bantuan khusus kepada pengungsi yang sedang sakit parah, termasuk penderita kanker, dengan membantu biaya pengobatan mereka. Dengan pendekatan ini, bantuan dari Scarlett mampu menjangkau kebutuhan spesifik para pengungsi secara lebih mendalam.

    5. Dampak Emosional Juga Penting

    Dalam kolaborasi ini, Scarlett berhasil menjangkau sekitar 200 penerima manfaat secara langsung yang terdiri dari perempuan, anak-anak, hingga keluarga dengan kondisi darurat. Dengan pendekatan yang disesuaikan, bantuan ini tidak hanya bersifat materi, tapi juga membawa penguatan emosional yang sangat dibutuhkan di tengah krisis. Menurut Zaskia, kehadiran langsung membuat para pengungsi merasa diingat, dihargai, dan tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan hidup. Anak-anak di sana bahkan hanya ingin dipeluk atau digendong sebagai bentuk perhatian, menunjukkan bahwa terkadang bantuan terbaik bukanlah materi, tetapi empati dan sentuhan manusia yang tulus. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Scarlett)

  • Tak Hanya Menyerang Lanjut Usia, Katarak Bisa Menghampiri Orang Muda dan Anak-anak

    Tak Hanya Menyerang Lanjut Usia, Katarak Bisa Menghampiri Orang Muda dan Anak-anak

    Katarak memang lekat dengan kalangan lanjut usia. Namun terdapat jenis-jenis katarak yang bisa pula menyerang orang yang lebih muda, bahkan anak-anak. Menurut Dr. Kevin, SpM dari KMN EyeCare, “Semua jenis katarak ini tidak mematikan, tapi sama-sama berpotensi membahayakan penderita dan orang-orang di sekelilingnya. Sebagai langkah pencegahan, kita perlu mengetahui apa saja jenis masalah penglihatan ini.”

    Katarak Nuklear Sklerosis

    Ini jenis katarak yang paling umum terjadi karena pertambahan usia. Karena itu, banyak orang berusia lanjut yang mengalaminya. Katarak nuklear sklerosis ditandai dengan kekeruhan, penguningan, dan pengerasan pada bagian tengah lensa mata atau nukleus. Seiring dengan bertambahnya usia, nukleus pun bertambah keruh.

    Katarak Kortikal

    Nama jenis katarak ini mengacu pada lokasi kekeruhan di mata, yakni korteks atau lapisan selubung luar lensa. Kekeruhan bermula dari pinggir lensa, lalu berkembang masuk dalam bentuk sulur-sulur mirip ruji roda sepeda melingkar. Diabetes menjadi salah satu faktor pemicu katarak kortikal.

    Katarak Posterior Subkapsular

    Dari sederet jenis-jenis katarak, katarak posterior subkapsular adalah salah satu yang paling cepat berkembang, hanya dalam beberapa bulan. Katarak ini terjadi pada bagian belakang lensa di dekat kapsul posterior dan lebih banyak dialami orang berusia muda. Orang yang sering mengonsumsi steroid lebih berisiko mengalami masalah penglihatan ini. 

    Katarak Bawaan atau Kongenital

    Jenis katarak ini termasuk penyakit bawaan yang bisa diketahui ketika bayi lahir. Jika katarak ini tak terdeteksi saat bayi, ada risiko kehilangan penglihatan seiring dengan bertambahnya usia. Katarak bawaan dapat muncul tanpa penyebab pasti, tapi paling sering berkaitan dengan penyakit infeksi saat kehamilan, seperti rubela.

    Katarak Morgagni

    Ketika korteks menjadi lembek dan cair hingga nukleus tenggelam di dasar lensa, berarti katarak telah

    encapai tahap lanjut. Dalam istilah medis, istilahnya adalah katarak Morgagni, berasal dari nama patologis anatomi dari abad ke-18, Giovanni Battista Morgagni. Bertambahnya usia dan paparan sinar matahari menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap jenis katarak ini.

    Katarak Diabetes

    Sesuai dengan namanya, orang yang mengidap diabetes rentan terkena jenis katarak ini. Tingginya kadar gula darah menyebabkan oksidasi dalam lensa mata yang menyerupai butiran salju. Katarak diabetes juga cepat memburuk dan mengganggu penglihatan.

    Katarak Polikromatik atau Pohon Natal

    Ini satu dari beberapa jenis-jenis katarak yang jarang terjadi. Seperti namanya, pada lensa mata orang yang mengalami jenis katarak ini terlihat seakan-akan ada warna cemerlang layaknya lampu pohon Natal. Penyebab pasti katarak polikromatik belum diketahui. Beberapa penelitian tentang katarak pohon Natal menyebut kolesterol sebagai faktor pemicunya.

    Katarak Polar Posterior

    Kondisi permukaan belakang lensa yang keruh menjadi salah satu tanda katarak jenis ini. Ketika kekeruhan masih sedikit, gejalanya belum terasa. Tapi ketika sudah membesar, penglihatan akan sangat terganggu. Jenis katarak ini juga bisa terjadi karena penyakit bawaan.

    Katarak Traumatik

    Berbeda dengan jenis-jenis katarak lain, penyebab katarak ini berasal dari luar, yakni luka serius pada mata akibat pukulan atau benda tajam. Katarak traumatik mungkin baru diketahui beberapa tahun setelah luka terjadi. Namun, dalam sejumlah kasus, luka itu bisa menyebabkan katarak dalam waktu beberapa hari saja.

    Katarak Putih

    Katarak putih adalah kondisi ketika katarak sudah mencapai stadium lanjut. Lensa menjadi sangat keruh hingga berwarna putih dan keras. Karena itu, butuh ahli bedah yang amat berpengalaman untuk mengoperasi jenis katarak ini.

    Meski penyebab katarak dan indikasinya berbeda-beda, semua 10 jenis-jenis katarak tersebut sama berbahayanya. “Katarak dapat menyebabkan kebutaan total. Pada stadium awal atau menengah pun penglihatan akan sangat terganggu sehingga menyusahkan kegiatan sehari-hari penderitanya. Kecuali katarak bawaan dan traumatik, salah satu cara mencegah munculnya jenis-jenis katarak itu adalah menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, pemeriksaan mata rutin dapat membantu deteksi dini demi menekan risiko bahayanya dan memperbesar peluang kesembuhan,” tutup Dr. Kevin. (Nadia | Foto: Istimewa)

  • Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga  Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan Raja Ampat

    Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan Raja Ampat

    Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa keamanan dan  kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama dalam pengelolaan destinasi nasional, termasuk  Raja Ampat. Meskipun terdapat dinamika di lapangan, termasuk penutupan akses sementara di Pulau Wayag dan Manyaifun Batangpele, serta pro-kontra terkait isu tambang nikel, pemerintah memastikan bahwa aktivitas pariwisata di Raja Ampat tetap berlangsung dengan aman dan terkendali.

    Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata telah berkoordinasi erat dengan Kementerian Dalam Negeri, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat lokal untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan keselamatan destinasi. Dalam koordinasi ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyampaikan arahan langsung kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk menjamin sinergi penuh antarlembaga dan masyarakat dalam melindungi wisatawan dari potensi gangguan.

    Raja Ampat merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Nasional Prioritas sekaligus bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp). Pemerintah tengah menyiapkan arah kebijakan jangka panjang melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2024 tentang Rancangan Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Raja Ampat, di mana kawasan ini ditetapkan sebagai model High Quality Sustainable Tourism yang dikembangkan secara berkelanjutan dan terintegrasi, dengan menyeimbangkan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial budaya.

    “Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan siap mengambil langkah-langkah adaptif untuk mendukung masyarakat lokal, agar tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan pariwisata yang berdaya tahan dan inklusif. Jadi, wisatawan tetap aman berkunjung ke Raja Ampat,” kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (13-05-2025).

    Di luar Wayag dan Batangpele, masih ada pulau dan spot diving seperti Manta Point, Cross Wreck, Cape Kri, dan Blue Magic, yang dapat dieksplor keindahannya oleh wisatawan, tambah Widiyanti. Terakhir, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, untuk bersama-sama menjaga kelestarian dan reputasi Raja Ampat sebagai salah satu ikon pariwisata unggulan Indonesia. Kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkelas dunia, serta memperkuat posisi Raja Ampat di mata wisatawan global. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Kemenpar)

  • Permata Bank Gelar Edukasi Finansial Wealth Wisdom 2025 Agar Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

    Permata Bank Gelar Edukasi Finansial Wealth Wisdom 2025 Agar Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

    Mengusung tema “Resilient Wealth, Confident Future”, Permata Bank kembali menggelar acara unggulan tahunannya, Wealth Wisdom  di tahun ini. Sebagai wujud komitmennya dalam mendampingi nasabah untuk mempersiapkan generasi penerus yang penuh wawasan. Fokus utamanya adalah memberikan informasi dan membekali mereka dalam upaya mengelola dan membangun ketahanan finansial keluarga dan bisnisnya. Termasuk, strategi investasi, hingga pengembangan kapasitas dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam bisnis di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

    Bertepatan dengan penyelenggaraan Wealth Wisdom yang memasuki tahun ke-11, Permata Bank menyelenggarakan acara di 11 kota di Indonesia, dari Juni hingga September 2025. Sejumlah pakar dan praktisi lintas sektor akan hadir untuk berbagi wawasan dari berbagai bidang termasuk bidang keuangan, kesehatan, dan pendidikan. Mitra strategis Permata Bank juga akan berbagi insight dan strategi dalam menghadapi dinamika ekonomi global, manajemen investasi, kesehatan, dan pengembangan diri.

    “Kami percaya bahwa ketahanan bisnis tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari aspek nilai-nilai usaha yang diwariskan bagi generasi berikutnya. Melalui Wealth Wisdom, kami ingin menghadirkan pendekatan holistik dalam pengelolaan bisnis dan aset sebagai mitra terpercaya bagi nasabah agar lebih resilient dalam merencanakan masa depan yang lebih optimis,” ujar Djumariah Tenteram, Direktur Consumer Banking Permata Bank (13-06-2025).

    Wealth Wisdom 2025 dirancang tidak hanya sebagai forum edukasi finansial, tetapi juga sebagai ruang dialog terbuka yang membantu masyarakat memahami dan menghadapi tantangan ekonomi dengan cara yang lebih cerdas dan terukur. Melalui kelas-kelas tematik dan sesi panel, nasabah akan diajak untuk menggali strategi manajemen kekayaan, perencanaan warisan, hingga menjaga keseimbangan antara finansial dan kesehatan.

    Acara ini juga dirancang untuk mendorong kesiapan generasi penerus, baik anak maupun pewaris, dalam mengelola kekayaan keluarga. Ini diwujudkan dengan kelas-kelas edukatif yang dikemas interaktif. Tujuannya agar mereka memiliki literasi dan kesiapan dalam memperkuat ketahanan finansial keluarga secara berkelanjutan.

    Upaya ini sejalan dengan semangat nasional dalam membangun ketahanan ekonomi. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2025 tercatat sebesar 4,87% (year-on-year). Angka ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas. Selain itu, BPS juga mencatat deflasi sebesar 0,37% pada Mei 2025, yang secara tahunan setara dengan tingkat inflasi sebesar 1,60% (year-on-year). Kondisi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk merancang strategi keuangan yang lebih stabil dan terencana di tengah ketidakpastian global.

    “Wealth Wisdom selalu mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah, terutama karena topik yang kami bawa selalu disesuaikan dengan dinamika terkini dan kebutuhan masyarakat. Tahun ini, menjadi edukasi finansial holistik pertama di 11 kota kami memperkuat pendekatan holistik dengan membahas topik terkait warisan finansial, strategi investasi yang berkelanjutan. Selain itu juga terkait pentingnya kesehatan dan pendidikan bagi pewaris dalam membangun kesejahteraan. Harapannya, topik yang disampaikan bisa memberikan wawasan yang tidak hanya informatif, tapi juga aplikatif”, ungkap Ricky Diego Yap, Division Head, Wealth Management, Consumer Deposit & Cash Management Permata Bank.

    Andy F. Noya, Jurnalis dan Penulisyang juga sebagai bagian dari industri media yang menjadi salah satu narasumber di Wealth Wisdom 2025 Jakarta mengatakan, “Di tengah dinamika ekonomi saat ini, masyarakat terutama mereka yang tengah merancang masa depan jangka panjang, membutuhkan lebih dari sekadar data dan strategi. Mereka membutuhkan inspirasi, makna dan konteks. Wealth Wisdom yang dikemas secara interaktif bisa menjadi wadah storytelling yang relevan, karena bisa menerjemahkan isu makroekonomi kompleks menjadi narasi yang mudah dipahami dan aplikatif. Melalui pendekatan ini, nasabah Permata Bank dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dalam mengelola kekayaan secara bijak demi kesejahteraan holistik dan berkelanjutan.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Permata Bank)

  • Kolaborasi Lintas Sektor & Dukungan Nyata Pemerintah Bangun Fondasi Industri Fashion yang Kokoh Sangat Diperlukan

    Kolaborasi Lintas Sektor & Dukungan Nyata Pemerintah Bangun Fondasi Industri Fashion yang Kokoh Sangat Diperlukan

    Bertema Recrafted a New Vision: Redefining Indonesia’s Competitive Edge in the Global Market, forum diskusi Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) Talk 2025 (Vol. 2) diadakan kembali menghadirkan dua narasumber. Yaitu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Advisor JF3 & Founder LAKON Indonesia Thresia Mareta dihadiri para pelaku industri fashion dan insan media di Teras Lakon, Summarecon Serpong.

    Diskusi kali ini ingin mencoba memahami bersama terkait ekosistem fashion Indonesia sekarang yang seperti berjalan di tempat dan para pelaku industri seperti melakukan pengulangan saja. “Kita sebagai pelaku industri harus berpikir kembali dan memberikan kontribusi lebih efektif, agar industri fashion maju. Seperti kita ketahui potensi kreator Indonesia sangat besar. Namun, kita tidak bisa tumbuh sendiri, melainkan membutuhkan lingkungan yang mendukung dan support system yang baik untuk berkembang. Inilah pentingnya kolaborasi lintas sektor, dan terutama, dukungan nyata dari pemerintah dalam membangun fondasi industri yang kokoh,” Thresia.

    JF3 hadir sebagai salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem ini terus berkomitmen menciptakan ekosistem yang sehat dan progresif bagi para pelaku industri mode. Agar fashion Indonesia tidak hanya menjadi tren sesaat, tapi benar-benar menjadi kekuatan budaya dan ekonomi yang diakui secara global. Melalui diskusi ini, bersama-sama meninjau kembali peran kita masing-masing, agar kita semua mampu memberikan kontribusi yang efektif untuk industri mode Tanah Air.

    Salah satu tantangan utama dalam industri fashion adalah ketersediaan dan pengolahan bahan baku. Meskipun, Indonesia kaya akan material lokal, namun teknologi pengolahannya masih tertinggal, menurut Irene, kita masih perlu untuk melakukan inovasi teknologi yang terbarukan untuk mengolah bahan yang kita miliki.

    Dia berkata, “Kita sadar bahwa kekuatan terbesar kita terletak pada proses desain, karena kita memiliki banyak perancang busana yang sangat luar biasa. Permasalahannya bukan di inkubasi dari creative ideas-nya, tapi lebih pada bagaimana caranya kita bisa menunjukkan kepada dunia, bahwa kita memiliki kemampuan di bidang ini. Fokus utama kami saat ini adalah mengoptimalkan keunggulan Indonesia di sektor desain dan mendorong fashion yang tidak hanya mengangkat warisan budaya seperti batik dan tenun, tetapi juga produk readytowear yang bisa dipakai sehari-hari.”

    Melihat demografi Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar, pemerintah juga tengah berusaha untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat muslim fashion di kawasan Asia. Ini menjadi tantangannya kita bersama adalah bagaimana kita mendorong ini tidak hanya untuk level nasional, tapi juga untuk level internasional.

    “Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan oleh Kementerian Ekraf antara lain ,melakukan pemetaan dan mencari potensial buyer yang berada di luar negeri, dan Perancis sudah menjadi salah satu menjadi partner-nya. Indonesia juga hadir di Osaka World Expo 2025 untuk menjalin kerjasama dengan Jepang untuk membuka distribusi outlet brand Indonesia di sana. Ada beberapa agen di Jepang yang sudah kita kontak dan akan dilakukan beberapa zoom sessions dengan brands-brand Indonesia yang siap untuk ekspor dalam skala hal kecil untuk tes market di Jepang,” lanjut Irene.

    Hong Kong juga menjadi salah satu target dan masih dalam tahap identifikasi

    untuk membuka pasar Indonesia di sana, karena belum ada pesaing lain. Kementerian Ekraf peduli membantu brand lokal dalam melebarkan distribusi produk secara global melalui mitra-mitra yang telah bekerjasama di dalamnya. Melalui digital platform, kita mampu menampilkan karya-karya kita agar bisa dilihat secara global. Namun, ekspansi ini memerlukan kesiapan dari pelaku industri, baik dari sisi produk, standar global, hingga kapasitas produksi.

    Thresia menambahkan banyak pelaku industri menghadapi hambatan di proses produksi. Misalnya, diperlukan keselarasan antara kebijakan pemerintah dengan realita yang dibutuhkan oleh para pelaku industri. Standar yang ada di Indonesia kadang tidak selevel dengan standar skala global. Ketersediaan bahan baku contohnya, bahan yang ada di Indonesia banyak yang belum mencapai standar kualitas internasional. Itulah yang membuat Indonesia tertinggal dengan negara lain, walaupun memiliki potensi yang begitu besar.

    Itulah sebabnya, Irene menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perbankan dan dunia pendidikan. Keuangan yang transparan, kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, dan peningkatan keterampilan SDM merupakan tiga fondasi penting untuk memperkuat ketahanan industri fashion Indonesia. (Elly S | Foto: Dok. JF3)

  • Setelah Bogor, ChildFund International Lanjutkan Percepatan Penurunan Stunting di Kupang & Sumba Barat Daya

    Setelah Bogor, ChildFund International Lanjutkan Percepatan Penurunan Stunting di Kupang & Sumba Barat Daya

    Program Percepatan Penurunan Stunting (ASRP) ini sukses menurunkan angka stunting di beberapa wilayah di Kota Bogor dari 35,9% menjadi 28,6%. ChildFund International di Indonesia mendukung upaya pemerintah menurunkan stunting melalui program berbasis masyarakat.

    Hal ini disampaikan oleh Siti Aisah, Health Specialist ChildFund International di Indonesia dalam kegiatan diseminasi capaian ASRP yang berlangsung di Kupang, 11 Juni 2025. ASRP yang dirilis pada tahun 2022 merupakan kelanjutan dari  keberhasilan inisiatif sebelumnya, yaitu Bapak Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (Batagor) yang berlangsung di Bogor dari tahun 2020 – 2021.

    Program ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting dan isu malnutrisi lainnya dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal utama, termasuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), Bapperida, Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat terlatih,” ujar Icha, panggilan akrabnya. ASRP berfokus pada optimalisasi 1.000 hari pertama kehidupan bagi anak usia 0–23 bulan di wilayah perkotaan dan perdesaan, salah satunya di Kota Bogor, Jawa Barat. Program ini mempromosikan pengasuhan yang responsif, peningkatan gizi anak dan perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat masyarakat.

    “ASRP berkontribusi pada penurunan angka stunting dari dari 35,9% menjadi 28,6%. Program ini juga membantu penurunan gizi buruk berat dari 9,4% menjadi 3,2% dan gizi buruk dari 26,6% menjadi 12,7%.  Sementara angka anak dengan berat badan sangat kurang menurun dari 21,9% menjadi 14,3%,” ujar FE. Eriyanto, Pimpinan Yayasan Warga Upadaya, mitra inti ChildFund International di Indonesia di wilayah Bogor.

    Pencapaian ini menunjukkan dampak pendekatan berbasis masyarakat yang berakar pada konteks dan kemitraan lokal. Program tersebut sudah mendapat pengakuan dari Pemerintah Kota Bogor. “Kegiatan ini memberikan tiga hal kepada masyarakat. Pertama, edukasi terhadap pola asuh kepada anak, pengetahuan gizi bagi keluarga dan memberikan gambaran terkait dengan pengembangan upaya penurunan stunting,” ujar Rudy Mashudi, Kepala Bapperida Kota Bogor.

    Kesuksesan program ini mendorong ChildFund International di Indonesia menggagas replikasi program di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur melalui Yayasan Masyarakat Cita Madani sebagai mitra inti.  Tahap awal implementasi ditandai dengan mempromosikan pengasuhan yang responsif. Sebanyak 267 dari 311 orang tua (85,9%) dan pengasuh mengalami peningkatan  pengetahuan tentang gizi anak dan pengasuhan. Sementara 37 (100%) kader masyarakat meningkat pengetahuan dan kapasitasnya.

    “Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin keberlanjutan program ini, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, puskesmas, Bapperida, Dinas Kesehatan, DP3A, dan pihak terkait lainnya,” tambah Silvester Seno, Pimpinan Yayasan Cita Masyarakat Madani. (Red. Elmediora | Foto: Dok. ChildFund)

  • Empat Dekade Berinovasi Kao Indonesia Terus Hadirkan Produk Perawatan Diri Ramah Bagi Semua Kalangan

    Empat Dekade Berinovasi Kao Indonesia Terus Hadirkan Produk Perawatan Diri Ramah Bagi Semua Kalangan

    Kao Indonesia telah menjadi merek yang terpercaya dengan dedikasi menghadirkan produk berkualitas tinggi, didukung sains maupun inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan penuh perhatian dan kepedulian. Perayaan ini tidak hanya sebagai apresiasi perjalanan historis perusahaan, tetapi juga menegaskan inovasi terobosan dan komitmen yang terus dibangun bersama konsumen, mitra, dan komunitas di Indonesia untuk mewujudkan Kirei Lifestyle Innovation dalam kehidupan sehari-hari.

    Merayakan 40 tahun inovasi penuh makna dan menandai tonggak penting dalam perjalanannya, Kao Indonesia menghadirkan Kirei Lifestyle Innovation yang mengangkat kualitas hidup masyarakat Indonesia.

    Yoshihiro Hasebe, President and Chief Executive Officer, Representative Director Kao Corporation, dalam momen ini menyampaikan, “Kirei Lifestyle adalah gaya hidup kami, hidup secara bertanggung jawab, bersih, indah, dan harmonis dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Regional Innovation project, Research & Development (R&D) Division kami telah bekerja keras menghadirkan inovasi bermakna. Didasarkan pada penelitian dan sains serta relevan dengan nilai serta kebutuhan konsumen, dengan tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.”

    Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mengatakan, “Saya mengapresiasi peran Kao Indonesia dalam menghadirkan kebutuhan dasar perempuan akan perawatan diri yang tidak hanya penting untuk kesehatan dan kebersihan pribadi. Tetapi, juga menjadi fondasi dalam membangun rasa percaya diri, sangat dibutuhkan dalam mengembangkan potensi di industri kreatif. Saya percaya bahwa kepercayaan diri merupakan fondasi pemberdayaan dan aktualisasi diri, yang memungkinkan perempuan untuk berkontribusi lebih besar dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.”

    Sebagai bagian dari perayaan 40 tahun, Kao Indonesia dengan bangga meluncurkan Biore Breeze Deodorant, inovasi terbaru yang dirancang dengan penuh kepedulian terhadap kebutuhan konsumen Indonesia. Khususnya perempuan, dalam menjadikan perawatan diri sebagai rutinitas harian yang memperkuat rasa percaya diri dan menciptakan keseimbangan hidup.

    Perempuan menjadi pusat dari upaya Kao Indonesia menjadikan perawatan diri lebih bermakna dan mudah diakses. Mengingat kondisi iklim Indonesia, mayoritas perempuan berhijab dan memiliki gaya hidup aktif. Kebutuhan akan deodoran yang nyaman digunakan, mencegah bau badan, ramah di kulit, dan mudah diaplikasikan di berbagai bagian tubuh semakin meningkat. Dengan teknologi Skin Breathable Tech, Biore Breeze Deodorant membantu mempercepat penguapan keringat tanpa menyumbat pori-pori, sehingga kita tetap bisa aktif dengan nyaman. Hal ini mencerminkan pergeseran ke arah perawatan diri yang penuh kesadaran, yang mendukung kenyamanan dan rasa percaya diri dalam keseharian. (Dok. Elmediora | Foto: Dok. Kao Indonesia)

  • Dorong Pengembangan Industri Otomotif Berkelanjutan, Pabrik Manufaktur GAC Resmi Beroperasi di Indonesia

    Dorong Pengembangan Industri Otomotif Berkelanjutan, Pabrik Manufaktur GAC Resmi Beroperasi di Indonesia

    Satu tahun sejak kehadirannya di pasar otomotif nasional, GAC AION menegaskan komitmennya terhadap pengembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air. Pabrik manufaktur kendaraan GAC di Indonesia resmi mulai beroperasi dan tempat perakitan ini merupakan investasi Indomobil Group melalui PT National Assemblers (NA). Mengusung konsep “Lighthouse Factory”, pabrik ini merupakan perwujudan manufaktur cerdas yang ramah lingkungan, didukung teknologi terkini dan sistem produksi terintegrasi.

    Pabrik ini dirancang untuk memenuhi tuntutan pasar yang berkembang pesat, khususnya di segmen kendaraan listrik murni. Sejalan dengan filosofi GAC “percepatan produksi dan pengembangan bertahap”, GAC memastikan proses produksi yang fleksibel, efisien, dan berorientasi pada kualitas terbaik. Pabrik pintar berstandar global ini, siap memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan energi baru (EV) di Asia Tenggara.

    Selama satu tahun terakhir, GAC bekerjasama dengan Indomobil telah menghadirkan solusi mobilitas ramah lingkungan melalui peluncuran berbagai model GAC AION, diantaranya, AION Y Plus, AION V dan Hyptec HT. Melalui peresmian operasi pabrik perakitan ini, GAC juga mempertegas komitmen jangka panjangnya: “Datang ke Indonesia, Untuk Indonesia”. Ini sejalan dengan strategi global One GAC 2.0 yang mendorong pengembangan industri otomotif berkelanjutan.

    “Indonesia adalah pasar kunci dalam ekspansi global GAC dan menjadi garda depan strategi pengembangan luar negeri kami. Dengan peresmian pabrik perakitan milik PT National Assemblers, kami ingin memperkuat kontribusi kami untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas industri, dan transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia,” ujar Wei Haigang, President of GAC International.

    Model pertama yang akan dirakit adalah AION V, sebuah SUV listrik yang mengusung teknologi canggih dan modern. Perakitan AION V di dalam negeri. Menandai langkah penting untuk mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi karbon dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Seluruh pengoperasian perakitan sepenuhnya mengadopsi sistem manufaktur canggih dari NEV Lighthouse Factories GAC di Tiongkok, dengan 100% konektivitas data di seluruh proses produksi. Hal ini memungkinkan kontrol kualitas yang presisi serta efisiensi operasional yang tinggi. (Red. Elmediora | Foto: Dok. GAC AION)

  • OCBC Ajak Anak Muda Raih Rumah Impian Lewat Film Pendek ‘Kita Usahakan Rumah Itu’

    OCBC Ajak Anak Muda Raih Rumah Impian Lewat Film Pendek ‘Kita Usahakan Rumah Itu’

    Film pendek berjudul ‘Kita Usahakan Rumah Itu’ dihadirkan PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menyampaikan pesan bahwa rumah bukanlah sekadar bangunan fisik semata. Peluncuran ini merupakan bagian dari visi besar OCBC untuk mengajak anak muda berani membangun masa depan—termasuk mewujudkan rumah impian—tanpa harus mengorbankan gaya hidup dan kestabilan keuangan. Lewat pesan #FUNanciallyFIT, OCBC menegaskan bahwa rumah tidak hanya berupa bangunan, tetapi juga ruang emosional yang diciptakan melalui usaha bersama.

    “Kami ingin menginspirasi anak muda untuk percaya bahwa mereka bisa menikmati gaya hidup sambil tetap mewujudkan impian mereka, termasuk memiliki rumah. OCBC hadir dengan solusi finansial lengkap dan pendekatan menyenangkan lewat musik video ini,” ujar Nanda Nandiana, Marcomm & Loyalty Business Head OCBC di Jakarta (09-06-2025). Nanda menerangkan OCBC ingin menginspirasi anak muda bahwa mereka bisa menjalani gaya hidup yang seimbang sambil tetap merencanakan masa depan dengan bijak. Menurut Nanda, OCBC hadir sebagai solusi finansial agar anak muda bisa mulai mencicil mimpi, termasuk rumah impian mereka.

    Film ini disutradarai oleh Yandy Laurens dan dilengkapi dengan lagu tema yang dibawakan oleh musisi Sal Priadi, sang pencipta sekaligus penyanyi lagu tema. Dia menyampaikan bahwa karya ini merupakan refleksi batinnya terhadap makna rumah. “Bagi saya, rumah itu bukan sekadar tempat. Kadang rumah bisa berupa seseorang, kenangan, atau sesuatu yang ingin kita jaga. Lewat lagu ini, saya ingin menyampaikan bahwa rumah adalah sesuatu yang kita usahakan bersama,” ungkap Sal.

    Lagu dan film ini menyoroti realita kehidupan anak muda urban yang tengah berjuang membangun makna rumah baik sebagai tempat tinggal, pulang, atau berbagi cerita. Film pendek ‘Kita Usahakan Rumah Itu’ akan tayang di kanal YouTube Sal Priadi.

    Seiring dengan peluncuran musik video ini, OCBC ingin memperkuat komitmennya untuk membantu anak muda dalam merancang masa depan finansial yang sehat. Dengan berbagai solusi perbankan dan edukasi finansial yang relevan, OCBC percaya bahwa memiliki rumah bukan lagi mimpi yang terlalu jauh untuk diraih. Untuk itu, Nanda mengatakan bahwa OCBC tidak hanya menyampaikan pesan inspiratif, tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang bisa dimanfaatkan langsung oleh generasi muda, antara lain financial fitness gym, life goals, investasi mudah mulai dari Rp 10.000, pinjaman dan KPR ringan.

    Dia menambahkan, “Kami ingin menghadirkan pengalaman perbankan yang tidak rumit, dekat, dan solutif. Kami percaya bahwa perencanaan keuangan tidak harus mengkhawatirkan, justru harus memberdayakan.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. OCBC)