Author: elmediora

  • Resmi Jalin Kolaborasi JF3 X Busan Fashion Week Menjadi Jembatan Budaya Berkelanjutan di Kancah Mode Asia

    Resmi Jalin Kolaborasi JF3 X Busan Fashion Week Menjadi Jembatan Budaya Berkelanjutan di Kancah Mode Asia

    Untuk memperkuat industri fashion dan membuka peluang internasional bagi desainer muda antara Indonesia dan Korea Selatan, JF3 Fashion Festival resmi menjalin kerja sama dengan Busan Textile & Fashion Industries Association dari Korea Selatan. Kolaborasi itu ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara JF3 dan Busan Fashion Week. Salah satu kesepakatan penting dalam MoU tersebut adalah terpilihnya tiga desainer terbaik dari masing-masing negara setiap tahun untuk tampil di panggung fashion mitra. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan budaya yang berkelanjutan di kancah mode Asia.

    Chairman JF3 Soegianto Nagaria, mengatakan kolaborasi ini tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga bertujuan mempererat hubungan antar pelaku fashion, institusi, dan budaya. “Kerjasama ini kami harapkan memberi dampak positif bagi pengembangan desainer dan brand dari Indonesia maupun Korea,” ujar Soegianto di Gafoy, Sumarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada Sabtu (26/7).

    Sebagai langkah awal, tiga desainer Korea, Junebok Rhee (RE RHEE), Choi Chung-hoon (DOUCAN), dan Baek Juhee (REONVE), telah hadir di JF3 2025, menyuguhkan koleksi dengan karakter kuat dan pesan budaya mendalam. Pihak Busan juga menunjukkan antusiasme serupa. Park Dong Seok, perwakilan dari Busan Metropolitan City, menyampaikan rencana untuk mengundang desainer Indonesia berpartisipasi dalam ajang besar di Korea, seperti Busan International Film Festival (BIFF) Oktober mendatang. Dia berkata, “Kami ingin desainer Indonesia juga terlibat dan berbagi pengetahuan dalam semangat keberlanjutan dan budaya.”

    Kerjasama ini juga membawa misi penting lainnya, yakni mengangkat kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam industri fashion. Para desainer muda bisa lebih terdorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik dari sisi estetika, tetapi juga memperhatikan aspek ramah lingkungan.

    Dengan berbagai langkah strategis ini, JF3 semakin menunjukkan posisi pentingnya sebagai panggung mode yang tak hanya mengutamakan kreativitas, tetapi juga menjadi penghubung budaya dan platform diplomasi kreatif. Kehadiran desainer Korea di Jakarta dan potensi keterlibatan desainer Indonesia di Busan membuktikan bahwa dunia fashion bisa menjadi ruang kolaboratif yang luas dan inklusif. (Red. Elmediora | Foto: Dok. JF3)

  • Surplus Indonesia Hadir sebagai ‘Clearance Sale App’ Aplikasi #PastiDiskon Tanpa Syarat Hingga 80% 

    Surplus Indonesia Hadir sebagai ‘Clearance Sale App’ Aplikasi #PastiDiskon Tanpa Syarat Hingga 80% 

    Perusahaan startup pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi B-Corp, PT Ekonomi Sirkular Indonesia (Surplus Indonesia) kini hadir dengan inovasi baru melalui peluncuran “Clearance Sale App”. Memberikan berbagai produk kategori untuk membantu masyarakat berbelanja hemat sekaligus menjaga ramah lingkungan. Dengan konsep recommerce, Surplus memberikan solusi produk-produk baru yang sebelumnya tidak terjual, barang yang dikembalikan, produk dengan cacat minor, serta stok berlebih untuk ditemukan kembali dan dijual lagi.

    Surplus Indonesia telah berhasil menyelamatkan lebih dari 400.000 produk atau 10.000 ton produk, mencegah potensi kerugian ekonomi senilai lebih dari 1 juta USD, dan mengurangi emisi lebih dari 10 juta CO2e dari tempat pembuangan akhir. Hal ini berdampak langsung pada lebih dari 1.000.000 pengguna.

    CEO Surplus, Agung Saputra, menyampaikan, “Kami ingin memberikan solusi belanja hemat dan ramah lingkungan melalui satu aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak hanya itu, masyarakat bisa berkontribusi dalam mengurangi limbah dan menciptakan dampak positif bagi bumi ini. Dengan pendekatan ini, Surplus berupaya menciptakan pengalaman belanja yang mudah sekaligus mendukung ramah lingkungan.”

    Melalui Kampanye #PastiDiskon Hingga 80% Tanpa Syarat dari Surplus menghadirkan keuntungan besar bagi semua pihak. Bagi pemilik bisnis, kampanye ini membantu mengurangi biaya pembuangan barang tidak terjual, mengoptimalkan stok yang tersisa, serta meminimalkan kerugian.

    Di sisi lain, pengguna mendapatkan kesempatan untuk berbelanja produk berkualitas dengan harga jauh lebih terjangkau. Setiap produk yang dijual melalui platform Surplus telah melalui proses kurasi ketat untuk memastikan kualitas dan keamanannya, sehingga pengguna bisa berbelanja dengan nyaman dan tanpa khawatir. Kini, tidak hanya makanan dan minuman yang tersedia Surplus juga menawarkan pakaian, kebutuhan rumah tangga, kupon diskon, dan masih banyak lagi.

    Sandiaga Uno, Advisor Surplus, menambahkan, “Saat ini, Indonesia masih jadi salah satu penyumbang limbah makanan terbesar di dunia. Dengan inovasi karya anak bangsa seperti Surplus kita yakin bisa berubah bersama. Lebih lagi lewat pilar 3P: People, Planet, Prosperity, tentunya kita optimis ini bisa membawa kita satu langkah lebih dekat menuju visi besar Indonesia Emas 2045”

    Oktavianus Kusuma, National Head of Marketing & Merchandising Atria, mengatakan, “Surplus membuka jalur distribusi baru bagi kami untuk mengoptimalkan produk Clearance. Selain mendukung penjualan, kami juga dapat memperkenalkan Atria kepada konsumen baru yang peduli dengan nilai-nilai lingkungan.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Surplus)

  • Rizkya Batik Semarakkan JF3, Persembahkan MIMO Koleksi Terbaru untuk Perempuan Aktif, Terutama Ibu Menyusui

    Rizkya Batik Semarakkan JF3, Persembahkan MIMO Koleksi Terbaru untuk Perempuan Aktif, Terutama Ibu Menyusui

    Parade show JF3 Fashion Festival pada hari ketiga menghadirkan peserta dan Alumni Program PINTU Incubator berkolaborasi dengan student Ecole Duperré. Setiap desainer akan membawakan koleksinya masing-masing di La Piazza Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading. Salah satunya, Rizkya Batik dengan bangga mempersembahkan MIMO, koleksi terbaru yang dirancang khusus untuk perempuan aktif, terutama para ibu menyusui. MIMO sendiri bermakna panggilan seorang ibu dari anak tercinta.

    “Terinspirasi dari kekuatan dan kelembutan perempuan, MIMO menggabungkan keindahan batik tradisional dengan potongan modern yang fungsional dan elegan. MIMO adalah refleksi dari keinginan perempuan untuk tetap tampil stylish tanpa mengesampingkan peran penting mereka,” ungkap Designer and Marketing Communications Rizkya Batik Widya Chandra.

    Koleksi ini menggunakan bahan batik tulis hasil pengrajin batik Solo yang berkualitas tinggi dengan sentuhan warna indigo alam dan hijau kuning yang menenangkan, serta fitur busui friendly seperti bukaan tersembunyi. Rizkya Batik mengundang semua perempuan untuk merayakan babak baru dalam hidup mereka, dengan mengenakan busana yang mengakar pada budaya, namun melangkah ke masa depan.

    Widya melanjutkan, “Ada enam koleksi yang ditampilkan malam ini. Memakai motif batik komtemporer pengembangan dari motif dasar buketan. Batik yang dipakai dikoleksi MIMO adalah batik tulis, kolaborasi Rizkya dengan  pengrajin Solo, Jawa Tengah.” Batik tulis ini menggunakan pewarnaan alami dari tumbuhan-tumbuhan seperti warna biru dari indigo, coklat dari tanah, dan kuning dari tumbuhan buah jolawe dengan bahan katun.

    “Rizkya Batik berdiri sejak tahun 2010. Berawal dari minimnya brand batik dengan kualitas bagus dan model fashion yang terkini di Solo. Namun, kebutuhan masyarakat akan baju batik yang memiliki kualitas bagus dan tetap fashionable sangat tinggi. Hal inilah yang menjadi dasar untuk mendirikan Rizkya Batik dengan berbekal kemampuan sang founder di bidang produksi fashion serta pengetahuan batik yang diturunkan dari keluarga,” ujar Direktur Operasional Rizkya Batik Novana Sandra.

    Rizkya Batik hadir tidak hanya sebagai usaha yang menyediakan pakaian, tetapi juga turut serta melestarikan budaya batik Nusantara sebagai ciri khas bangsa. Untuk mengajak masyarakat memakai batik bukan hanya untuk paksaan, tetapi untuk kebutuhan fashion yang diminati setiap saat.

    Novana melanjutkan, “Saat ini 90% tenaga kerja batik Rizkya adalah kaum Hawa. Kami bekerjasama dengan ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas di sekitar wilayah Solo yang membantu kami menghasilkan produk berkualitas. Rizkya Batik memastikan para penyandang disabilitas ini bekerja dengan produktivitas yang sama dengan pekerja normal. Kami juga telah melakukan upaya untuk ikut menjaga kelestariannya. Misalnya, mengurangi penggunaan plastik, menggunakan bahan pewarna batik yang ramah lingkungan.”

    Dalam menjalankan bisnisnya, Rizkya Batik juga bekerjasama dengan pengrajin batik dari daerah di Indonesia. “Kami percaya, bahwa bekerja sama akan membuat merek berjalan lebih cepat dan bertahan lebih lama. Bahan yang kami gunakanan dalam produksi adalah hasil kerjasama antara Rizkya Batik dengan pergrajin Indonesia mulai dari bahan katun, viscose, ATBM  atau Alat Tenun Bukan Mesin dan masih banyak lainnya lagi,” tutup Novana. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Rizkya Batik)

  • Dukungan Uni Eropa dan Program Beasiswa Erasmus+ Perkuat Hubungan Lintas Masyarakat Indonesia dan Eropa

    Dukungan Uni Eropa dan Program Beasiswa Erasmus+ Perkuat Hubungan Lintas Masyarakat Indonesia dan Eropa

    Kabar menggembirakan sebanyak 260 mahasiswa dan dosen asal Indonesia berhasil meraih beasiswa bergengsi Erasmus+ untuk tahun akademik 2025, yang didanai oleh Uni Eropa. Para penerima beasiswa ini akan bergabung dengan para pelajar lain dari berbagai negara di dunia untuk menempuh pendidikan pascasarjana maupun mengikuti pertukaran mahasiswa dan dosen jangka pendek di  berbagai universitas di Eropa.

    Dari jumlah tersebut, 73 diantaranya adalah penerima beasiswa Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM), yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 sebagai penerima beasiswa EMJM terbanyak di dunia. Para mahasiswa ini akan menempuh program pascasarjana hingga dua tahun di dua negara anggota Uni Eropa atau lebih, untuk belajar berbagai bidang studi akademik.

    Selain EMJM, 187 mahasiswa dan dosen memperoleh beasiswa pertukaran Erasmus+ jangka  pendek untuk belajar, mengajar, atau mengikuti pelatihan di universitas-universitas Eropa. Sebaliknya, 75 mahasiswa dan akademisi asal Eropa juga datang ke Indonesia untuk belajar dan mengajar dengan beasiswa yang sama. Sejak diluncurkan pada tahun 2004, hampir 3000 mahasiswa dan dosen Indonesia berhasil meraih beasiswa Erasmus+.

    “Pendidikan tingkat tinggi dan penelitian merupakan salah satu prioritas  kerjasama Uni Eropa dalam Strategi Global Gateway untuk menggerakkan investasi infrastruktur dan memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra. Saya mengucapkan selamat kepada semua mahasiswa yang menerima beasiswa ini. Melalui Program Erasmus+, kami bangga berinvestasi untuk masa depan Indonesia,” ujar Thibaut Portevin, Counsellor/Head of Cooperation, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia (26-07-2025).

    Para penerima beasiswa ini adalah pemimpin masa depan yang akan membantu mewujudkan dunia yang lebih hijau, inklusif, dan terdigitalisasi, sekaligus memperkuat hubungan dan kolaborasi antara Eropa dan Indonesia. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan tinggal di berbagai universitas di negara-negara anggota Uni Eropa. Beasiswa ini menjadi pengalaman unik yang meningkatkan pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperluas jaringan internasional.”

    Dr Yulita Priyoningsih, Subkoordinator Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Pembelajaran Internasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyampaikan, “Dukungan dari Uni Eropa dan Program Erasmus+ memperkuat hubungan lintas masyarakat antara Indonesia dan Eropa untuk mendorong internasionalisasi dan meningkatkan mobilitas akademik di lanskap Pendidikan tinggi kami.”

     

    Mewakili rekan-rekan penerima beasiswa lainnya, Noer Risky Ramadhani mengungkapkan antusiasmenya menjelang studinya di Eropa, “Kami akan segera memulai pengalaman sekali seumur hidup lintas negara, budaya, dan disiplin ilmu. Seiring kami melangkah ke lingkungan akademik dan budaya yang baru, mari kita bawa identitas kita sebagai mahasiswa Indonesia dengan penuh kebanggaan. Mari kita bawa kehangatan, rasa hormat, dan semangat Indonesia ke setiap ruang kelas dan dalam setiap percakapan. Kami berkomitmen tidak hanya mencapai keunggulan akademik tetapi juga bertekad untuk membangun jembatan antarbudaya, mempromosikan pemahaman kolektif, dan kembali sebagai agen perubahan untuk komunitas dan negara kita.”

    Acara Pra-Keberangkatan Penerima Beasiswa Erasmus+ tahun ini mempertemukan para penerima beasiswa Erasmus+, alumni Erasmus, serta perwakilan Uni Eropa dan Negara Anggota Uni Eropa. Pada acara tersebut, Erasmus Mundus Student and Alumni Association (EMA) Indonesia (Asosiasi Mahasiswa dan Alumni Erasmus Mundus Indonesia), organisasi resmi alumni Erasmus+ di Indonesia, memberikan sesi pengenalan tentang EMA Indonesia. Termasuk, berbagi pengalaman kepada para penerima beasiswa baru agar lebih siap ketika memulai program studi Erasmus+. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Uni Eropa)

  • Panorama Haute Couture Asia Tenggara dari AFDS, Imajinasi Mendalam dan Tak Takut Definisikan Ulang Tradisi

    Panorama Haute Couture Asia Tenggara dari AFDS, Imajinasi Mendalam dan Tak Takut Definisikan Ulang Tradisi

    ASEAN Fashion Designers Showcase (AFDS) yang terdiri dari para desainer negara-negara Asia Tenggara menampilkan karya busananya di festival mode dan gaya hidup, JF3 2025 di Summarecon Mall Kelapa Gading pada 26 Juli 2025.

    Masuki dunia di mana warisan kuno, kebanggaan nasional, dan fantasi puitis bersatu. Storyboard mode tinggi ini menjelajahi keanggunan tenang sutra Laos, simbolisme ikonik gajah Thailand, dan pesona magis dongeng hutan Vietnam. Setiap cerita terungkap seperti bab dari epik modern—unik, namun terjalin harmonis dalam perayaan bersama akan identitas, keanggunan, dan pembaruan.

     

    The Whisper of Silk (Laos) – Bandid Lasavong

    Cerita ini dimulai dengan keheningan—keheningan yang anggun dan sarat dengan warisan. Model-model melintas di atas catwalk dengan siluet yang terinspirasi dari keanggunan ‘old money’, dijahit dari sutra Laos yang dianyam tangan.

    Palet warnanya sederhana: ivory, champagne, antique gold, and soft jade. Detail-detailnya merupakan contoh sempurna dari keahlian tangan—motif klasik yang dihidupkan kembali dengan bordir benang emas, aksen mutiara yang halus, dan potongan yang terstruktur, mencerminkan keanggunan vintage. Ini adalah “kemewahan yang tenang” dalam bentuk terbaiknya — percaya diri, tenang, dan sarat budaya. Setiap tampilan berbisik tentang warisan kaya seni Laos, diinterpretasikan ulang untuk bangsawan abadi masa kini.

    The Pulse of Pride (Thailand) – Pitnapat Yotinratanachai

    Kecepatan meningkat. Dari ketenangan muncul kekuatan. Identitas Thailand meledak melalui motif gajah yang berani dan tak terbantahkan, diinterpretasikan bukan sekadar cetakan, melainkan sebagai bentuk patung dan narasi visual. Embossing bergaya gajah pada kulit, bentuk gading abstrak pada aksesori logam, dan jubah yang mengalir meniru gerakan makhluk megah ini mendominasi koleksi. Warna berubah menjadi royal sapphire, onyx, and sunlit bronze yang diterangi matahari.

    Potongan busana berani, dengan sudut tajam dan lipatan tak terduga yang mengingatkan pada arsitektur Thailand kuno dan teknik avant-garde modern. Hasilnya kuat dan tak terlupakan—penghormatan yang berani terhadap semangat Thailand, diabadikan dalam bahasa desain yang tak akan dilupakan dunia.

    The Dream Enchanted (Vietnam) – Nicky Vu

    Senja mulai turun dan dunia berubah menjadi magis. Terinspirasi ‘A Midsummer Night’s Dream’, bab Vietnam adalah mimpi yang ethereal, fantasi Shakespearean bertemu dengan keanggunan feminin Vietnam. Brokat, tulle, dan hiasan halus mekar seperti bunga liar. Siluet mengalir seperti cahaya bulan dan beberapa melekat pada bentuk, yang lain melayang dalam awan kain transparan yang membentang. Tweed dan denim menambahkan tekstur dan kejutan, menanamkan keajaiban dalam kenyataan. Warna pistachio, kuning mentega, dan putih porselen berkilau di samping nuansa gelap biru senja dan obsidian. Ini adalah perpaduan antara lembut dan kuat, romantis dan bijaksana—sebuah dongeng dengan sentuhan kejam.

    Finale: A Unified Tapestry

    Adegan akhir menyatukan ketiga cerita menjadi satu klimaks visual yang megah. Siluet megah Laos, drama simbolis Thailand, dan keajaiban magis Vietnam berjalan berdampingan, bukan sebagai kontras, tetapi sebagai pelengkap. Bersama-sama, mereka membentuk panorama haute couture Asia Tenggara: mendalam, tak terbatas imajinasinya, dan tak takut untuk mendefinisikan ulang apa yang dimaksud dengan tradisi di era modern. (Red. Elmediora | Foto: Dok. JF3)

  • Bertema ‘Re:nature’ 3 Desainer APPMI Bertalenta dengan Suguhan Aneka Busana untuk Berbagai Kesempatan

    Bertema ‘Re:nature’ 3 Desainer APPMI Bertalenta dengan Suguhan Aneka Busana untuk Berbagai Kesempatan

    Ajang JF3 Fashion Festival 2025 yang sudah memasuki dekade ketiga setelah dibuka di hari berikutnya menghadirkan APPMI dengan tiga perancang busana, yaitu Harry Hasibuan, Khayae, dan Yuni Pohan.

    Desainer Harry Hasibuan melalui labelnya Haze Be Wear mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk ‘Falling for the Bloom’ dalam ajang JF3 Fashion Festival 2025. Koleksi ini merupakan perayaan keindahan bunga-bunga yang bermekaran, diterjemahkan ke dalam desain busana yang memadukan keanggunan klasik dengan sentuhan segar nan feminin.

     

    Menampilkan 20 koleksi busana yang didominasi oleh potongan loose dan siluet mengalir, menjadikannya pilihan sempurna untuk berbagai momen, khususnya acara pesta atau perayaan. Koleksi ini juga dirancang inklusif, dapat dikenakan berbagai rentang usia—baik muda maupun dewasa—tanpa mengesampingkan sisi gaya dan kenyamanan. Koleksi ini terdiri dari dress, setelan blouse & rok, serta blouse & celana yang menonjolkan kesan elegan dan effortless. Material yang digunakan pun memperkuat nuansa feminin dan glamor, seperti lace, tulle, organza, beludru, hingga aksen budaya melalui penggunaan kain songket dan tenun tradisional Indonesia.

    Sementara, Desainer Khayae menampilkan koleksi busana bertema ‘Tropical Sanctuary’ yang terinspirasi hari hutan hujan tropis dengan nuansa palet warna moca, muse, hitam, putih, tanah liat dan bebatuan. Dengan material organik, tenun bulu dan motif dedaunan dan akar-akaran eksotis mengeksplorasi hubungan antara manusia, lingkungan, dan identitas melalui interpretasi artistik terhadap berbagai habitat dari rimba tropis. Setiap segmen menampilkan bagaimana pakaian bisa menjadi ‘rumah’ bagi ekspresi diri, budaya, dan alam yang membentuk kita.

    Segmen yang diangkat menyoroti hutan sebagai habitat alami dan spiritual tempat budaya leluhur tumbuh dan berakar. Hutan bukan hanya ruang ekologis, tetapi juga ruang sakral, tempat upacara adat, sumber daya alam, dan mitologi. Koleksi kali ini menggambarkan simbiosis antara manusia, alam, dan budaya melalui siluet yang menyerupai batang pohon, akar, lumut, dan dedaunan.

    Desainer ketiga, Yuni Pohan menghadirkan wastra Batak bernuansa peach yang terdiri dari celana palazzo, bustier struktural, dan outer panjang dengan lengan balon. Detail bordir etnik dan bros emas pada bustier memberikan kesan glamor, sekaligus menonjolkan warisan budaya. Terinspirasi dari budaya batak yang dikenal energik, konsisten, dan kuat dengan tema Markobas—siap berkegiatan—Yuni menampilkan 20 karyanya dengan membawa wastra beragam, seperti tumtuman, sibolangan, maringin, dan lainnya, dikemas dalam berbagai busana yang lebih modern bergaya chic elegan.

    Nuansa warnanya bermain di rona nude dan navy yang tetap disukai dari zaman ke zaman, memanfaatkan kain ulos, kombinasi beludru, linen, tapeta, organza, dan shifon. (Red. Elmediora | Foto: Dok. JF3)

  • Perlindungan Ganda, Sensodyne Gigi Berlubang & Sensitif Diluncurkan, Sekaligus Prilly Latuconsina sebagai Brand Ambassador

    Perlindungan Ganda, Sensodyne Gigi Berlubang & Sensitif Diluncurkan, Sekaligus Prilly Latuconsina sebagai Brand Ambassador

    Menjawab berbagai permasalahan seputar gigi di Tanah Air, Haleon dengan bangga meluncurkan Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif. Sebuah varian pasta gigi Sensodyne terbaru yang menawarkan perlindungan ganda dan dirancang untuk melindungi dari gigi berlubang. Sekaligus mengatasi gigi sensitif, inovasi ini hadir sebagai solusi atas dilema yang kerap dihadapi konsumen: keharusan dalam memilih antara meredakan ngilu atau mencegah gigi berlubang.

    Gigi sensitif dan gigi berlubang adalah dua masalah kesehatan gigi yang paling sering dihadapi oleh masyarakat di Indonesia. Dr. drg. Eko Fibryanto, Sp.KG, Subsp.KE(K), Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jakarta Barat, menjelaskan, “Bahkan parahnya keduanya bisa terjadi secara bersamaan. Kita menemukan data bahwa 67.6% individu yang mengalami gigi berlubang juga mengalami permasalahan gigi sensitif. Oleh karena itu, penting sekali untuk melindungi gigi baik dari kondisi berlubang dan juga sensitif.”

    Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif dapat memberikan 24 Jam Perlindungan Aktif Cegah Gigi Berlubang dan Sensitif. Produk ini  hadir dengan kandungan Optimized Fluoride yang dapat memberikan 12 kali perlindungan lebih kuat untuk cegah gigi berlubang. Selain dapat mencegah gigi berlubang, produk ini juga dilengkapi dengan Potassium Nitrate yang dapat melindungi gigi sensitif sejak pertama kali penyikatan. Selain itu, produk terbaru Sensodyne ini hadir dalam bentuk blue gel format, sehingga memberikan sensasi nafas segar seharian.

    Dhanica Mae Dumo-Tiu, General Manager Haleon Indonesia, menyampaikan, “Produk ini hadir sebagai jawaban bagi mereka yang selama ini merasa harus memilih antara mencegah gigi berlubang atau mengatasi gigi sensitif. Kini, keduanya bisa dirawat sekaligus—tanpa kompromi. Ini adalah bagian dari misi kami untuk menjadikan perawatan kesehatan sehari-hari lebih mudah diakses, lebih personal, dan lebih bermakna.”

    Sebagai bagian dari peluncuran ini, Sensodyne juga mengumumkan Prilly Latuconsina sebagai brand ambassador terbaru untuk Sensodyne. Dikenal dengan kepribadiannya yang ceria serta gaya hidupnya yang serba aktif sebagai aktris, entrepreneur, dan content creator. Prilly merepresentasikan semangat masyarakat modern Indonesia yang terus berupaya menjaga kepercayaan diri dan kesehatan di tengah rutinitas yang padat. Ia juga membagikan kisah pribadinya dalam merawat kesehatan gigi dan bagaimana Sensodyne telah menjadi bagian dari ritual self-care hariannya.

    Saat peluncuran produk di The Westin, Jakarta, Prilly berkata, “Dulu aku bingung karena punya masalah gigi berlubang, sekaligus gigi sensitif, dan tidak tahu harus fokus ke yang mana. Setelah pakai Sensodyne, aku jadi yakin produknya kasih perlindungan optimal, supaya gigi aku tidak berlubang dan sekaligus redakan gigi sensitif. Selain itu, aku suka sama pasta gigi yang kasih nafas segar dan pas Sensodyne produk ini tidak pakai detergent, awalnya aku skeptis. Ternyata, bener-bener segar seharian! Ini jadi best found product aku di 2025. Ini membantu sekali, apalagi ak jadwalnya lumayan padat dan sering berpindah-pindah aktivitas,” ujar Prilly saat peluncuran produk di The Westin, Jakarta. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Sensodyne)

  • Kiprah Rejuvenasi Mal SCP Karya Sang Arsitek Budi Pradono Setelah 25 Tahun Eksis

    Kiprah Rejuvenasi Mal SCP Karya Sang Arsitek Budi Pradono Setelah 25 Tahun Eksis

    Borneo, pulau terbesar ketiga dunia dan tenar sebagai lansekap tanah seribu sungai memberi inspirasi arsitek Budi Pradono berkreasi dalam meremajakan Samarinda Central Plaza (SCP) di Samarinda.  “Dorongan peremajaan alias rejuvenasi tentunya memanfaatan potensi lokasi sungai Mahakam sebagai vocal point, yakni langkah awal yang memperkuat brand-identity mal’, kata sang arsitek tersebut.

    Pada 23 Juli 2025 di mal SCP berbarengan dengan ground  breaking rejuvenasi, Budi menyampaikan strateginya dengan metode Forensik Arsitektur. Yakni, penelitian mendalam terhadap keunggulan lokasi, pemrograman ulang tenant, dan komposisi ruang untuk meningkatkan pengalaman-pengalaman khusus pengunjung.

    Didampingi perwakilan mal, Helen Rusianto dari PT. Samarinda Central Plaza dan walikota Samarinda, Dr. H Andi Harun di event ground breaking tersebut. Budi menyatakan bahwa sebuah konstruksi bangunan yang menjadi pusat pertemuan warga, selayaknya memiliki ‘locus’ khusus dengan pemberian ‘magnet’ bagi publik dengan pendekatan holistik.

    “Kami mengusulkan pengembangan area rooftop sebagai destinasi kafe dan restoran anyar dengan views elok sungai Mahakam sekaligus fasad mal—paras muka utama, yang dirancang menyerupai ombak, menggunakan kisi-kisi kayu yang dinamis untuk mencerminkan karakter sungai. Dengan tanaman hijau di sela-sela fasad untuk menonjolkan konsep green architecture,” kata Budi menambahkan. Melemahnya geliat ekonomi global yang berdampak lokal dengan daya beli masyarakat kalangan tertentu menurun dan trend keengganan pengunjung berkunjung usai Covid -19, yang menantang Budi mencari solusi.

    Forensik Asitektur dan Pendekatan Holistik

    Forensik arsitektur yang meliputi forensik struktur, yakni analisa sistem struktur dengan mengindentitikasi penguatan struktur yang lemah, peningkatan teknologi pendingin ruang dan pencahayaan selain solusi ramah lingkungan untuk mendukung efisiensi energi dan kenyamanan pengunjung. Sementara pendekatan holistik diharapkan sebuah kiat integrasi desain anyar menyeluruh yang diterapkan dengan merespon kelesuan pengunjung mal yang tak hanya terjadi di Samarinda, tapi juga diseluruh Tanah Air.

    “Dengan menghadirkan kafe-kafe anyar yang inovatif, meningkatkan fasilitas-fasilitas khusus sampai menerapkan teknologi ramah lingkungan dan tak lupa memperkokoh struktur bangunan. Dengan demikian mal SCP diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan” ujar Budi tentang pedekatan yang disebut holistik dengan optimis. Arsitek ini menambahkan, tentunya menambahkan tetumbuhan seperti pohon-pohon akses avenue spesial yang memberi naungan dan kenyamanan bagi pejalan kaki serta setidaknya meredusir cuaca panas kota Samarinda.

    Reitalisasi Setelah 25 Tahun Eksis

    Firma Budi Pradono Architect (BPA) yang berbasis di Jakarta dan memiliki jejaring global,  menyampaikan bahwa mal SCP sangat memerlukan revitalisasi setelah dua puluh lima tahun eksis. “Selayaknya persepsi mal bagi publik tak hanya menyediakan hiburan, rumah makan, dan belanja. Namun benar-benar menjadi destinasi dinamis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Samarinda” terang Budi Pradono.

    BPA yang besandar sepenuhnya pada riset dan tinjauan urbanis meyakini bahwa kafe-kafe eksterior menjadi daya tarik utama mal di era paska pandemi. BPA menyarankan membangun promenade di sekeliling mal dengan kafe-kafe atraktif yang memakai material batu bata menciptakan atmosfir rumahan.

    Firma arsitek ini juga memberi penekanan khusus sistem pendingin ruangan serta pencahayaan yang bisa disesuaikan secara optimal serta ramah energi serta ramah lingkungan. Selain itu, juga menyediakan beragam fasilitas yang mencerminkan higienitas dan kultur bersih. Hal itu memberi point lebih bagi pengunjung sebagai upaya mengalami atmosfir membeda saat berbelanja. Pengalaman visual dan suara pada pengunjung mal bisa dieksperimentasi dengan langit-langit kinetik yang bergerak di waktu tertentu, serta ambience diperkuat dengan alunan musik yang memberi pengalaman unik. (Red. Elmediora | Foto: Dok. BPA Studio)

  • Rayakan HUT ke-66, Bakmi GM X MIIWA Pattern Hadirkan ‘Double Happiness’ Bersama Anak Penyandang CdLS

    Rayakan HUT ke-66, Bakmi GM X MIIWA Pattern Hadirkan ‘Double Happiness’ Bersama Anak Penyandang CdLS

    Bakmi GM berkolaborasi dengan desainer Mira Hoeng, Founder dan CEO MIWA Pattern, meluncurkan motif unik mengedepankan semangat berbagi kebahagiaan, di tengah rangkaian kegiatan perayaan HUT Bakmi GM ke-66. Motif yang bertajuk “Double Happiness” ini dibuat berdasarkan menu andalan Bakmi GM seperti Pangsit Goreng, Bakmi Special GM, dan banyak menu lainnya.

    Tingkat kebahagiaan di Indonesia saat ini menduduki peringkat 83 dari total 147 negara yang menjadi bagian dari Laporan World Happiness 2025. Laporan ini diluncurkan Wellbeing Research Centre di Universitas Oxford bekerjasama dengan Gallup, dan jaringan UN Sustainable Development Solutions1. Peringkat kebahagiaan Indonesia ini turun tiga peringkat dari tahun sebelumnya. Sedangkan negara tetangga Indonesia, seperti Singapura ada di peringkat 34, Thailand di peringkat 49, dan Malaysia di peringkat 64.

    Tammy Tanumihardja, Business Development Director Bakmi GM, mengatakan, “Setelah lebih dari 6 dekade melayani masyarakat Indonesia, kami senantiasa terus berkomitmen untuk menghadirkan kelezatan menu yang bisa menyatukan keluarga dan membawa kebahagiaan bagi mereka.  Semangat berbagi kebahagiaan inilah yang kami kedepankan melalui kolaborasi unik dengan desainer Mira Hoeng. Besar harapan kami motif dari lini busana MIWA Pattern ini bisa mewakili aspirasi kami untuk membawa kebahagiaan bagi konsumen kami.”

    Sementara, Desainer Mira Hoeng, Founder dan CEO MIWA Pattern, melihat kolaborasi ini sebagai upaya menyampaikan kebahagiaan melalui kebaikan spiritual. “Saya melihat Bakmi GM memiliki kesamaan visi khususnya dalam hal menebar kebahagiaan. Karena itu, saya berniat untuk memancarkan kebahagiaan yang dirasakan pelanggan Bakmi GM saat menyantap menu favoritnya melalui motif yang saya rancang ini. Tentunya dengan harapan pancaran kebahagiaan melalui produk tekstil seperti gaun, tas dan, aksesoris juga bisa diterima masyarakat luas,” kata Mira.

    Seiring dengan rekam jejaknya sebagai pegiat sosial, Mira juga mengikutsertakan Yayasan CdLS Indonesia sebagai upaya menebar kebahagiaan lebih jauh dalam kolaborasi ini. Yayasan CdLS lIndonesia bertujuan untuk membantu penyintas Cornelia de Lange Sindrom (CdLS) agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya dengan dukungan keluarga dan komunitas. Cornelia de Lange Sindrom merupakan suatu kondisi genetik langka yang mempengaruhi perkembangan anak seperti motorik, tulang, dan sendi hingga kognitif. Namun, tantangan utamanya adalah kemiripannya dengan autisme.

    Dian Kurniati, Direktur Yayasan CdLS Indonesia, mengatakan “Penyintas CdLS membutuhkan perawatan medis yang intensif untuk mengatasi berbagai komplikasi kesehatan yang dideritanya. Inilah yang membedakan CdLS dengan autisme. Kami percaya bahwa kualiats hidup penyintas CdLS bisa ditingkatkan melalui dukungan penuh dari keluarga mereka sehingga mereka bisa tumbuh kembang  secara optimal.”

    Nantinya sebagian hasil penjualan merchandise dari motif karya desainer Mira Hoeng yang terinspirasi dari menu favorit Bakmi GM akan didedikasikan untuk mendukung layanan bagi anak-anak penyandang CdLS. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Bakmi GM)

  • Lebih dari 60 Merek Otomotif Global Hadir di Ajang GIIAS 2025 Tampilkan Inovasi Teknologi Kendaraan Bermotor Terkini

    Lebih dari 60 Merek Otomotif Global Hadir di Ajang GIIAS 2025 Tampilkan Inovasi Teknologi Kendaraan Bermotor Terkini

    Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, resmi dibuka untuk umum pada 24 Juli – 3 Agustus 2025 di ICE, BSD City, untuk kedua kalinya menghadirkan Exclusive Media Day, yaitu hari khusus yang didedikasikan untuk peliputan jurnalis dan peluncuran kendaraan terbaru oleh para peserta.

    Lebih dari 60 merek otomotif global hadir, terdiri dari kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sepeda motor dan karoseri serta didukung oleh lebih dari 120 merek dari industri pendukung. Secara resmi memperkenalkan model-model dan teknologi terbaru mereka di hadapan ribuan jurnalis nasional dan internasional yang telah terdaftar.

    “Pada Exclusive Media Day ini, hari khusus yang didedikasikan untuk media, rekan-rekan semua akan menjadi yang pertama menyaksikan dan mendapatkan informasi mengenai inovasi teknologi kendaraan bermotor terkini yang hadir di GIIAS 2025. Kami percaya, inisiatif ini akan memberikan eksposur yang maksimal terhadap penyelenggaraan GIIAS 2025, memberikan hasil positif bagi para peserta GIIAS 2025 dan industri otomotif Indonesia,” ujar Yohannes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO.

    Exclusive Media Day GIIAS 2025 menjadi panggung bagi lebih dari 40 kendaraan baru yang diperkenalkan secara perdana, mulai dari World Premiere, Asian Premiere, hingga Indonesian Premiere. Tak hanya itu, beberapa peserta juga akan menghadirkan kendaraan konsep mereka, yang menampilkan masa depan dan arah pengembangan teknologi otomotif global.

    Mulai Kamis, 24 Juli 2025, GIIAS 2025 akan resmi dibuka untuk umum. Selama 11 hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menyaksikan dan mencoba berbagai kendaraan dengan model dan teknologi terkini dari merek-merek otomotif ternama dunia.

    Setelah pameran di BSD Tangerang, GIIAS The Series akan dilanjutkan ke sejumlah kota. Rangkaian kedua akan dimulai dengan GIIAS Surabaya, yang akan diselenggarakan pada 27-31 Agustus 2025 di Grand City Convex, Surabaya. Selanjutnya, GIIAS Semarang akan berlangsung pada 24-28 September 2025 di Muladi Dome, Semarang, dan GIIAS Bandung akan dilaksanakan pada 1-5 Oktober 2025 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Seri Pameran ini akan ditutup dengan GIIAS Makassar pada 5-9 November 2025 di Sumarecon Mutiara Makassar, yang kembali hadir setelah terakhir kali diselenggarakan pada 2019. (Red. Elmediora | Foto: Dok. GIIAS)