Author: elmediora

  • SHA BLACK, Eksplorasi Artistik Hitam sebagai Palet Utama Menantang Batas Desain

    SHA BLACK, Eksplorasi Artistik Hitam sebagai Palet Utama Menantang Batas Desain

    Sebagai brand yang berfokus pada garis desain yang modern dan eksperimental, SHA BLACK merepresentasikan keberanian untuk tampil berbeda. Melalui koleksi terbarunya yang ditampilkan di panggung Jakarta Fashion & Food Festival (JF3), SHA BLACK pada 1 Agustus 2025 mengangkat hitam sebagai palet utama—bukan sebagai latar, tapi sebagai pernyataan.

    SHA BLACK adalah label fashion kontemporer yang berdiri di bawah payung SHA House. Didirikan oleh perancang busana Indonesia, Oscar Lawalata (Asha Smara Darra), SHA BLACK hadir sebagai eksplorasi artistik atas warna hitam. Menghadirkan desain yang berani, tajam, dan minimalis, namun tetap menonjolkan identitas kuat si pemakainya.

    Koleksi ini menggabungkan material seperti wool, silk, dan cotton, yang dipilih untuk memberikan kesan struktur, sekaligus flow pada busana. Cutting yang digunakan didominasi gaya kontemporer, dengan permainan siluet tajam, bentuk geometris, dan proporsi eksperimental. Motif dan tekstur yang dihadirkan pun abstrak dan subtil sebagai pendekatan artistik.

    Dengan pendekatan desain yang thoughtful dan tegas, SHA BLACK mengusung semangat ekspresi diri dan kebebasan bereksperimen. Warna hitam yang selama ini diasosiasikan dengan kesederhanaan atau latar belakang, justru diangkat menjadi pusat narasi. Setiap potongannya merupakan representasi dari keberanian untuk tampil berbeda tanpa harus ribut, tanpa harus banyak warna.

    SHA BLACK juga membawa nilai keberlanjutan dalam pendekatannya, menggunakan material berkualitas tinggi yang didesain untuk daya pakai jangka panjang. Dengan fokus pada produksi terbatas yang lebih bertanggung jawab secara lingkungan. Sebanyak 34 look akan ditampilkan dalam peragaan busana di JF3. Seluruh koleksi akan tersedia untuk pembelian secara daring melalui situs resmi shahouse.com dan juga secara langsung di Sha House Gallery. (Red. Elmediora | Foto: Dok. JF3 Fashion Festival)

  • Kuatkan Posisi di Segmen Kendaraan Niaga maupun Listrik DFSK dan SERES Raih SPK 565 Unit

    Kuatkan Posisi di Segmen Kendaraan Niaga maupun Listrik DFSK dan SERES Raih SPK 565 Unit

    Distributor resmi DFSK dan SERES di Indonesia, PT Sokonindo Automobile mengumumkan perolehan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 565-unit selama gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Keikutsertaan merek asal Tiongkok ini berlangsung selama pameran yang digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

    Di segmen kendaraan niaga, DFSK Super Cab yang dikenal karena ketangguhan dan efisiensinya berhasil membukukan 110-unit SPK. Sementara itu, kendaraan niaga listrik DFSK Gelora E terus menunjukkan daya tariknya di kalangan pelaku usaha. Tipe Blind Van mencatatkan 150 unit SPK, sedangkan tipe Mini Bus membukukan 80 unit SPK. Hasil ini menandakan pergeseran pasar ke arah solusi operasional yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.

    “Kami bangga dan berterima kasih atas sambutan luar biasa yang kami terima di GIIAS 2025. Angka penjualan ini adalah bukti kepercayaan konsumen terhadap kendaraan kami. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan solusi listrik yang andal, dan terus melanjutkan misi kami dalam berinovasi dan mengangkat lanskap otomotif Indonesia,” ujar Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile (04-08-2025).

    Untuk kendaraan penumpang, merek SERES yang fokus pada mobilitas listrik modern dan terjangkau, juga berhasil menarik minat konsumen, khususnya pembeli individu dan keluarga muda. Mobil listrik kompak SERES E1 meraih 105 unit SPK, mencerminkan daya tarik kendaraan urban yang stylish dan efisien. Di sisi lain, SUV listrik elegan, SERES 3, membukukan 120 unit SPK, memperkuat tren meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik premium berkualitas. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Sokonindo Automobile)

  • Susan Budihardjo Fashion Forward Institute Suguhkan Tema Controversy Penuh Eksplorasi Kreatif di JF3 2025

    Susan Budihardjo Fashion Forward Institute Suguhkan Tema Controversy Penuh Eksplorasi Kreatif di JF3 2025

    Susan Budihardjo Fashion Forward Institute kembali hadir di panggung mode bergengsi Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) 2025 dengan sebuah pergelaran busana yang penuh eksplorasi kreatif. Mengusung tema “Controversy”, fashion show ini digelar pada 2 Agustus 2025 di Summarecon Mall Serpong menunjukkan komitmennya dalam melahirkan talenta-talenta baru dunia mode.

    Koleksi “Controversy” menampilkan 94 look hasil karya 27 siswa dan siswi dari Susan Budihardjo Fashion Forward Institute. Lewat eksplorasi tema yang berani dan tajam, koleksi ini memadukan elemen-elemen yang kontras maskulin dan feminin, lembut dan keras, tradisional dan modern. Untuk menciptakan harmoni baru dalam sebuah karya busana yang berani, namun tetap dalam estetis.

    “Tema “Controversy” kami angkat sebagai refleksi dari keberanian para desainer muda dalam mengolah perbedaan menjadi kekuatan desain. Ini adalah mereka untuk bicara melalui karya,” ujar perwakilan dari Susan Budihardjo Fashion Forward Institute.

    Sebagai penutup acara, akan ditampilkan sebuah koleksi kolaboratif yang mengusung teknik digital printing bertema grafiti, sebuah bentuk ekspresi urban yang modern dan penuh warna. Koleksi penutup ini menghadirkan 32 look yang menyatukan karakter, teknik, dan semangat eksploratif para desainer dalam sebuah pernyataan kolektif yang kuat.

    Fashion show ini menjadi bukti komitmen Susan Budihardjo Fashion Forward Institute dalam mencetak desainer muda berbakat yang mampu berinovasi, berpikir kritis, dan menghadirkan karya yang relevan dengan zaman. (Red. Elmediora | Foto: Dok. JF3 Fashion Festival 2025)

  • Rayakan Hari Nasional Swiss Tegaskan Kemitraan Jangka Panjang bersama Indonesia

    Rayakan Hari Nasional Swiss Tegaskan Kemitraan Jangka Panjang bersama Indonesia

    Kedutaan Besar Swiss di Indonesia merayakan Hari Nasional Swiss 2025  dengan sebuah perayaan meriah di Jakarta, ini menjadi penghormatan atas persahabatan maupun kerja sama yang telah terjalin erat antara Swiss dan Indonesia. Diselenggarakan di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, acara ini dihadiri lebih dari 800 tamu undangan, termasuk pejabat tinggi pemerintahan, tokoh dunia usaha, diplomat, komunitas Swiss, serta para sahabat Swiss.

    Tamu Kehormatan dalam perayaan ini adalah Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang dalam sambutannya menekankan eratnya hubungan serta visi bersama kedua negara.

    “Kami bangga atas kehadiran dan kontribusi Swiss yang menyeluruh di Indonesia—berlandaskan nilai-nilai bersama dan komitmen terhadap kemitraan jangka panjang. Mulai dari pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan, pemajuan hak asasi manusia, pengurangan risiko bencana, hingga penguatan bisnis yang bertanggung jawab dan inovatif—seluruh upaya ini mencerminkan semangat saling menghormati dan keinginan untuk bersama-sama membangun masyarakat yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, dalam pidatonya menyoroti keterlibatan Swiss yang luas dan terus berkembang di Indonesia (01-08-2025).

    Acara ini turut dimeriahkan penampilan istimewa Jane Callista, talenta muda Indonesia yang memukau para tamu dengan medley ceria lagu yodel khas Swiss. Penampilan yang unik ini menjadi simbol nyata dari persahabatan lintas budaya yang kian erat antara kedua bangsa. Para tamu juga menikmati sajian kuliner khas Swiss seperti keju raclette hangat yang meleleh, kue Carac yang populer di wilayah Swiss berbahasa Prancis, serta berbagai hidangan tradisional lainnya yang memperkenalkan kekayaan gastronomi Swiss.

    Kesuksesan malam perayaan ini tak lepas dari dukungan 27 perusahaan dan institusi asal Swiss maupun Indonesia, yang mencerminkan eratnya hubungan ekonomi dan budaya kedua negara. Hari Nasional Swiss yang jatuh setiap tanggal 1 Agustus diperingati untuk mengenang berdirinya Konfederasi Swiss pada tahun 1291. Di Indonesia, momen ini menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan historis kedua negara serta menegaskan kembali komitmen Swiss terhadap kolaborasi, inovasi, dan penghormatan bersama. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Kedutaan Swiss)

     

  • Terus Berinovasi, Combiphar Luncurkan OB Combi Anak Batuk Pilek Bantu Ibu Beri Penanganan Tepat, Sesuai Gejala Anak

    Terus Berinovasi, Combiphar Luncurkan OB Combi Anak Batuk Pilek Bantu Ibu Beri Penanganan Tepat, Sesuai Gejala Anak

    Combiphar telah menjadi bagian dari keluarga Indonesia dengan menghadirkan solusi kesehatan yang tepercaya selama hampir 55 tahun. Salah satu brand unggulannya, OBH Combi, telah dikenal luas sebagai obat batuk dalam kemasan botol nomor satu di Indonesia. Berbekal pengalaman panjang dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan kesehatan anak, Combiphar kini menghadirkan inovasi terbarunya: OB Combi Anak Batuk Pilek dengan rasa stroberi yang diformulasikan khusus untuk efektif redakan gejala batuk pilek tanpa demam pada anak.

    Batuk pilek merupakan kondisi yang sering dialami anak-anak di usia sekolah. Berdasarkan riset Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang mencakup batuk pilek (berdasarkan diagnosa dan gejala) pada anak di rentang usia 5-14 tahun mencapai 28,6%.

    Sementara data National Library of Medicine menyebut anak dapat mengalami batuk pilek sebanyak 6 hingga 10 kali dalam setahun, dengan durasi rata-rata 1–2 minggu per episode. Artinya, seorang anak berisiko mengalami hingga 100 hari batuk pilek dalam satu tahun. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kualitas kesehatan anak, tetapi juga dapat mengganggu tidur, nafsu makan anak, hingga aktivitas sekolah.

    “Sebagai brand yang telah menemani keluarga Indonesia dari generasi ke generasi selama lebih dari lima dekade, OBH Combi dikenal atas keahliannya dalam menangani berbagai jenis kondisi batuk. Kepercayaan ini menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan,” ujar Direktur Combiphar Weitarsa Hendarto.

    Ditambahkan Sandi Wijaya, GM Marketing Consumer Healthcare Combiphar, “Kehadiran OB Combi Anak Batuk Pilek melengkapi rangkaian produk OBH Combi Anak, setelah sebelumnya hadir varian Batuk Flu yang ditujukan untuk meredakan gejala batuk, flu dan demam. Sebagai jawaban bagi para ibu yang membutuhkan solusi khusus untuk batuk pilek tanpa demam, yang sering dialami anak-anak. Diformulasikan dengan kombinasi Pseudoephedrine HCI, Dextromethorphan HBr, dan Chlorphenamine Maleate, produk ini efektif membantu meredakan batuk kering, hidung tersumbat, dan bersin. Dengan rasa stroberi, yang membuat pengalaman minum obat bebas drama, dan harga terjangkau, kami berharap produk ini dapat mendampingi ibu memberikan penanganan tepat sejak awal, agar si kecil cepat pulih dan kembali aktif. Kalahkan Bapil, Si Kecil Aktif Lagi.”

    Pentingnya orang tua untuk peka dan segera mengatasi batuk pilek pada anak, disampaikan dr. Kanya Ayu Paramastri Sp.A, Dokter Spesialis Anak. “Batuk pilek yang tidak disertai demam memang terlihat ringan, tapi jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, bisa mengganggu aktivitas anak, seperti tidur, makan, bahkan kehadiran di sekolah. Tentunya ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, batuk pilek yang tidak tertangani juga bisa berkembang ke penyakit pernapasan lainnya.” (Red. Elmediora.com | Foto: Dok. Combiphar)

     

  • IndoBeauty Expo 2025 Pertemukan Lebih dari 120 Perusahaan Jadi Barometer Industri Kosmetik Indonesia

    IndoBeauty Expo 2025 Pertemukan Lebih dari 120 Perusahaan Jadi Barometer Industri Kosmetik Indonesia

    Pertumbuhan industri kecantikan dan perawatan diri di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi pasar dari Statista, industri kosmetik nasional diperkirakan akan mencapai nilai USD 9,7 miliar pada tahun 2025. Dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 4,33% hingga tahun 2030.

    Sejalan dengan dinamika tersebut, Krista Exhibitions akan menyelenggarakan IndoBeauty Expo 2025, sebuah pameran internasional yang secara konsisten menjadi barometer pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-15, pameran ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 7–9 Agustus 2025 di Hall C1 dan C2, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. IndoBeauty Expo 2025 akan menjadi panggung internasional yang mempertemukan lebih dari 120 perusahaan dari dalam dan luar negeri yang bergerak di industri kosmetik, perawatan diri, dan inovasi kecantikan.

    Dalam sambutannya, Daud D Salim, CEO Krista Exhibitions, menyampaikan bahwa IndoBeauty Expo terus mendapat kepercayaan sebagai platform utama dalam memperkenalkan berbagai inovasi produk, teknologi mutakhir, dan layanan terbaru dari pelaku industri kecantikan global.

    “Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan juga menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari produsen, supplier, eksportir, importir, hingga pemilik merek dalam satu ekosistem bisnis yang dinamis dan kolaboratif. IndoBeauty Expo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri secara menyeluruh, membuka peluang kemitraan baru, serta memperluas akses pasar baik secara regional maupun internasional” ungkap Daud.

    Solihin Sofian selaku Ketua Umum Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia), menyoroti bahwa industri kecantikan di Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan signifikan, termasuk perubahan cepat tren konsumen, kewajiban akan halal di tahun 2026 dan kebutuhan untuk berinovasi, agar bisa bersaing di pasar global dan menempatkan kosmetika Indonesia sebagai icon kosmetik halal dunia. Industri kecantikan di Tanah Air menghadapi berbagai tantangan mulai dari dinamika tren konsumen, persaingan pasar yang semakin ketat, hingga kebutuhan inovasi produk yang cepat dan berkelanjutan.

    Dia menambahkan, “Kami dari PPAK melihat bahwa pameran IndoBeauty Expo menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Pameran ini bukan hanya sebagai ajang showcase produk, tetapi juga ruang kolaborasi yang menghubungkan para pelaku usaha dari berbagai segmen industri kecantikan, pertumbuhan industri kosmetika nasional pasti akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Kami berharap IndoBeauty Expo dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem industri kecantikan nasional, mendorong inovasi, serta membuka kesempatan pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.” (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)

  • NES by HDK Menonjolkan Keindahan Kain Indonesia, Sekaligus Peduli Gerakan Sosial dan Keberlanjutan

    NES by HDK Menonjolkan Keindahan Kain Indonesia, Sekaligus Peduli Gerakan Sosial dan Keberlanjutan

    Brand fashion premium NES by HDK yang dikenal melalui eksplorasi artistik pada kain tradisional seperti batik dan ikat celup dengan teknik shibori kembali tampil memukau dalam perhelatan JF3 Fashion Festival 2025. Di bawah arahan Helen Dewi Kirana, pendiri sekaligus desainer utama NES, brand ini mempersembahkan koleksi terbaru yang tidak hanya menonjolkan keindahan tekstil Indonesia, tetapi juga mengusung pesan sosial dan keberlanjutan.

    Diluncurkan pada tahun 2014, NES, yang berarti “keajaiban”, telah menjelma menjadi ikon fashion yang memadukan kekuatan lokal, kreativitas handmade, serta komitmen terhadap isu sosial dan lingkungan. Karya NES telah tampil di berbagai panggung dunia, mulai dari Istana Bogor hingga Paris, dari JF3 Jakarta hingga Corcoran Gallery dan Smithsonian, Washington DC.

    Melalui koleksi-koleksi seperti “Batik Baik” yang menggunakan bahan daur ulang dan cap batik dari barang bekas, serta motif ikonik “Pohon Kehidupan”, NES menegaskan komitmennya untuk menghadirkan mode yang berkelanjutan dan sarat makna. Selain itu, NES juga aktif dalam gerakan sosial seperti Gerakan Indonesia Bersih dan kampanye Jakarta Tanpa Sedotan, menjadikan fashion sebagai medium edukasi dan aksi nyata bagi lingkungan.

    “NES adalah tentang merayakan kehidupan, budaya, dan tanggung jawab sosial. Setiap helaian kain menyimpan cerita, dan setiap karya adalah bentuk kontribusi. Dengan berpegang pada empat pilar: Cinta, Edukasi, Lingkungan, dan Seni Budaya, kami ingin menebarkan harapan dan kebahagiaan melalui setiap detail yang kami ciptakan, ” ujar Helen (31-07-2025).

    Partisipasi NES dalam JF3 2025 kali ini menyoroti keindahan kain tenun Makassar. Diharapkan dapat memperkuat posisi kain Indonesia di panggung mode global, sekaligus menginspirasi generasi baru untuk memandang fashion sebagai media perubahan. Dalam peragaan ini, penonton akan disuguhkan perpaduan estetika, tradisi, dan keberlanjutan, identitas kuat yang selalu melekat pada NES. (Red. Elmediora | Foto: Dok. JF3 Fashion Festival)

  • BCA Umumkan Daftar Penerima Hadiah Gebyar Badan Usaha BCA 2025  dari Logam Mulia hingga Mercedes Benz

    BCA Umumkan Daftar Penerima Hadiah Gebyar Badan Usaha BCA 2025 dari Logam Mulia hingga Mercedes Benz

    PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan nama-nama nasabah bisnis organisasi penerima hadiah dari program Gebyar Badan Usaha BCA 2025 pada Rabu (30/7). Program ini kembali dihadirkan sebagai bentuk apresiasi BCA kepada nasabah bisnis organisasi atas loyalitas dan dukungan dalam menggunakan produk dan layanan BCA selama ini.

    Gebyar Badan Usaha 2025 berlangsung sejak Desember 2024 hingga Mei 2025 dan dirancang khusus untuk nasabah bisnis organisasi yang memiliki Giro Rupiah di perseroan. Penarikan hadiah dilakukan secara langsung oleh Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih dan Direktur BCA Hendra Tanumihardja, serta disaksikan oleh perwakilan Kementerian Sosial, Dinas Sosial, Notaris, serta segenap nasabah tercinta.

    Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih menyampaikan, “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh nasabah yang meraih hadiah dalam Gebyar Badan Usaha 2025. Kami berharap acara ini tidak hanya menghibur para nasabah, tetapi juga memberikan nilai tambah, mempererat hubungan baik antara BCA dengan seluruh nasabah bisnis organisasi secara jangka panjang, serta memacu para nasabah untuk terus mengembangkan usahanya. Kami percaya dengan adanya kolaborasi yang baik antara perbankan dan pelaku usaha dapat mendorong pertumbuhan positif yang berkelanjutan di berbagai industri.”

    Pada program kali ini, BCA menghadirkan deretan hadiah menarik mulai dari 68 keping Logam Mulia 5 Gram, 30 unit Yamaha Lexi LX 155, 12 unit Toyota Avanza, 7 unit Toyota Innova Zenix Hybrid, hingga 1 unit Mercedes Benz A200. Hadiah-hadiah tersebut diberikan melalui mekanisme pengundian kupon yang diraih sesuai hasil konversi poin nasabah berdasarkan aktivitas perbankan.

    Informasi mengenai daftar penerima hadiah Gebyar Badan Usaha BCA 2025 dapat dilihat pada laman resmi BCA di bca.id/gebyarbadanusaha. BCA akan mengirimkan surat pemberitahuan dan konfirmasi kepada para penerima hadiah melalui email cashmanagement@bca.co.id atau corporatetransaction_group@bca.co.id, maksimal H+5 hari kerja setelah penarikan hadiah.

    Pengambilan hadiah selambat-lambatnya 30 hari kalender sejak tanggal penarikan hadiah dan Nasabah penerima hadiah wajib menyerahkan dokumen-dokumen yang disyaratkan oleh BCA. Pada kesempatan ini, BCA mengimbau nasabah untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan program Gebyar Badan Usaha BCA, baik melalui telepon, WhatsApp, maupun media sosial. Jika nasabah menemukan pihak mencurigakan yang mengatasnamakan BCA atau program Gebyar Badan Usaha BCA, mereka dapat segera menghubungi contact center Halo BCA. (Red. Elmediora | Foto: Dok. BCA)

  • Ketika Craftsmanship Tradisional Batik X Teknologi Digital 3D Printing Menjadi Menyala Saling Menyempurnakan

    Ketika Craftsmanship Tradisional Batik X Teknologi Digital 3D Printing Menjadi Menyala Saling Menyempurnakan

    Bertajuk ‘Altruis/URUB’ yang terinspirasi dari pepatah Jawa ‘Urip iku urub’ hidup itu menyala mewakili makna terdalam dari kehidupan yang altruis: hidup yang menghidupi orang lain, hidup yang berani memberi tanpa pamrih. Menjadi inti kolaborasi LAKON Indonesia dan desainer asal Prancis Victor Clavelly bersama seniman CGI Héloïse Bouchot dalam perhelatan JF3 Fashion Festival ke-21 di Sumarecon Mal Serpong, Tangerang, Banten (30-07-2035).

    “URUB adalah nyala besar yang kami harap dapat menerangi. Setiap helai adalah hasil dari perjalanan panjang penuh pemikiran, dedikasi, dan cinta. Di dalamnya, ada kisah para pengrajin batik dengan pengorbanan dan seni mereka yang tak terukur nilainya. Altruis/Urub adalah refleksi cinta kepada Nusantara, sebuah dedikasi yang lahir dari semangat semesta. Kami mungkin belum bisa menjadi seperti seorang ibu, tetapi melalui kolaborasi dengan para pengrajin, kami ingin menyalakan cahaya bagi ekosistem budaya kain tradisional di Indonesia. Kami juga berharap generasi muda bisa menjadi lebih kuat, kritis, dan lebih solutions. Dunia membutuhkan mereka yang mampu memberi cahaya di tengah gelapnya zaman,” ujar Pendiri LAKON Indonesia Thresia Mareta.

    LAKON yang sarat dengan misi pelestarian budaya Indonesia melalui pendekatan desain dengan sentuhan modern menorehkan rona lokal mendalam pada koleksi URUB. Berkolaborasi dengan para pengrajin Indonesia menghasilkan karya yang kompletatif dan sarat dengan nilai tradisi sekaligus kemanusiaan.

    “Bekerja sama dengan LAKON memberi saya wawasan baru akan kekayaan budaya tekstil Indonesia. Saya mencoba menginterpretasikan makna URUB ke dalam desain, namun tetap menghormati asal-usulnya dan relevan di ranah global,” ujar Viktor yang begitu kagum akan filosofi kain dan busana Indonesia. Ia sebelumnya telah bekerja dengan figur-figur besar seperti Rick Owens, Katy Perry, FKA Twigs, hingga Beyoncé.

    Viktor sendiri menghadirkan 21 busana di panggung JF3 Fashion Festival dengan tema ‘Les Fragments’ yang sebelumnya telah diluncurkan di Paris dalam peragaan busana Men’s Fashion Week. Suasana futuristik bak film fiksi ilmiah sangat terasa, para tamu dibawa masuk ke dalam dunia pasca-antroposen, saat tubuh bersifat hibrida, disusun kembali, berevolusi, dan eksis di antara yang organik maupun buatan. Ia memang dikenal sebagai desainer yang visioner dengan karya-karya yang unik dan berani. Dengan paduan berbagai teknik, koleksi busana Viktor termasuk rumit dan kompleks. Ia mengawali dalam bentuk sketsa tangan, lalu mengubahnya dalam model 2D dan 3D dengan bantuan komputer.

    “Saya terbiasa membangun semesta yang memadukan siluet pahatan, cetak 3D, dan penceritaan melalui busana. Karya saya mengeksplorasi tema anatomi, identitas, dan ingatan yang terfragmentasi, dan saya bersemangat untuk membuka dialog ini dengan masyarakat di Jakarta. Siluetnya menampilkan denim yang direkonstruksi dengan rantai besi modular dicetak dalam 3D. Pakaian yang rumit secara teknis ini dibuat di studio saya yang berada di Paris,” ungkap pria lulusan Ecole Duperré Paris dan pernah bekerja di Haider Ackermann ini dengan nada antusias.

    Peleburan dua visi kreatif, lokal dan mancanegara ini menghadirkan nuansa baru dalam dunia mode di Indonesia dan menjadi langkah strategis untuk menambah bobot internasional dalam pergelaran lokal. Memberikan nyala api yang terus membakar semangat, agar kehidupan para pelaku ekosistem budaya dan industri kreatif Indonesia mode tetap eksis dan maju, meskipun dihadang situasi dunia yang tidak menentu. (Elly S | Foto: Dok. JF3 Fashion Festival)

  • Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 Hadirkan Teknologi dan Inovasi Terkini di Sektor Kesehatan

    Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 Hadirkan Teknologi dan Inovasi Terkini di Sektor Kesehatan

    Peran industri alat kesehatan nasional kini semakin strategis. Tercermin  dari pertumbuhan ekosistem industri secara signifikan, tercatat sebanyak 812  produsen alat kesehatan lokal dan 5661 distributor resmi telah aktif beroperasi dan menjalankan bisnisnya di Indonesia. Tingkat penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri juga mengalami peningkatan signifikan, dari hanya 12% pada tahun 2019 menjadi sekitar 48% pada 2024. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri alat kesehatan di Indonesia juga menunjukkan daya saing di pasar global, dengan nilai ekspor alat kesehatan mencapai lebih dari Rp4,6 triliun atau sekitar USD 273 juta pada 2024.

    Seiring dengan hal tersebut, pasar teknologi kesehatan terhubung di Indonesia juga mencatat pertumbuhan pesat. Diperkirakan dapat mencapai USD880 juta pada tahun 2025, pasar ini tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 28%. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang efisien dan mudah diakses. Terutama melalui pemanfaatan teknologi digital, telehealth, dan pemantauan jarak jauh. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan industri alat kesehatan nasional sebesar 8% pada tahun 2025. Mencerminkan komitmen kuat untuk menjadikan sektor ini sebagai bagian penting dari ketahanan dan kemandirian sistem kesehatan Indonesia.

    Mendukung langkah tersebut, Krista Exhibitions bekerja sama dengan Perkumpulan Organisasi Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (GAKESLAB INDONESIA) akan menyelenggarakan Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025 pada tanggal 6–8 Agustus 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

    Pameran internasional ini merupakan ajang penting yang menghadirkan teknologi dan inovasi terkini di sektor kesehatan, termasuk alat-alat kesehatan yang dibutuhkan fasilitas layanan kesehatan di bawah naungan pemerintah maupun swasta. Tahun ini, pameran Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 menghadirkan lebih dari 60 perusahaan dari 12 negara. Seperti China, Egypt, Hongkong, Jepang, Jerman, Taiwan, Turkey, USA dan lainnya, menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung dalam tiga hari penyelenggaraan.

    CEO Krista Exhibitions Daud D Salim beserta Ketua Umum GAKESLAB INDONESIA Rd. Kartono Dwidjosewojo, menyampaikan Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 berkomitmen berikan ruang strategis aktivitas Business Matching dan Business Networking. Melalui pendekatan kolaboratif seperti Business to Business (B2B), Business to Hospital (B2H), hingga Business to Academy (B2A). Pameran ini juga akan mempertemukan pelaku industri dengan akademisi, rumah sakit, distributor, importir, serta lembaga keuangan untuk mendorong tumbuhnya ekosistem industri kesehatan nasional yang tangguh dan berdaya saing global” ungkap Daud D Salim Ketua Umum GAKESLAB INDONESIA.

    Rd. Kartono Dwidjosewojo menyampaikan “Dalam Indo healthcare Gakeslab Expo 2025 diselenggarakan pula RAKERNAS GAKESLAB INDONESIA 2025, yang merupakan wadah rapat/pertemuan nasional Pengurus Pusat, Pengurus Provinsi, dan Anggota GAKESLAB INDONESIA. Selain itu juga diselenggarakan Seminar Nasional, Workshop dan juga Desk Consult terkait hal-hal terkini di bidang Alat Kesehatan di Indonesia yang terbuka untuk seluruh pengunjung dan exhibitor Indohealthcare Gakeslab Expo 2025” ungkap Rd. Kartono Dwidjosewojo. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Krista Exhibitions)